Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Yusril Sebut Putusan PTUN Semarang Terkait Rencana Pabrik Semen Banyak Kejanggalan



Reporter:    /  @ 19:26:32  /  1 Februari 2016

    Print       Email
Massa tolak semen memblokade jalur pantura Pati hingga enam jam yang menyebabkan jalan macet total pada Juli 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa tolak semen memblokade jalur pantura Pati hingga enam jam yang menyebabkan jalan macet total pada Juli 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kuasa hukum PT Indocement Yusril Ihza Mahendra menganggap, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang membatalkan izin lingkungan pembangunan pabrik semen di Pati banyak kejanggalan.

Yusril menilai, judex facti yang berwenang memeriksa fakta dan bukti perkara tidak melihat dan mengetahui perundang-undangan secara komprehensif terkait dengan kawasan peruntukan pertambangan, sehingga putusan itu dinilai prematur. Terlebih, judex facti hanya menilai objek sengketa tidak sah, karena tidak sesuai dengan perda yang dinilai lemah.

“Padahal, PT Sahabat Mulia Sakti sudah melaksanakan proses penyusunan analisis dampak mengenai lingkungan (amdal) seperti yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup juncto PP Nomor Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan juncto Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan juncto Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup,” ujar Yusril kepada MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016).

Karena itu, Yusril menilai, judex facti keliru dalam menilai peraturan perundang-undangan dan tidak cermat dalam mempertimbangkan dalil-dalil jawaban pembanding II yang dulu menjadi tergugat II intervensi secara utuh.

“Terjadi penarikan kesimpulan hukum yang keliru atas perkara a quo, sehingga kami ajukan permohonan banding kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya untuk meninjau ulang pertimbangan dan amar putusan PTUN Semarang,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →