Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Sering Marah, Sebelum Pulang PJ Bupati Blora Sempatkan Minta Maaf



   /  @ 18:20:20  /  3 Februari 2016

    Print       Email
Pj Bupati Blora saat memberikan sambutan dalam coffee morning di pendapa rumah dinas Bupati Blora, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pj Bupati Blora saat memberikan sambutan dalam coffee morning di pendapa rumah dinas Bupati Blora, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pj Bupati Ihwan Sudrajat meminta maaf atas kepemimpinanannya yang ia akui sering memarahi bawahan. Hal ini disampaikan karena sebentar lagi Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat akan mengakhiri masa jabatannya dan meninggalkan Bumi Mustika.

”Sebelum saya meninggalkan Blora, saya meminta maaf atas segala kesalahan. Dan juga, saya yang sering marah, bahkan ajudan saya mengatakan seperti itu. Marah itu juga sangat diperlukan bagi pemimpin,” kata Ihwan dalam sambutan coffee morning di hadapan para kepala Dinas di pendapa rumah dinas Bupati Blora Rabu (3/2/2016).

Dalam sambutannya, ia juga menyinggung momen tersebut merupakan momen yang paling indah dalam hidupnya. Ia menyebut momen tersebut “the best time in my life”.

Mengingat sebentar lagi pemenang pilkada akan dilantik yang direncanakan pada tangal 15 Februarai mendatang. Ihwan menegaskan, keberadaannya di Blora hanya tinggal beberapa hari lagi. ”Efektifnya 5 hari lagi saya di sini. Namun, masih banyak PR yang harus saya selesaikan,” kata Ihwan.

Ihwan memimpin Blora sejak Agustus 2015 silam sebagai pejabat Bupati Blora. Dalam kepemimpinannya, ia mengakui masih banyak yang harus dibenahi lagi. ”Saat ini saya akui birokrasi Blora excelent,” kata Ihwan.

Dalam kepemimpinannya, Ihwan mengaku selalu menggenjot SKPD agar bisa bekerja secara maksimal dan optimal. Selain itu, ia juga meminta kepada kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora untuk memprogramkan agar pajabat eselon dua di Blora diikutkan diklatpim dua.

”Bagi pejabat eselon dua yang menjabat sudah lebih dari enam bulan wajib mengikuti diklatpim dua. Namun, masih banyak pelanggaran, buktinya masih banyak yang belum ikut diklatpim dua,” imbuh Ihwan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →