Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Tingginya Jumlah Pasien DBD, Kecamatan Batealit Jepara Canangkan PSN



Reporter:    /  @ 19:42:57  /  5 Februari 2016

    Print       Email
Seorang warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit memberikan bubuk abate ke bak mandinya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Seorang warga Desa Ngasem, Kecamatan Batealit memberikan bubuk abate ke bak mandinya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Wilayah Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara mencanangkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak. Hal ini seperti yang dilaksanakan di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit. Tingginya pasien demam Berdarah Dengue (DBD) akibat nyamuk Aides Aegepty di Kecamatan Batealit, membuat tim gerak cepat penanggulangan DBD melakukan kegiatan PSN yang berlokasi di Desa Ngasem.

”Kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan lingkungan yang kumuh menjadikan Desa Ngasem dipilih menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan ini, karena di desa ini endemik penderita DBD paling banyak se Kecamatan Batealit,” ujar Camat Batealit Bambang Lelono, Jumat (5/2/2016).

Menurutnya, khusus di Desa Ngasem terdapat 15 pasien DBD. Harapannya, kepada masyarakat gerakan PSN ini adalah menjadi suatu kebutuhan sehingga lingkungan akan terhindar dari penyebaran nyamuk. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Batealit, Muspika, Koramil, Babinkamtibmas Polsek, serta seluruh warga Desa Ngasem tersebut dapat memotivasi warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan.

Selain mencanangkan PSN dengan berbagai kegiatannya, warga juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan di RT seluruh Desa Ngasem. Salah seorang warga, Purnadi mengatakan, dengan adanya penyuluhan dan pemberian bubuk abate diharapkan biar lebih baik dan ada perubahan sehingga demam bardarah dapat diminimalisir.

Untuk data penderita DBD dari Kecamatan Batealit hingga akhir Januari sebanyak 25 pasien, meninggal 1 orang anak usia 11 tahun. Setiap hari tidak kurang dari 7 pasien DBD datang ke puskesmas, karena keterbatasan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat. Dr Rendra Riantoni ketua tim gerak cepat penanggulangan DBD puskesmas Batealit mengatakan, bukan hanya anak-anak melainkan orang dewasapun banyak yang terjangkit DBD.

Baca juga :

Jumlah Penderita DBD di Jepara Mengalami Tren Peningkatan di Tri Wulan Pertama

Pasien DBD di Pati Meningkat, Permintaan Darah Meningkat Seratus Persen

Ini Langkah DKK Blora Antisipasi Melonjaknya Kasus DBD

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →