Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Usai Pulang dari Gafatar, Pundhi Akan Dibawa ke Kiai



Reporter:    /  @ 17:05:20  /  3 Februari 2016

    Print       Email
 Sumarni, ibu Pundhi saat dimintai keterangan awak media di Balai Desa Glonggong, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sumarni, ibu Pundhi saat dimintai keterangan awak media di Balai Desa Glonggong, Jakenan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pundhi, mahasiswi UPGRIS asal Desa Glonggong, Kecamatan Jakenan, Pati yang ikut Gafatar ke Kalimantan selama empat bulan akhirnya membuka kembali nomor selulernya dan menghubungi rumah pada Sabtu (30/1/2016) malam.

Keajaiban itu muncul, setelah keluarga Pundhi menggelar acara “manakib” sebagai tradisi umat Islam Nahdlatul Ulama (NU) pada Kamis (28/1/2016) malam. ”Manakib sempat kami adakan untuk berharap kepada Allah agar puteri sulung saya bisa kembali pulang,” ujar Sumarni ibunda Pundhi saat ditemui MuriaNewsCom, Rabu (3/2/2016).

Setelah menghubungi keluarga, Pundhi tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang dan dijemput orang tua pada Selasa (2/2/2016). Sumarni mengaku ada banyak kejanggalan dari kepergian Pundhi bersama anggota Gafatar yang tidak diketahui identitasnya.

”Semua yang dilakukan Pundhi tanpa sadar. Saat datang, ia memeluk saya dan menangis. Ia juga meminta maaf. Semua yang dilakukan di luar kendalinya. Ia juga lupa dengan orang-orang yang membawanya,” tuturnya.

Karenanya, Sumarni tidak ingin bila anaknya itu kembali terpengaruh Gafatar maka ia membawa putrinya kepada kiai. ”Kami rencananya akan membawa Pundhi ke kiai supaya alam bawah sadarnya tidak ada pengaruh negatif lagi,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →