Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Sebelum Lelang Proyek, Organisasi Pengadaan Barang dan Jasa di Grobogan Digembleng Tiga Institusi



Reporter:    /  @ 21:51:08  /  4 Februari 2016

    Print       Email
Staf Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Johar Arifin memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Staf Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Johar Arifin memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pencegahan terjadinya penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan tahun 2016 dilakukan Pemkab Grobogan. Caranya, dengan memberikan pembekalan pada organisasi pengadaan barang dan jasa. Yakni, kelompok kerja unit layanan pengadaan (Pokda ULP) dan para pejabat pembuat komitmen (PPK).

Pembekalan yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (4/2/2016) itu menghadirkan tiga narasumber. Yakni, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Aryanto, Kasubag PAPP Infrastruktur dan Tata Ruang Biro Adm Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jateng Agus Munawar Shodiq dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Purwodadi Bangun Setya Budi dan stafnya Johar Arifin.

”Kami beri pembinaan ini agar kelompok kerja dan PPK tidak ada rasa ketakutan untuk melaksanakan kegiatan. Pembinaan ini, merupakan tindak lanjut dari komitmen dengan TP4D dari aparat penegak hukum dengan harapan agar semua pekerjaan bisa tepat waktu dan cepat terselesaikan. Dengan upaya ini kita berharap pelaksanaan proyek tahun 2016 tidak akan ada penyimpangan,” kata Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto.

Selain pembekalan, untuk memudahkan SKPD, beberapa waktu lalu pihaknya juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan beserta sistem operasi prosedur (SOP) yang nantinya merupakan berkas pengajuan pelelangan. Dengan langkah ini diharapkan proyek pembangunan yang menggunakan anggaran 2016 dapat segera dilaksanakan.

Sebab, jika pelelangan bisa dilakukan lebih cepat maka kemungkinan proyek tidak selesai tepat waktu akan berkurang. Demikian pula, jika lelangnya lebih cepat maka tidak ada proyek yang molor dan akhirnya tidak bisa dilelangkan karena waktunya sudah tidak memungkinkan. Seperti, dalam proyek renovasi alun-alun tahun 2015 yang akhirnya tertunda.

Baca juga :

Jika Renovasi Alun-alun Purwodadi Gagal Lagi, Kinerja Kepala DCTK Grobogan Dipertaruhkan

Bupati Grobogan Minta Proyek Renovasi Alun-Alun Dituntaskan

Proyek Renovasi Alun-alun Grobogan Akhirnya Naik Lelang 

40 Rekanan Berebut Proyek Renovasi Alun-alun Purwodadi 

Pohon Trembesi di Alun-alun Purwodadi Diminta Tak Diganggu Proyek Renovasi 

Petugas Sakit Lelang Proyek Alun-alun Mundur

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →