Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Blora Ingin Adipura, tapi Sampahnya Wow!



   /  @ 16:06:31  /  5 Februari 2016

    Print       Email
Tugu Adipura di jalan Ahmad Yani Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Tugu Adipura di jalan Ahmad Yani Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Mimpi Blora untuk meraih Adipura sangat serius. Meski mereka akui jika masih banyak kendala yang dihadapi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora Wahyu Agustini mengungkapkan, sampai saat ini sampah menjadi masalah utama di berbagai daerah di Indonesia meraih Adipura.

“Di Blora sendiri sampah masih menjadi masalah, seperti yang kita lihat di TPA yang saat ini sudah controlled landfill namun masih terkesan open dumping. TPA juga masih banyak sampah yang tercecer,” kata Wahyu.

Sistem open dumping, yakni pembuangan sampah di lahan tanah lapang tanpa ada pengolahan lebih lanjut. Sedangkan controlled landfill adalah perbaikan atau peningkatan dari sistem open dumping. Perbaikan atau peningkatan ini meliputi adanya kegiatan penutupan sampah dengan lapisan tanah, fasilitas drainase serta fasilitas pengumpulan dan pengolahan.

Selain itu, lanjut Wahyu, bahwa kontainer tempat pembuangan sampah di pasar masih banyak yang bolong dan kurang bersih.  Untuk masalah sampah di permukiman di Blora juga masih belum ada pemilahan sampah. Sebab semua masih tercampur.

Pasar di Blora pun ikut menyumbang permasalahan sampah. Dia mengakui jika tempat pembuangan sampah di pasar masih belum memadai.  Bahkan drainase yang ada di pasar masih belum berfungsi. Termasuk masalah pertokoan yang ada di Blora.

Wahyu menegaskan bahwa masih belum adanya budaya membuang sampah pada tempatnya. “Seperti kita lihat di pertokoan Jalan Gatot Subroto depan pasar induk Blora dan Jalan Mr Iskandar serta Jalan Pemuda,” jelas Wahyu.

Perkantoran yang ada di Blora pun masih menjadi penyumbang masalah sampah. Hal itu tak lepas dari pemanfaatan pemilah sampah di perkantoran yang masih terkesan mangkrak dan kurang optimal.

“Tong sampah yang kami berikan bahkan ada yang hilang. Hal itu juga terjadi di sekolah, fasilitas transportasi dan rumah sakit yang ada di Blora. Sungai Bangkle, Sungai Grojokan dan Sungai Kajangan,” tambahnya.

Permasalahan tersebut membuat Pemkab Blora serius, dengan mengajak semua pihak untuk saling memikirkan dan mencari solusi.

Editor : Akrom Hazami

 Baca terkait :

Sst..sst Adipura jadi Mimpi Grobogan

Ini Strategi BLH Rembang untuk Raih Adipura

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →