Pemkab Pati Siap Danai Jalan Alternatif Sukolilo untuk Kurangi Kemacetan

Bupati Pati Haryanto tengah meninjau lokasi yang akan dibangun jalan alternatif menuju Purwodadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto tengah meninjau lokasi yang akan dibangun jalan alternatif menuju Purwodadi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Setiap perayaan Meron di Kecamatan Sukolilo, Jalan Raya Pati-Purwodadi dipastikan macet total. Kondisi itu cukup menganggu pengendara yang lewat jalan tersebut. Pasalnya, pengguna jalan tak hanya masyarakat yang ingin menyaksikan perayaan Meron saja, tetapi juga pengguna jalan yang menuju Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

Untuk mengurangi kemacetan total tersebut, sebuah jalan alternatif dinilai perlu dibuka. Hal itu yang ada dibenak Bupati Pati Haryanto, hingga akhirnya mengadakan survei calon jalan alternatif Sukolilo bersama dengan Asisten II Pujo Winarno dan Kepala Bidang Bina Marga DPU Pati Faisal, Rabu (3/2/2016).

”Hari ini, kami mengadakan survei pembuatan jalan alternatif untuk mengurangi kemacetan jalan pada saat kegiatan Meron di Sukolilo. Sebelumnya, kami sudah menyampaikan perlu adanya pembangunan jalan alternatif supaya tidak mengganggu aktivitas lalu lintas pengguna jalan saat Meron berlangsung,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia menjelaskan, Pemkab Pati saat ini siap mendanai pembangunan jalan alternatif Sukolilo. Hal itu dilakukan, karena kemacetan sudah sering dikeluhkan setiap tahunnya. Sementara itu, jumlah peminat tradisi Meron kian meningkat.

”Kalau tidak ada solusi untuk mengatasi kemacetan itu, kami khawatir bisa muncul kecelakaan. Karena itu, kami menyanggupi pembangunan jalan alternatif tersebut asal masyarakat juga setuju dan rela tanah mereka untuk disisakan sedikit untuk pembangunan jalan dengan tidak meminta ganti rugi,” paparnya.

Saat ini, masih ada sejumlah warga yang menolak dan tidak rela bila tanah miliknya dijadikan jalan alternatif Sukolilo dengan panjang 6 km dari depan Puskesmas Sukolilo melewati Dukungledok, Dukunggisik, Sanggrahan hingga Tengahan baru keluar jurusan Jalan Raya Pati-Purwodadi.

Secara terpisah, Kepala Desa Sukolilo Muh Jumaedi mengaku sudah mencoba meyakinkan warga yang belum setuju. Namun, masih belum ada kata sepakat. ”Saat ini yang setuju sudah 80 persen. Kami masih berusaha untuk berkomunikasi kepada 20 persen warga yang masih belum setuju,” tambahnya.

Menurutnya, jalan alternatif tersebut memang harus segera direalisasikan. Pasalnya, pembangunan jalan alternatif sudah menjadi wacana sejak sepuluh tahun lalu yang belum terealisasikan sampai sekarang. Padahal, jalan alternatif dinilai punya manfaat bagi masyarakat desa. Ke depan, harga tanah di desa tersebut diperkirakan melonjak tajam bila pembangunan jalan alternatif jadi dibangun.

Editor : Titis Ayu Winarni