Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Payung ‘Ajaib’Karya Siswi MAN 2 Kudus Bikin Kagum



Reporter:    /  @ 15:43:25  /  2 Februari 2016

    Print       Email
Oze Dora Ilala dan Nurmila Karimah berfoto bersama sambil memperlihatkan hasil kreativitasnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Oze Dora Ilala dan Nurmila Karimah berfoto bersama sambil memperlihatkan hasil kreativitasnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Program kelas unggulan yang disediakan oleh MAN 2 Kudus memang benar benar ampuh untuk menciptakan siswa-siswi yang berkompeten di bidangnya.

Sebab melalui mata pelajaran Produk Inovatif yang ada di kelas tersebut, siswi bernama Oze Dora Ilala dan Nurmila Karimah ini bisa mempopulerkan karyanya, berupa payung ‘ajaib’. Yaitu payung yang bisa jadi tripod, hingga jadi tongkat narsis (tongsis).

“Sebenarnya produk kreativitas yang berbentuk payung ini asal mulanya tugas sekolah mata pelajaran saat kelas sepuluh pada tahun 2013 silam,” kata Oze.

Selain itu, lanjut Oze, tugas itu dikerjakan secara berkelompok dengan Nurmila Karimah yang secara tidak sengaja, nomor absen mereka berdekatan.

Nah, dari kerja keras dua orang asal Kota Jepara tersebut, akhirnya mereka menciptakan alat payung.

“Saya dengan Nurmila, menciptakan payung sederhana. Batang payung itu bisa digunakan untuk tripod atau penyangga kamera,” terangnya.

Dia menilai, dengan adanya tugas kelas, akhirnya mereka bisa mengikuti kompetisi National Young Inventors (NYIA) Award 2014 dan International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh LIPI pada sekitar bulan oktober 2014.

Hal serupa juga disampaikan Nurmila. Dia mengatakan, payung kreasinya bersama temannya bisa jadi penyangga kamera.Gagang atau batang payung itu bisa dibuat tripod atau penyangga kamera saat selfi. “Bila payung itu diletakan secara terbalik, maka kegunaannya bisa sebagai tripod. Bila diletakan secara normal, maka jadi payung seperti biasa,” papar Nurmila.

Diketahui, untuk menciptakan alat ini, kedua siswi membeli peralatan sekitar Rp 150 ribu. Yakni untuk membeli kain nilon atau kain payung beserta besi alumunium sebagai batang payungnya yang sekaligus bisa dijadikan tripod.

“Ya, meskipun hanya bermodalkan Rp 150 ribu dalam pembuatan payung ini, kita bisa ikut kompetisi tersebut. Kita bisa masuk dalam finalis, yang di situ sudah ada 24 finalis karya ilmiah remaja lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →