Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Antara Sejarah Grobogan, Peperangan Kerajaan Mapahit-Demak, dan Pusaka yang Tertinggal



Reporter:    /  @ 12:03:53  /  4 Februari 2016

    Print       Email
Ilustrasi diambil dari buku Legenda, Mitos, Sejarah 35 Kota di Jawa Tengah karya Hadi Priyanto

Ilustrasi diambil dari buku Legenda, Mitos, Sejarah 35 Kota di Jawa Tengah karya Hadi Priyanto

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejarah tentang sebuah kota memang tidak ada habisnya untuk dibahas. MuriaNewsCom mencoba mengetengahkan sedikit, guna  berbagi pengetahuan.

Disadur dari buku Legenda, Mitos & Sejarah 35 Kota di Jawa Tengah karya Hadi Priyanto, berikut salah satu legenda asal mula Kabupaten Grobogan.

Baca juga : Ini Cerita Asal Mula Grobogan dan Purwodadi

Dikisahkan, ketika Kasultanan Demak Bintoro menyerang Majapahit yang dikuasai oleh Gerindrawardana, setelah Prabu Kertabumu Brawijaya V mangkat, Raden Patah menugaskan Sunan Kudus dan Sunan Ngundung untuk memimpin prajurit Demak.

Sebab, Raden Patah merasa lebih berhak atas wilayah Majapahit sepeninggal Prabu Brawijaya. Karena ia adalah putra Prabu Brawijaya. Di samping itu terjadi kemelut perebutan kekuasaan di Kerajaan Majapahit setelah ditinggalkan Prabu Brawijaya, hingga kerajaan itu semakin lemah.

Dalam penyerangan itu, prajurit Demak yang dibantu oleh kadipaten lain yang telah menjadi daerah kekuasaan Kasultanan Demak berhasil memperoleh kemenangan. Bahkan, prajurit Demak berhasil menguasai Istana Majapahit yang ditinggalkan oleh prajuritnya.

Para prajurit Majapahit tak sempat membawa pusaka kerajaan lantaran mereka dan pangeran Kerajaan Majapahit memilih untuk menyelamatkan diri dari serangan Demak. Terbukti saat Sunan Ngundung memasuki istana dengan didampingi prajurit andalan, menemukan banyak sekali pusaka Kerajaan Majapahit yang masih tersimpan di ruang pusaka.

Sunan Ngudung segera memerintahkan prajurit Demak untuk mengumpulkan pusaka Majapahit dan memasukannya ke dalam grobog untuk dibawa ke Demak. Peperangan yang cukup lama dan perjalanan menuju Demak yang sangat jauh membuat pasukan lelah. Mereka sering kali beristirahat.

Tanpa diketahui sebabnya, ketika mereka beristirahat di tempat yang tak jauh dari Demak, grobog tempat menyimpan pusaka Kerajaan Majapahit, tertinggal. Mereka baru menyadarinya saat tak lama meninggalkan lokasi itu.

Menyadari grobog tertinggal, maka rombongan prajurit Demak kembali. Ternyata benar, grobog masih berada di tempat prajurit melakukan istirahat terakhir. Hal itu membuat Sunan Ngundung terkesan dengan tertinggalnya grobog itu. Konon akhirnya tempat itu dinamakan Grobogan. Yang berarti tempat grobog.

Baca juga : Sejarah Kudus dan Wabah Penyakit Ngeri di Arab

Unik, Asal Nama Jepara Ada Hubungannya dengan Ikan

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →