Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Kasus Tinggi, Puskesmas Batealit Jepara Bagikan Abate dan Penyuluhan DBD



Reporter:    /  @ 20:07:11  /  5 Februari 2016

    Print       Email
Beberapa pasien DBD dirawat di Puskesmas Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Beberapa pasien DBD dirawat di Puskesmas Batealit, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selain mencanangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak. Petugas kesehatan dari Puskesmas Batealit juga membagikan ratusan bungkus abate. Pembagian abate ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD), khususnya di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit.

Salah seorang petugas Puskesmas, Agus mengatakan, pembagian abate tersebut memang untuk menekan angka penderita penyakit BDB yang mulai marak. Selain membagi abate, pihaknya juga melakukan penyuluhan langsung pada masyarakat. Khususnya masyarakat di sekitar pasien yang dilaporkan terkena DBD.

Baca juga : Tingginya Jumlah Pasien DBD, Kecamatan Batealit Jepara Canangkan PSN

”Yang perlu diperhatikan juga tingkat kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sehingga kami juga memberikan penyuluhan,” kata Agus, Jumat (5/2/2016).

Menurut dia, dalam kegiatan ini, sejumlah lokasi strategis juga lain didatangi. Salah satunya di Ponpes Manba’ul Ulum yang berada di wilayah setempat. Terlebih, salah satu anak dari pengurus pesantren ada yang sempat dirawat karena gejala DBD.

”Kebetulan ada yang terkena DB, jadi sekaligus kami lakukan penyuluhan langsung di sini,” katanya.
Agus menyatakan, sampai kemarin tercatat ada 25 warga Kecamatan Batealit yang terserang DB. Dari jumlah itu, 15 di antaranya berada di Desa Ngasem. ”Itu jumlah yang tercatat di Puskesmas kami,” tuturnya.

Sementara mengenai pasien meninggal dunia, Agus menjelaskan, hanya ada satu pasien dari Desa Bawu. Sedangkan di Desa Ngasem sendiri beberapa waktu lalu ada yang dilaporkan meninggal karena DB, namun setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata meninggal karena infeksi lambung.

Baca juga :

Jumlah Penderita DBD di Jepara Mengalami Tren Peningkatan di Tri Wulan Pertama

Pasien DBD di Pati Meningkat, Permintaan Darah Meningkat Seratus Persen

Ini Langkah DKK Blora Antisipasi Melonjaknya Kasus DBD

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →