Terkendala Cuaca, Petani di Pati Diminta Hemat Air

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto ikut panen raya bersama kelompok Tani Makmur di Desa Widorokandang, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kelompok tani “Tani Makmur” bisa bernapas lega, lantaran jerih payahnya telah melewati masa tanam pada musim kemarau berbuah manis dengan hasil panen yang menggembirakan. Lebih dari itu, mereka juga sempat khawatir jika padinya diterjang banjir pada musim hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Mochtar Effendi menjelaskan, ada hamparan padi seluas 90 hektare pada areal persawahan Widorokandang, Kecamatan Pati yang siap panen. “Meski banyak kendala mengiringi masa tanam sepanjang Oktober 2015 hingga saat ini, kita bersyukur masih bisa menyaksikan panen raya,” tuturnya setelah mengikuti panen padi, Kamis (4/2/2016).

Kendati cuaca tak mendukung aktivitas petani, tapi Kabid Budidaya Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Tengah Ir Nuswantoro yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengaku hasil panen padi di Kabupaten Pati masih terhitung bagus.

“Kita memang menghadapi banyak kendala sebelumnya, terutama dari aspek cuaca. Musim kemarau kemarin memang sangat lama, sehingga beberapa daerah dilanda kekeringan, termasuk di sini,” kata Nuswantoro.

Ia mengaku bila kondisi air saat ini terlalu memprihatinkan. “Meski hujan sudah turun, tapi kapasitas waduk besar baru terisi sekitar 32 persen saja. Kita lihat saja nanti apakah musim kemarau akan tiba pada April atau tidak. Kalau benar begitu, berarti musim hujan relatif kurang dan kemungkinan akan kesulitan air lagi untuk pertanian,” imbuhnya.

Dengan permasalahan tersebut, ia meminta petani supaya lebih hemat air. Selain itu, ia meminta agar petani melakukan percepatan tanam dengan metode tanam serentak, segera panen bila sudah umur, dan mewaspadai organisme pengganggu tanaman (OPT).

Masukan tersebut disambut baik Bupati Pati Haryanto. Ia akan mendukung hasil pertanian di Pati. Bahkan, ia akan memantau hasil pertanian. Pasalnya, berbagai kendala cuaca seperti kemarau panjang dan intensitas hujan yang minim sempat menjadi kendala bagi petani. Kendati begitu, ia masih bisa bernapas lega karena hasil panen di Pati masih melimpah ruah.

“Kami akan terus memacu agar hasil pertanian di Kabupaten Pati tetap meningkat. Kami akan lakukan peningkatan target nasional untuk menambah lahan pertanian seluas 100 ribu hektare,” ujar Haryanto.

Ia menambahkan, peningkatan target itu sebetulnya tidak mungkin karena berdasarkan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak boleh pemkab mengeluarkan izin yang tak sesuai peruntukannya. Apalagi di Jawa penambahan lahan pertanian hampir tidak mungkin. Karena itu, solusinya kita akan memaksimalkan percepatan tanam, bila biasanya dua kali panen menjadi tiga hingga empat kali panen,” paparnya.

Dengan berbagai upaya dari masing-masing sektor yang membidangi, ia yakin terget yang diberikan pada Kabupaten Pati akan bisa terpenuhi. “Yang penting kita bisa bersatu padu, karena memang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kami selaku pemerintah akan mengawal dan mendampingi. Apa yang menjadi kekurangan akan dipenuhi. Petani juga jangan putus asa untuk terus berusaha. Apapun kendalanya, kita harus mempertahankan gelar sebagai pendongkrak ketahanan pangan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono