Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Ada 56 Kasus Demam Berdarah di Jepara, DKK Tetap Gencarkan Sosialisasi PSN



Reporter:    /  @ 16:24:59  /  2 Februari 2016

    Print       Email
(ISTIMEWA)

(ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Memasuki bulan Februari ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Dinas Kesehatan setempat mendapatkan laporan dari rumah sakit dan Puskesmas jika sudah ada 56 kasus warga Jepara yang terkena demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut terbilang kecil jika dibanding tahun lalu, yang ada sekitar 200 kasus.

”56 kasus DBD itu selama Januari 2016 kemarin. Dibanding tahun 2015 lalu di bulan Januari menurun, karena tahun lalu mencapai 200 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara dr Dwi Susilowati melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Mudrikatun kepada MuriaNewsCom, Selasa (2/2/2016).

Menurutnya, selain menurun dibanding tahun lalu. Sampai saat ini juga belum ada satu wilayah yang endemis DBD. Hal itu tidak terlepas dari upaya untuk menekan kasus DBD yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

”Pengalaman tahun lalu memang menjadi bahan evaluasi. Sehingga kami sudah melakukan antisipasi sejak Oktober tahun lalu,” terang Mudrikatun.

Dia menjelaskan, antisipasi yang dimaksud adalah dengan gencar melakukan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Baik oleh internal DKK maupun lintas instansi. Gerakan Jumat bersih diarahkan tidak hanya sekadar menyapu lingkungan tapi juga gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M). Antisipasi ini penting selain Jepara memiliki riwayat buruk DBD, juga karena potensinya besar.

”Tidak hanya rawan di lingkungan masyarakat biasa, tapi di lingkungan industri. Seperti sisa limbah kayu maupun kaleng bekas bahan baku industri,” kata dia.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →