Lesbumi Dituntut jadi Filter Budaya Asing

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan Lesbumi dihadiri berbagai kalangan NU di salah satu rumah makan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua NU Kudus Sanusi mengatakan Lembaga Seni Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) bisa menjadi penyaring kebudayaan asing yang berpotensi merusak mental bangsa.

Hal itu disampaikannya pada acara Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan peringatan haul ke-VI KH Abdurrahman Wahid di salah satu rumah makan di Kudus, Minggu (31/1/2016) malam, “Mudah mudahan hadirnya Lesbumi ini bisa jadi filter bagi budaya. Baik lokal atau asing,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap supaya Lesbumi bisa menampilkan kebudayaan lokal yang di dalamnya terdapat ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah. Sehingga anak- anak bangsa bisa ikut terbina dengan baik.

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga mengukuhkan organisasi seni budaya Lesbumi Kudus yang diketuai oleh Aris Junaidi. “Mudah mudahan setelah pengukuhan ini, Lesbumi bisa berkiprah di bidang kesenian dan kebudayaan dengan lebih positif,” ujarnya.

Selain itu, Sunardi selaku Wakil Ketua Lesbumi Kudus mengatakan,  Lesbumi cocok untuk menyaring budaya yang dinilai tidak mendidik .” Bila Lesbumi ini berkiprah di kalangan pemuda, dan remaja secara maksimal, maka akan bisa mencegah kenakalan remaja,” kata Sunardi.

Acara yang dihadiri oleh kalangan lintas agama tersebut juga dinilai bisa merekatkan rasa persaudaraan antarsesama bangsa atau umat beragama.

“Lesbumi ini harus bisa menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Sehingga para pemuda atau remaja bahkan yang lain bisa merasa terdidik dengan kegiatan Lesbumi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami