Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Hal Unik Inilah yang Membuat Klakson Keong Makin Banyak Dicari



Reporter:    /  @ 08:28:08  /  3 Februari 2016

    Print       Email
Andi pemilik kios "Henry Klakson" sedang melayani konsumennya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Andi pemilik kios “Henry Klakson” sedang melayani konsumennya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berbagai jenis klakson kendaraan baik sepeda motor atau mobil saat ini banyak bermunculan dengan model dan ragam bunyi yang makin bervariasi. Baik yang mulai dari klakson keong zaman 1980-an, klakson bosch, hela atau sejenisnya yang berbentuk bulat. Jenis dan bunyi klakson juga menjadi kepuasan tersendiri bagi pengendara.

Pemilik toko klakson “Henry Klakson” yang berada di Jalan Hos Cokro Aminoto, Andi mengatakan bagi yang memahami perawatan klakson pastinya menginginkan suara klakson yang khas. Dan mayoritas, memilih klakson jenis keong.

Dia menilai, klakson itu menurut para pengendara mempunyai suara khas. Yakni nyaring dan mempunyai bas, dibanding klakson lainnya yang setipe. ”Klakson jenis keong itu, bila dibunyikaan suara nyaring dan suara bas itulah yang membuat telinga tidak sakit,” paparnya.

Berbeda dengan klakson jenis lainnya. Suaranya nyaring dan membuat sakit telinga. Bahkan membuat orang yang mendengarnya kaget.

Andi menjelaskan, untuk harga klakson keong berukuran besar ia mematok harga Rp 850 ribu per buah dan untuk biaya servisnya seharga Rp 500 ribu per buah. Sedangkan untuk klakson keong berukuran kecil seharga Rp 485 ribu sepasang, serta untuk biaya servis seharga Rp 325 ribu untuk satu pasangnya.

”Bila ingin awet, klakson jangan sampai kemasukan air ketika mencuci kendaraan. Jika terkena air lantaran tersemprot semburan air dari pompa atau kompresor, maka akan konslet. Sebab klakson keong mempunyai lubang yang terlalu lebar. Justru jika kena air hujan tidak apa-apa,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk klakson jenis keong berukuran besar masih berbahan besi. Sebab klakson tersebut buatan tahun 80-an dan terbilang kuno. Akan tetapi untuk klakson keong berukuran kecil, berbahan plastik. Bukan lantaran bahannya yang membuatnya unik. Namun dari bunyinya yang nyaring dan ngebas itulah yang sampai sekarang ini masih diminati oleh pengendara kendaraan. Baik motor atau mobil.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →