Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Rembang  >  Artikel ini

Kades: Sebelum Gabung Gafatar Orangnya Jujur, Setelah Gabung Jadi Suka Bohong



   /  @ 18:50:23  /  1 Februari 2016

    Print       Email
Mulyadi, Kepala Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Mulyadi, Kepala Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebelum bergabung dengan Gafatar, Hesti Wardoyo (25) dikenal sebagai masyarakat setempat sebagai seorang yang jujur dan pintar. Namun, setelah bergabung dengan Gafatar Wardoyo dikenal suka berbohong.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Mulyadi ketika ditemui MuriaNewsCom, Senin (1/2/2016). Menurutnya, sebelum bergabung dengan Gafatar Wardoyo dikenal sebagai seorang anak yang pintar dan jujur. Namun, setelah mengenal Gafatar dia mulai suka berbohong.

”Sebelum bergabung dengan Gafatar dia itu jujur dan memang pintar. Tetapi setelah bergabung dia lebih banyak bohongnya,” ungkapnya.

Waktu pamit mau ke Kalimantan, kata Mulyadi, Wardoyo bilang ke orangtuanya mau menjadi guru tapi ternyata malah bergabung dengan Gafatar. ”Bukan hanya itu, ketika sudah berada di Donohudan Boyolali, saat itu orang tuanya menelpon, tapi dia mengaku masih mengajar di Kalimantan,” tandasnya.

Mulyadi juga membeberkan, pernah sempat bersitegang dengan Wardoyo ketika mengurus pemindahan kependudukan istri Wardoyo yang bernama Novilia Vina Mulyana (23).

”Saat itu, istrinya yang asli Brebes mau pindah kependudukan tanpa surat pengantar dari sana. Ya, saya tidak mau mengurus, karena tidak sesuai prosedur. Dia sempat marah-marah, meski akhirnya diurus karena mau meminta surat pengantar,” jelasnya.

Terpisah, Kurnadi (55) ayah Wardoyo mengaku terkejut ketika mengetahui anaknya bergabung dengan Gafatar. ”Ya saya kaget. Karena pamitnya lolos seleksi Indonesia Mengajar dan ditugaskan di Kalimantan. Tapi ternyata justru kayak begini,” ungkapnya.

Kurnadi mengaku ikut membantu pembiayaan anaknya untuk ke Kalimantan, bahkan sampai hutang jutaan rupiah kepada tetangganya. ”Saat itu juga saya beri uang hasil dari hutang,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →