Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

Virus Zika dan DBD Mengancam, Enam Sekolah di Rembang Diasapi



   /  @ 21:57:12  /  4 Februari 2016

    Print       Email
Seorang petugas melakukan fogging di salah satu Sekolah Dasar di Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang petugas melakukan fogging di salah satu Sekolah Dasar di Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Merebaknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Rembang, ditambah potensi bahaya virus zika yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti membuat pemerintah setempat cemas. Apalagi diantara banyak korban masih berusia anak-anak.

Baca juga : 2 Orang di Rembang Meninggal Akibat Demam Berdarah

Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan, seperti pengasapan (fogging) yang dilakukan di enam sekolah dasar, Kamis, (4/2) kemarin. Ribuan pelajar SD di kecamatan Rembang terpaksa dipulangkan sejak pukul 08.30 waktu setempat. Pengasapan dilakukan di tiap ruangan enam sekolah yang terletak di sekitar Alun-alun Rembang, yaitu SDN Kutoharjo I hingga SDN Kutoharjo VI.

Kepala SDN V Kutoharjo, Sudjito, ditemui kemarin, mengatakan, seluruh siswa sengaja dipulangkan lebih awal, setelah ada program dari Puskesmas Rembang I untuk menanggulangi penyebaran penyakit DBD. Sudjito mengaku di antara siswanya, ada yang ikut terserang penyakit tersebut.
”Ada siswa yang terserang penyakit DBD. Siswa tersebut diketahui izin tidak masuk sekolah sejak kemarin,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono mengatakan, pengasapan di enam Sekolah dilakukan sebagai tindak lanjut adanya siswa yang terserang penyakit DBD. Sekolah yang siswanya terjangkit DBD, diperlakukan sebagai titik fokus pengasapan karena rawan menular ke siswa lainnya.

”Ini sudah prosedur, jika ada anak sekolah yang terkena penyakit DBD maka sekolah tersebut menjadi titik fokus fogging. Fogging ini dilakukan DBD tidak menular siswa yang lain,” terangnya.

Sejak bulan Desember hingga Januari, Aris menyebut, jumlah pasien DBD terbilang tinggi, ada 83 kasus menyebar di seluruh kecamatan, bahkan 3 orang meninggal dunia. ”Dinas kesehatan juga mengaktifkan Pokjanal tingkat kecamatan khusus untuk mencegah penyakit berbahaya ini,” tandasnya.

Baca juga :

Lomba Desa Bebas Jentik Akan Digelar di Rembang

Wabah Demam Berdarah Merebak di Kecamatan Winong Pati, Polisi Lakukan Fogging dan Bagikan Abate

18 Hari, 13 Warga Terserang DBD

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →