Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Jelang Imlek, Pengusaha Dupa di Kudus Kebanjiran Order dari Berbagai Kota Besar se Indonesia



Reporter:    /  @ 18:50:20  /  1 Februari 2016

    Print       Email
Seorang karyawan Dupa Wangi sedang mengemasi dupa untuk siap di pasarkan ke berbagai daerah se Nusantara. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang karyawan Dupa Wangi sedang mengemasi dupa untuk siap di pasarkan ke berbagai daerah se Nusantara. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjelang peringatan Imlek, pengusaha dupa di berbagai daerah mengalami kebanjiran order. Termasuk juga pengusaha dupa di Kudus, kenaikan pesanan bisa mencapai 200 persen.

William Zhao, seorang pengusaha Dupa Wangi asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, beberapa pekan sebelum peringatan Imlek, usaha miliknya mendapatkan banyak pesanan. Sehingga ia pun sampai kuwalahan menangani pemesan yang melimpah.

”Kalau hari-hari biasanya, dalam sebulan paling menjual empat ton dupa. Namun kalau menjelang imlek semacam ini bisa mencapai delapan ton karena banyaknya permintaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, karyawan miliknya terpaksa dikerjakan lembut hingga pukul sembilan malam. Bahkan dia juga memperbanyak stok jauh hari sebelum perayaan imlek agar tidak kewalahan.

Untuk daerah pemasaran, kata dia, disalurkan di berbagai daerah. Meliputi Jakarta, Tangerang, Surabaya dan hampir menyebar ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Bali.

”Kalau bali merupakan pangsa pasar terbesar kami. Dari empat ton pembuatan tiap bulan, dua ton sendiri di pasarkan ke Bali,” ujarnya.

Mengenai harga, dia membanderolnya berdasarkan jenis tergolong kualitas dan panjangnya. Untuk paling murah dibanderol Rp 20 ribu, sedangkan paling mahal Rp 29 ribu.

Editor : Titis Ayu Winarni

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →