Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Sehari Diajari Warga Desa Tuyuhan Langsung Produksi Sabun Cuci dan Laku 500 Botol



   /  @ 20:30:21  /  1 Februari 2016

    Print       Email
Ketua Usaha Bersama Komunitas Pandan Lestari, Nanang Bagus Susilo didampingi Kepala Desa Tuyuhan, Mulyadi, menunjukkan sabun produksi warga tuyuhan, Senin (1/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ketua Usaha Bersama Komunitas Pandan Lestari, Nanang Bagus Susilo didampingi Kepala Desa Tuyuhan, Mulyadi, menunjukkan sabun produksi warga tuyuhan, Senin (1/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Warga Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang tak disangka ternyata mampu memproduksi sabun cuci piring buatan sendiri. Sabun tersebut diberi merek Pandan Wangi.

Selama satu bulan sejak Januari 2015, sudah 500 sabun cuci piring diproduksi. Selain itu, juga sudah ada pesanan 500 produk dari salah satu pihak. ”Kalau launchingnya tanggal 23 Desember 2015. Sejak Januari sudah memproduksi 500 botol sabun,” ujar Ketua Usaha Bersama Komunitas Pandan Lestari, Nanang Bagus Susilo kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016).

Nanang menjelaskan, awalnya diadakan pelatihan yang melibatkan pihak dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pada 22 Desember 2015. Setelah seharian diberi materi, pada malam harinya langsung praktik. Kemudian keesokannya, diadakan launching produk. ”Alatnya ini bantuan dari kementerian desa dan dilatih oleh pihak dari ITB,” tandasnya.

Dia berharap, nantinya usaha tersebut bisa menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga bisa menggunakan dana desa untuk pengembangan usaha tersebut. ”Sementara ini kami didrop bahan bakunya. Kedepannya, kami berharap agar bisa menjadi BUMDes,” tambahnya.

Nanang juga mengklaim, produk buatan warga Rembang itu lebih unggul dibanding sabun cuci piring di pasaran. Menurutnya, sabun bermerek Pandan Wangi itu, lebih cepat dalam membersihkan noda. ”Keunggulannya, lebih cepat bersih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Tuyuhan, Mulyadi menambahkan, Pemerintah Kabupaten Rembang menunjuk Desa Tuyuhan untuk menjadi rintisan BUMDes. ”Pemkab menunjuk kami untuk menjadi rintisan BUMDes,” tuturnya.

Mulyadi menceritakan, awalnya pihak desa diminta untuk membuat BUMDes terkait lontong Tuyuhan, namun ternyata belum direalisasikan, sudah ada bantuan lagi untuk mengadakan pelatihan pembuatan sabun melalui usaha bersama komunitas. ”Nantinya diarahkan menjadi BUMDes. Selain itu, kami juga berencana membuat showroom untuk lontong tuyuhan, sabun ini, dan souvenir,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →