Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Rembang  >  Artikel ini

Meski Sudah Bersyahadat Ulang, Eks Gafatar Rembang Tetap Dipantau Ketat



   /  @ 16:11:27  /  2 Februari 2016

    Print       Email
Hesti Wardoyo bersama istrinya Novilia Vina Mulyana, seusai pulang dari Kalimantan dan tiba di Tuyuhan, Rembang, Minggu (31/1/2016) petang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Hesti Wardoyo bersama istrinya Novilia Vina Mulyana, seusai pulang dari Kalimantan dan tiba di Tuyuhan, Rembang, Minggu (31/1/2016) petang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pengawasan ketat dilakukan Pemerintah Desa Tuyuhan terhadap eks Gafatar Hesti Wardoyo dan keluarganya. Meskipun mereka sudah bersyahadat ulang ketika sampai di balai desa setempat.

Kepala Desa Tuyuhan Mulyadi mengatakan, secara umum masyarakat Desa Tuyuhan sudah bisa menerima kedatangan kembali Wardoyo. Namun, sebagian warga ada yang meminta agar pemerintah desa melakukan pemantauan ketat terhadap gerak-gerik eks Gafatar itu.

“Warga sudah bisa menerima kepulangannya, tapi ada sebagian warga yang khawatir kalau pulangnya justru untuk merekrut orang lain, misal dari keluarga atau tetangganya. Jadi masih ada yang ragu kepadanya, meski mereka sudah bersyahadat ulang kemarin,” ungkap Mulyadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (2/2/2016).

Selain mengucapkan dua kalimat syahadatdan berikrar ke ajaran Islam yang sesungguhnya,Wardoyo juga sempat meminta maaf atas perbuatannya yang membuat geger dan risau masyarakat Rembang, khususnya warga Tuyuhan. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya, karena saya telah membuat aib bagi kelurga dan masyarkat di Tuyuhan,” ujar Wardoyo.

Wardoyo pun membeberkan, jika selama bergabung dengan Gafatar di Kalimantan, dirinya hanya melakukan penyulingan air dan bercocok tanam untuk ketahanan pangan. ” Tidak ada arahan apapun. Jadi, yang pengen tahu aktivitas saya di sana, ya hanya itu aktivitas saya selama di sana,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hesti Wardoyo (25) bersama istrinya Novilia Vina Mulyana (23) dan putrinya yang belum genap berumur satu tahundipulangkan pada Minggu pukul 17.30 WIB. Wardoyo pamit kepada keluarganya di Tuyuhan, hendak ke Kalimantan untuk mengikuti Program Indonesia Mengajar.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →