Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Cuaca Tak Menentu, Pengusaha Dupa di Kudus Ini Harus Kerja Dua Kali



Reporter:    /  @ 19:25:56  /  1 Februari 2016

    Print       Email
Beberapa karyawan Dupa Wangi sedang menjemur dupa ketika cuaca cerah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa karyawan Dupa Wangi sedang menjemur dupa ketika cuaca cerah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Akibat cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, beberapa industri yang mengandalkan pemanasan dari cahaya matahari mengalami kesulitan. Termasuk pula pengusaha dupa, yang kesulitan dalam mengeringkan dupa buatannya.

Misalnya yang dialami William Zhao, seorang pengusaha Dupa Wangi asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Untuk mengeringkan dupa buatannya masih menggunakan cahaya matahari. Sehinga jika cuaca tidak menentu atau hujan, maka dapat memperlambat proses pembuatannya.

”Kalau dengan cahaya matahari, penjemuran bisa memakan waktu lima jam. Tapi kalau tidak, lihat kondisi hujan atau tidaknya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Penjemuran tersebut membutuhkan dua kali tahapan. Pertama pada saat pengeringan biasa usai dicetak yang memakan waktu dua jam. Kemudian setelah kering akan diwarnai dengan warna merah, dupa kembali dijemur dengan kisaran waktu tiga jam. Jika tidak ada panas matahari, maka dilakukan penjemuran dua kali lebih lama.

Soal bahan, dia mengutamakan kualitas. Sehingga untuk bambu, dia langsung mendatangkan dari Cina. Hal itu dilakukan karena bambu Cina tidak meninggalkan warna hitam saat dibakar. Berbeda dengan bambu lokal yang berbekas hitam usai dibakar.

Bahan lain seperti serbuk kayu jati, serbuk kayu kiteja mudah didapatkan dari pengusaha mebel. Bahan lainnya seperti lem dan kalsium mudah ditemukan dalam toko bangunan.

”Cuaca semacam ini sudah sering kami hadapi. Sebab pengalaman selama tiga tahun delapan bulan usaha juga terkadang melewati masa semacam ini,” ujarnya.

Untuk itu, ketika musim kemarau dia memanfaatkan untuk menyetok barang. Sehingga ketika musim hujan tidak terlalu kewalahan memenuhi pesanan.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →