Kawasan Tertib Lalu Lintas di Grobogan Bakal Dioptimalkan Lagi

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyampaikan pesan pada anggota saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto menyampaikan pesan pada anggota saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengoptimalkan lagi keberadaan kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Kota Purwodadi yang sebelumnya sudah ada.

Hal itu terungkap dalam latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016 yang dilangsungkan di Aula Rumah Kedelai Grobogan, Senin (29/02/2016).

“Polres akan menjalin kerjasama dengan Pemkab Grobogan untuk mengoptimalkan kembali KTL yang sudah ada. Untuk itu, rambu-rambu di KTL yang sudah rusak perlu diperbaiki dan ditambah lagi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto saat membuka latihan pra Operasi Simpatik Candi 2016.

Berkaitan dengan operasi simpatik tersebut, Indra menekankan, agar anggota selalu bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur yang sudah ditentukan. Untuk itu, semua anggota diminta mengikuti pelatihan dengan serius dan memperhatikan materi yang dipaparkan agar tidak salah bertindak dalam melaksanakan tugas dilapangan.

“Dalam melaksanakan kegiatan, hindari tindakan over acting yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi. Perhatikan semua materi agar nanti bisa melaksanakan tugas dengan baik,” pesan Indra didampingi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Agar Tak Gagap di Lapangan, Personel Sabhara Polres Grobogan Dilatih Tangani Korban Laka Lantas

Festival Buah, Rembang Sabet Juara 1 untuk Kategori Tanaman Buah Dalam Pot

Seorang Juri sedang menilai tanaman buah dalam pot (tabulampot) dalam Festival Buah Lokal Rembang 2016, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Seorang Juri sedang menilai tanaman buah dalam pot (tabulampot) dalam Festival Buah Lokal Rembang 2016, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Festival buah perdana yang digelar Pemerintah Kabupaten Rembang pada Selasa (23/2/2016) terbilang sukses. Pasalnya, selain antusias masyarakat tinggi dengan larisnya buah-buah yang dijajakan di lokasi, juara I tingkat kabupaten juga menyabet juara I tingkat provinsi.

Predikat juara yang diraih adalah untuk kategori tanaman buah dalam pot (tabulampot) milik warga Tireman bernama Heri. Sementara, dua kategori lainnya yang turut dilombakan gagal menjadi juara karena kalah dengan daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang Suratmin  mengungkapkan, lomba buah digelar di halaman Kantor Gubernur Jateng selama dua hari ,yakni 27- 28 Februari 2016. ”Kita sebenarnya mengirimkan tiga jenis buah, yaitu durian, duku dan Tabulampot. Hanya saja yang dapat nomor cuma tabulampot,” ungkapnya.

Sebelumnya, bersangkutan juga juara ditingkat kabupaten, sehingga diberikan kesempatan ikut serta mewakili nama daerah. “Langsung diserahkan oleh Ibu Ganjar. Salah satu indikator penilaian yang membuat tabulampot itu juara karena keunikan buah yang lebat,” terangnya.

Dibeberkan olehnya, sebenarnya buah Durian Rembang tak kalah kualitasnya deng Durian kota Semarang yang menjadi pemenang sebagai pemenang. ” Dari segi rasa diakui lezat dari kandungan gula. Namun, daging buah kurang tebal saja,” bebernya.

Sedangkan untuk buah duku, Rembang masih kalah dengan Kudus yang menjadi juara pertama karena saat perlombaan, produksinya telah turun banyak. “Kami evaluasi, kekalahannya karena menurunnya produksi sehingga berpengaruh terhadap kualitas buah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Unik! Upacara Pakai Bahasa Jawa di Rembang

Gedung DPRD Blora Digeruduk Murid SD

Kunjungan murid SD Baitunnur di Kantor DPRD Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kunjungan murid SD Baitunnur di Kantor DPRD Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ada yang menarik di Kantor DPRD Blora pada Senin (29/02/2016). Tidak seperti biasanya, puluhan murid SD terlihat memadati gedung wakil rakyat tersebut. Adalah murid-murid dari SD Islam Baitunnur, yang ingin belajar mengenai seluk beluk yang ada di DPRD Blora.

Sri Handayani, Wakil Ketua DPRD Blora mengungkapkan, kedatangan anak-anak SD tersebut merupakan bentuk pembelajaran yang luar biasa. Karena menurutnya, jarang ada instansi pendidikan yang mengadakan lawatan ke kantor dewan. Ia mengapresi positif atas kunjungan anak-anak tersebut.

“Ini bentuk pembelajaran yang luar biasa. Di sini, kami jelaskan kepada anak-anak mengenai tugas-tugas yang dilakukan anggota dewan,” ungkapnya.

Ro’i Dwi S, salah satu guru SD Islam Baitunnur mengatakan, kunjungan seperti itu merupakan agenda rutin yang biasa dilakukan setiap tiga bulan sekali seusai ujian tengah semester (UTS). Untuk kali ini, pihaknya sengaja mengajak anak didik mengunjungi kantor dewan.

“Agar anak didik mengetahui sistem pemerintahan di DPRD Blora. Biasanya anak-anak mengunjungi obyek wisata atau instansi lain di wilayah Blora,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komisi D DPRD Kudus Temukan Pembangunan Gedung Sekolah yang Asal-asalan

Komisi D DPRD Kudus saat melakukan sidak di SDN 7 Kandangmas (Istimewa)

Komisi D DPRD Kudus saat melakukan sidak di SDN 7 Kandangmas (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi D DPRD Kudus kecewa dengan kualitas proyek pebaikan gedung sekolah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Saat melakukan sidak proyek pembangunan gedung SDN 7 Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Senin (29/2/2016), anggota Komisi D melihat masih adanya penggunaan material bangunan yang kurang berkualitas.

Anggota Komisi D Joko Siswanto mengatakan, pada sidak itu, pihaknya masih menemukan pelaksana proyek yang menggunakan gamping dan pasir lokal dengan kualitas buruk. “Pemasangan lantai juga terkesan asal-asalan. Lantai yang lama langsung ditumpuk dengan lantai keramik baru, sehingga berpotensi cepat rusak,” katanya.

Komisi D juga menemukan pengerjaan dinding yang asal-asalan dan pemilihan kayu untuk atap yang kurang bagus. “Proyek ini didanai anggaran dari uang rakyat, sudah seharusnya pengerjannya juga tidak asal-asalan,” ujarnya.

Ketua Komisi D Mukhasiron menambahkan, berbagai temuan pada sidak kali ini akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat koordinasi dengan SKPD terkait. Pihaknya berharap, proyek perbaikan gedung sekolah digarap dengan teliti, sehingga hasil bangunan mampu bertahan lama.

Mukhasiron tak ingin gedung gedung baru yang sudah dibangun, nantinya justru cepat mengalami kerusakan lagi. “Kualitasnya harus diperhatikan. Kami akan jadwalkan untuk kembali menggelar sidak proyek pembangunan sekolah dengan anggaran DAK lainnya,” katanya.

Kepala SDN 7 Kandangmas Giyanto mengatakan, sekolanya mendapat alokasi DAK sebesar Rp 826 juta lebih. “Teknis perbaikan kami serahkan sepenuhnya kepada tim teknis, semua pengerjaannya sudah sesuai dengan RAB yang disusun,” katanya

Editor : Kholistiono

Mantap Gan, Siswi SMK di Purwodadi Tambah Emas pada Kejuaraan Tinju Amatir

Tiga petinju wanita asal Grobogan Gita Sulistyani (kiri), Rohana, dan Darsiti didampingi dua pelatihnya berhasil mengukir prestasi mengesankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tiga petinju wanita asal Grobogan Gita Sulistyani (kiri), Rohana, dan Darsiti didampingi dua pelatihnya berhasil mengukir prestasi mengesankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Keikutsertaan kontingen Grobogan dalam kejuaraan tinju amatir pra yunior dan yunior 2016, berakhir gemilang. Dalam ajang tinju yang dilangsungkan di GOR Jatidiri Semarang sejak 23-28 Februari, kontingen Grobogan berhasil mendulang dua medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Tambahan satu emas didapat pada hari terakhir Minggu (28/2/2016) malam. Dalam laga final, Darsiti siswi SMK Pembangunan Nasional Purwodadi berhasil menjadi juara dalam pertarungan yang berlangsung seru dan menegangkan.

“Darsiti jadi juara yunior kelas 54 kg. Secara keseluruhan, keikutsertaan kita dalam ajang ini boleh dibilang melampui target. Saya angkat topi dengan kinerja dua pelatih, Pak Sugito dan Pak Siswoyo,” kata Kasi Pembinaan Olah Raga Disporabudpar Grobogan Eko Priyono.

Sebelumnya, satu petinju wanita asal Grobogan Gita Sulistyani terlebih dahulu berhasil meraih medali emas. Siswi SMPN 2 Purwodadi itu turun di kelas 46 kg pra yunior. Selain Gita, ada satu lagi petinju wanita pra yunior yang menembus babak final. Yakni, Rohana di kelas 51 kg. Sayang, dalam laga final, siswi SMPN 2 Purwodadi ini kalah dan hanya meraih medali perak.

“Meski dapat perak, namun pencapaian ini sudah istimewa. Lawannya di final memang cukup berat,” imbuh Eko.

Di samping itu, ada satu medali perunggu yang berhasil didapat kontingen Grobogan. Yakni, dari petinju pria Sutrisno.

Editor : Akrom Hazami

Pengamat Hukum: Mobil Dinas yang Dipakai Mantenan Melanggar Aturan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengamat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Advokasi Nasional Maskuri menilai, mobil dinas yang digunakan untuk mantenan atau acara pribadi lainnya menyalahi aturan.

“Kalau ada pejabat yang memperbolehkan penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan dinas, berarti menyalahi wewenang dan penetapan terkait penggunaan barang milik daerah (BMD),” ujar Maskuri saat kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia menambahkan, kendaraan dinas hanya boleh digunakan untuk keperluan dinas atau tugas dan fungsi pemerintahan. “Hal itu sudah diatur dalam Keppres Nomor 5 Tahun 1983 tentang Penghapusan Penyediaan Kendaraan Perorangan Dinas,” katanya.

Dalam Keppres tersebut, kendaraan dinas hanya diperbolehkan untuk operasional kedinasan. Tak hanya itu, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah.

“Dalam Pasal 15 ayat 1 dijelaskan, bahwa kendaraan dinas operasional atau kendaraan dinas jabatan disediakan untuk kegiatan operasional perkantoran,” imbuhnya.

Karena itu, ia menyayangkan bila ada oknum yang memakai kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi. “Mobil dinas mestinya digunakan untuk kepentingan kedinasan pula, bukan untuk pribadi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Mobil Bupati Pati Dipakai Mantenan Warga, Ini Reaksi Bupati

Nenek di Kaliori Rembang Tewas Tersengat Listrik

kesetrum

 

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang nenek di Dusun Karangudi,Desa Karangsekar, Kecamatan Kaliori, meregang nyawa akibat tersengat arus listrik, Minggu (28/2/2016) petang.

Korban diketahui bernama Sofiah (80) yang ditemukan tewas di belakang rumahnya. Tidak ada warga setempat yang tahu persis bagaimana kronologis peristiwa tersebut. Sebab, lansia itu tinggal sendirian di rumahnya.

Namun, pertama kali korban diketahui oleh seorang tetangga, nenek tersebut sudah tergeletak di belakang rumah. Saat itu, tetangganya langsung berteriak-teriak meminta tolong, sehingga masyarakat sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Diduga, saat kejadian Sofiah tengah memegang kabel listrik. Namun ada bagian yang terkelupas yang membuatnya tersengat hingga tewas.

Kepala Desa Karangsekar Jasmani ketika dikonfirmasi membenarkan ada warganya meninggal dunia gara-gara tersengat arus listrik. Lantaran dipastikan bukan karena korban kekerasan, jenazah Sofiah langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat, Minggu malam.

Menurut Jasmani, kondisi musim hujan seperti sekarang memang rawan terjadi orang tersengat listrik. Karena itu, dia menghimbau warga u
ntuk lebih berhati-hati.”Kami menghimbau warga untuk lebih waspada saat memperbaiki jaringan kabel listrik. Apalagi jika sehabis turun hujan,” pungkasnya, Senin (29/2/2016).

Editor : Kholistiono

Baca juga : Jembatan Trembes Ambrol, DPRD Rembang Salahkan Pemkab

Dalam Sepekan, Desa Banjarejo Grobogan Jadi Jujugan Tamu-tamu Penting

Pegawai dari Museum Ronggowarsito berkunjung ke Desa Banjarejo untuk mengambil dokumentasi benda kuno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pegawai dari Museum Ronggowarsito berkunjung ke Desa Banjarejo untuk mengambil dokumentasi benda kuno (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus Ahmad Taufik terlihat cukup sibuk dalam sepekan terakhir. Hal ini terjadi lantaran dalam kurun waktu satu pekan ini ada banyak orang penting yang berkunjung ke desanya. Tujuannya untuk melihat koleksi benda-benda kuno yang ditemukan di Desa Banjarejo.

“Aktivitas saya seminggu terakhir memang padat sekali. Soalnya, banyak tamu penting yang datang kesini. Kebetulan, koleksi benda kuno ini untuk sementara ada di rumah saya,” kata Taufik.

Tamu terbaru yang datang berkunjung hari ini, Senin (29/2/2016) berasal dari Museum Ronggowarsito Semarang. Selain melihat koleksi, kedatangan dua pegawai museum itubertujuan untuk mengambil dokumentasi benda-benda kuno yang ada disitu.

“Koleksi yang ada disini tadi sudah diambil gambar dan dicatat datanya. Katanya, koleksi disini akan diikutkan untuk kegiatan publikasi pra sejarah dan sejarah kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Terus terang, saya senang kalau koleksi di Banjarejo bisa dipublikasikan lebih luas,” imbuh Taufik.

Sehari sebelumnya, Minggu (28/2/2016) ada peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta yang berkunjung untuk mendampingi mahasiswa jurusan Arkeologi Universitas Gajah Mada. Beberapa hari sebelumnya, tim dari Balar juga berkunjung untuk melakukan observasi awal penelitian.

Pada hari Jumat (26/2/2016) beberapa orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Disbudpar Jawa Tengah juga sudah berkunjung ke desa yang diyakini jadi tempat berdirinya Kerajaan Medang Kamulan itu. Tujuan tim ahli yang dipimpin guru besar Undip Prof Totok Roesmanto tersebut bertujuan untuk melakukan serangkaian observasi lapangan.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Lagi, Fosil Ditemukan di Banjarejo Grobogan

Hantu Ular Nyeberang di Jalan Besito Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Hati-hatilah saat di jalan raya. Sebab banyak hal mistis yang tiba-tiba datang. Ini menakutkan, tapi tetaplah tenang.

Seperti yang diceritakan Fajar, salah satu warga Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Fajar menceritakan pengalamannya kepada MuriaNewsCom.

Saat itu, Fajar baru pulang dari acara Manakiban di rumah temannya di Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Dia pulang dengan temannya, Rendi. Keduanya pulang menggunakan sepeda motor sendiri-sendiri. Tepatnya sekitar pukul 22.00 WIB.

Malam yang belum begitu larut membuat suasana jalan raya masih tak terlalu sepi. Udara malam sudah terasa dingin. Keduanya menembus kegelapanan malam.

Saat keduanya melewati perempatan Panjang ke utara arah Perempatan Besito. Tepatnya sebelum kantor KUD di Kecamatan Gebog. Mereka mengalami hal yang tak biasa.

Di sekitar kanan dan kiri jalan tampak hamparan sawah. Tiba-tiba dari arah selatan ada ular berukuran kaki orang dewasa, menyeberang jalan. Ular hitam menyeberang hampir 5 menitan. Keduanya langsung berhenti dengan mengerem mendadak. “Kenapa berhenti?,” tanya Rendi.

Fajar hanya diam saja. Rendi heran dengan tingkah temannya. Sambil menunggu jawaban Fajar, Rendi berhenti di samping sepeda motor Fajar.

Setelah hampir 5 menit, ular pun selesai menyeberang. Fajar langsung tancap gas tanpa berkata apa-apa. Rendi semakin heran sambil melanjutkan perjalanan di belakang Fajar.

“Kamu tidak tahu kalau ada ular lewat? Makanya saya berhenti,” jawab Fajar saat motornya didekati motor Rendi.
Rendi benar tidak paham dengan apa yang terjadi. Rendi hanya geleng-geleng kepala. “Saya tidak tahu ada ular lewat tadi,” kata Rendi.

Keduanya pun berlalu sambil meninggalkan tanda tanya besar. Tanda tanya tentang ular misteri tersebut. Kirim cerita mistismu di MuriaNewsCom. Bisa dikirim ke email red.murianews@gmail.com. Atau ke fanspage MuriaNewsCom, atau via SMS dengan format CERITA MURIA kirim ke : 0878 3136 9213 atau 0857 2942 6988. Kami akan menghubungimu. Kami tunggu ceritamu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Misteri Kuntilanak Bonceng Sepeda Motor 

Sosok Pocong Sering Muncul di Kampus Bekas Kuburan di Kudus

Mbak Hantu yang Tiba-tiba Hilang di Pertigaan 

Setan Jebak Sepeda Motor di Hutan Jati 

Banyaknya Pelajar di Bawah Umur yang Gunakan Sepeda Motor ke Sekolah Dikeluhkan Sopir di Pati

Ilustrasi pelajar di bawah umur yang menggunakan sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ilustrasi pelajar di bawah umur yang menggunakan sepeda motor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pati Suyanto mengatakan, banyak sopir angkutan di Pati yang mengeluh terkait dengan banyaknya pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor.

Hal itu dinilai mengurangi penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum. Selain itu, pelajar di bawah umur mestinya dilarang, karena melanggar peraturan.

“Meski sekolah tidak menyediakan parkir untuk sepeda motor, tapi mereka biasanya disediakan di sekitar sekolah. Selain melanggar peraturan lalu lintas, hal itu mengancam keberadaan angkutan umum karena berimbas sepinya penumpang dari kalangan pelajar,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta kepada pihak terkait untuk lebih gencar memberikan sosialisasi dan larangan bagi pelajar di bawah usia 17 tahun yang menggunakan sepeda motor.

Terlebih, pelajar di bawah umur yang memakai kendaraan bermotor rentan menyebabkan kecelakaan. “Dampaknya sangat luas. Selain soal angkutan umum, kondisi psikologi yang masih labil sering menyebabkan kecelakaan,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Keberadaan Becak Motor di Pati Jadi “Ancaman” Bagi Angkutan Umum

Bupati Blora Minta Petani di Cepu Kelola Irigasi dengan Baik

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Petani di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora melakukan panen raya padi varietas ciherang pada Senin (29/02/2016).

Bupati Blora Djoko Nugroho yang hadir dalam kesempatan itu mengingatkan, agar petani bisa memanfaatkan pengairan yang ada. Pasalnya, air di daerah tersebut cukup lebih dibanding daerah lain.

“Kecamatan Cepu merupakan lumbung padi, selain Kecamatan Kedungtuban. Jangan menjual hasil panen padi kepada tengkulak,” kata bupati.

Di sisi lain, Reni Miharti, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora mengatakan, bahwa Blora akan melaksanakan pembangunan infrastruiktur irigasi sebagai upaya peningkatan produksi pertanian.

Reni juga menjelaskan, bahwa ada enam poin untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni sarana irigasi, penyediaan benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian, penanggulangan organisme, pengganggu tanaman dan penyuluhan secara intensif. “Poin-poin ini sebenarnya sudah dilakukan oleh temen-teman babinsa di Jajaran Kodim 0721/Blora dan PPL selaku pendampingpetani,” jelas Reni.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Tanaman Padi Varietas Ciherang Milik Petani di Ngadipurwo Blora Diserang Hama Jamur

Bupati Pati Santuni Korban Kebakaran Rumah Akibat Obat Nyamuk

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan bantuan kepada Umbar, korban kebakaran akibat obat nyamuk bakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran akibat obat nyamuk yang menyebabkan rumah milik Umbar (59), warga Desa Sidoluhur RT 4 RW 1, Kecamatan Jaken, Pati ludes terbakar membuat Bupati Pati Haryanto turun ke lapangan untuk memberikan santunan.

Bantuan yang diberikan bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati itu berupa kasur, beras, obat-obatan, dan mi instan. “Ini memang sudah menjadi bagian dari program kemanusiaan,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang cepat tanggap membantu memadamkan kebakaran. Pasalnya, lokasi kebakaran memang sulit dijangkau mobil unit pemadam kebakaran.

Karena itu, pihaknya bakal merealisasikan program unit pemadam kebakaran di setiap kawedanan supaya bisa menjangkau daerah-daerah pelosok sekalipun. “Saya sudah berulang kali mengusulkan damkar, karena keberadaan damkar memang penting supaya tidak ada peristiwa serupa menimpa Pak Umbar,” katanya.

Sementara itu, Umbar mengatakan, masih bisa bersyukur karena diberikan keselamatan saat kebakaran terjadi. “Saat kebakaran, warung mainan dan barang-barang rumah banyak yang habis terbakar,” tuturnya.

Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah memberikan bantuan. “Kami ucapkan terima kasih, karena Pak Bupati mau jauh-jauh datang dan memberikan bantuan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Mobil Bupati Pati Dipakai Mantenan Warga, Ini Reaksi Bupati

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto masih enggan memberikan jawaban kendati pesan singkat sudah dilayangkan sejak Senin siang. Padahal Gubernur Ganjar Pranowo telah meminta yang bersangkutan untuk memberi penjelasan.

Seperti yang disampaikan melalui akun Tweeter @ganjar pranowo menjawab tweet dari akun @jokamq313 yang mengetweet “@ganjarpranowo ngeten iki sing salah bupatine nopo bocahe?” pada Minggu (28/2). Tweet tersebut langsung dibalas oleh @ganjarpranowo”Mboten angsal Cc @humassetdapati @kabupaten_pati monggo dijelasakan”.

Sementara itu Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Pemkab Pati Rasiman enggan berkomentar saat ditanya soal mobil dinas Bupati Pati K 1 A yang dipakai seorang warga untuk acara mantenan di Kebumen.

“Saya belum bisa memberikan keterangan terkait masalah itu,” ujar Rasiman singkat, saat dihubungi MuriaNewsCom melalui telepon seluler, Senin (29/2/2016).

Sebelumnya, persoalan mobil dinas K 1 A yang dipakai untuk mantenan menuai hujatan dari netizen setelah akun Ika Pus Pita di Facebook. Beragam komentar miring pun terus menjadi pembicaraan.

Akun Ika Pus Pita pun mendadak menjadi “artis lokal” usai menjadi topik pembicaraan netizen seantero Pati. “Pamer mobil K1A untuk mantenan dikira keren, padahal itu melanggar aturan. Mobil dinas itu milik negara, bukan milik pribadi,” kata salah satu netizen yang enggan disebut namanya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Mobil Bupati Pati Dibuat Acara Mantenan Bikin Geger 

Foto Mobil Dinas Bupati Pati Bikin Geger, Pengunggah Minta Maaf, Gubernur juga Angkat Bicara

15 Kelompok Tani di Jepara Terima Bantuan Alat Mesin Pertanian

 Penyerahan alat mesin pertanian kepada kelompok tani (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Penyerahan alat mesin pertanian kepada kelompok tani (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 15 kelompok tani di Kabupaten Jepara menerima bantuan alat dan mesin pertanian, terdiri dari 13 hand traktor dan 2 traktor roda empat. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui dana APBN, yang diserahkan oleh Wakil Bupati Jepara Subroto.

Selain itu, penyerahan juga dihadiri anggota Komisi IV DPR RI Fadholi, Komisi VIII Khoirul Muna, Komisi IX Ali Mahir, dan Komisi XI Donny Imam Priambodo. Penyerahan dilakukan di Pendapa Alit atau Rumah Dinas Wakil Bupati Jepara.

Subroto mengharapkan, agar peralatan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup petani. “Dengan adanya bantuan itu, diharapkan petani dapat meningkatkan produksi pertanian dari tahun sebelumnya. Anggaplah bantuan ini untuk meningkatkan kehidupan kalian. Jadilah kelompok tani panutan untuk perubahan Jepara lebih maju kedepannya,” ujar Subroto, Senin (29/2/2016).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Jepara Wasiyanto menjelaskan, bahwa ke 15 kelompok tani penerima Alat mesin pertanian tersebut merupakan hasil verifikasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jepara.

Ia juga mengharapkan, dengan adanya bantuan alsintan itu, para petani dapat meningkatkan semangat kerja dalam mengolah lahan pertanian milik mereka sehingga mampu menghasilkan produk-produk pertanian.

“Harapannya, bantuan yang diterima tersebut sangat membantu mereka dalam mengolah lahan pertanian. Dengan adanya alsintan itu, waktu yang digunakan untuk mengolah hasil pertanian dan mencangkul di sawah sudah bisa digunakan untuk pekerjaan yang lain,” katanya.

Editor : Kholistiono

Keberadaan Becak Motor di Pati Jadi “Ancaman” Bagi Angkutan Umum

Seorang pengendara becak motor melintas di Terminal Tayu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengendara becak motor melintas di Terminal Tayu Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Keberadaan becak motor di Pati dinilai menjadi ancaman dan menyebabkan sejumlah polemik tersendiri bagi angkutan umum. Hal itu diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pati Suyanto.

“Bagi sopir angkutan umum, keberadaan becak motor memang cukup dilematis. Karena itu, kami meminta kepada pemerintah supaya ada pengaturan dan penataan rute untuk becak motor,” ujar Suyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia mengatakan, masalah tersebut sebetulnya sudah menjadi polemik klasik. Karena itu, butuh adanya solusi yang bisa memecah kendala tersebut.

“Kabarnya, saat ini sudah ada paguyuban becak motor di Pati. Padahal, keberadaan becak motor sendiri melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” imbuhnya.

Becak motor, kata dia, biasanya melanggar Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) lantaran tanpa ada pengujian terlebih dahulu. “Selain bermasalah dengan angkutan umum, becak motor juga biasanya tidak dilengkapi dengan SIM, rawan keselamatan, dan tanpa pelat kendaraan,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Sopir AKDP Protes Rute Baru Menuju Terminal Tayu

Pedagang Burung Mengaku Pendapatannya Merosot Sejak Pindah di Lokasi Baru

Beberapa pedagang burung di lokasi yang baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa pedagang burung di lokasi yang baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pedagang burung yang menempati lokasi baru di Kecataman Jati, mengaku pendapatannya menurun. Pembeli yang datang ke lokasi baru ini cenderung sepi, tak seperti di lokasi lama, yakni di Pasar Johar.

Seperti halnya diungkapkan Arifin, salah satu pedagang burung. Menurutnya, selama sebulan para pedagang dipindah,pembeli yang datang hanya sebagian kecil. “Biasanya ramai kalau di tempat lama, tapi semenjak di tempat baru ini, jumlah pembeli merosot. Bahkan sebulan ini jarang ada pembeli,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk sekarang ini, pembeli yang datang ke lokasi baru hanya langganan dipasar lama. Itu pun, katanya, langganan yang sudah memiliki kontak handphone. Sedangkan, langganan yang tidak punya kontak, tidak ada datang lagi.

Dia mengatakan, jika di lokasi lama mampu menjual minimal satu burung dalam seharinya, berbeda dengan di lokasi baru sekarang ini, yang sulit untuk bisa serupa dengan di lokasi lama. “Paling, kalaupun ada yang datang juga hanya datang dan hanya lewat saja. Jadi pembelinya sangat jarang,” ungkapnya.

Tidak hanya penghasilan yang merosot drastis, pedagang juga mengganggap kalau pemindahan ke lokasi baru belum diketahui banyak orang. Sebab, langganan yang lama juga tidak mengetahui kalau pasar burung dipindah.

Hal senada juga disampaikan dari Waseng. “Kalau pendapatan berkurang, ya jelas. Tapi tidak terpaut jauh ketika di lokasi lama, karena sudah punya langganan,” ujarnya.

Selain itu, posisi kiosnya juga diuntungkan dengan bertempat di depan. Sehingga pembeli sekali masuk akan melihat kios miliknya. Hal itu mempermudah pembeli.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ratusan Pedagang Hewan Berebut Menempati Lapak Baru di Pasar Burung

BPMPKB Kudus Bina Perempuan Agar Semakin Terampil

iklan cukai kudus-3-tayang 29 februari 2016-pukul 19.00 wib

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 9 Ayat (1) Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Kudus membina ratusan kelompok ekonomi perempuan se Kudus. Ini dilakukan agar para perempuan menjadi lebih terampil dan berdaya guna.

Pembinaan dilakukan kepada 250, yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok ekonomi perempuan di Kudus. Sehingga ilmu yang sudah diperoleh, akan dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan perekonomian kelompok ekonomi perempuan yang ada di Kudus. ”Sehingga kesejahteraan mereka semakin terasa,” kata Kepala BPMPKB Kudus Sumiyatun.

Semangat tersebut, memang senantiasa diusung BPMPKB Kudus. Sehingga itu diwujudkan dengan menggelar sejumlah program penguatan ekonomi masyarakat. Di antaranya dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan bagi kaum perempuan di Kudus.

Program yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) itu meliputi berbagai macam aneka pelatihan. Mulai dari tata boga, daur ulang sampah, kerajinan, hingga pemanfaatan potensi desa.

Sebagai landasan, BPMPKB Kudus berpedoman pada dua regulasi yang mengatur tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Pada pasal 7 ayat (1) huruf a di peraturan menteri itu disebutkan, Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT. Sedangkan pada huruf f: Penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tem bakau dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengang guran dan mendorong pertumbuh an ekonomi daerah dilaksanakan antara lain melalui bantuan per modalan dan sarana produksi.

Selain itu, juga mengacu pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus Lampiran III.A.3. Program Pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.5)f) Penguatan ekonomi masyarakat dilingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan usaha bagi perempuan.

Sebelum program digelar, BPMPKB melakukan proses pembentukan kelompok perempuan yang masing-masing beranggotakan delapan orang. Pada 2012, terdapat 30 kelompok atau 240 orang yang meng ikuti pelatihan. Tahun berikutnya, yakni 2013, peserta pelatihan meningkat menjadi 312 orang yang tergabung dalam 39 kelompok. Tahun 2014, pelatihan dilakukan dengan lebih banyak melibatkan peserta, yaitu 720 orang yang tergabung dalam 90 kelompok. Sedangkan pada 2015 sebanyak 250 peserta.

Materi pelatihan yang diberikan tidak selalu sama. Masing-masing kelompok pelatihan menekuni jurusan keterampilan yang berbeda, disesuaikan potensi yang ada di wilayah tersebut. Misalnya, di wilayah Kecamatan Jekulo yang banyak terdapat tanaman tebu dan jagung, maka materi yang diberikan adalah pelatihan membuat aneka souvenir dari bahan kulit tebu dan jagung.

Untuk wilayah lain, materinya juga beragam. Antara lain membuat produk inovasi daur ulang sampah, aneka olahan umbi, keripik kulit pisang, aneka souvenir plastik, hingga membuat kue kering mocaf atau ketela. Setiap satu sesi pelatihan, diikuti tiga kelompok atau 24 orang. Untuk pengisi materi atau instrukturnya, BPMPKB Kudus mendatangkan tenaga ahli dan berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Dengan program ini, maka kaum perempuan bisa semakin kreatif dalam membantu penguatan ekonomi keluarga. Selain itu, mampu secara maksimal memanfaatkan potensi di lingkungannya menjadi produk yang memiliki daya jual serta berkualitas.

Selain di Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kudus, pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari kain perca juga digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus. Seperti halnya di BPMPKB, pelatihan di BLK juga di biayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Selain itu, pelatihan ini juga digelar secara gratis.

”Kami ingin menjadikan kaum perempuan di Kudus lebih kreatif dan mampu memberikan kontribusi pada ekonomi keluarga mereka masing-masing,” kata Sajad, kepala UPT BLK Kudus. (ads)

4 Bayi di Blora Lahir Tepat di Tahun Kabisat

Nur Sari Hijrahertanto saat menimang anak perempuannya yang baru lahir. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Nur Sari Hijrahertanto saat menimang anak perempuannya yang baru lahir. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Empat bayi di Kabupaten Blora, lahir pada Tahun Kabisat. Orang tua keempat bayi tersebut merasa senang dan berharap bayi mereka kelak akan menjadi anak-anak yang istimewa seperti tanggal kelahirannya yang istimewa.

Tahun kabisat adalah tahun yang mengalami penambahan satu hari dalam setiap empat tahun sekali. Di mana pada Februari yang biasanya hanya berakhir di tanggal 28.

Namun khusus di tahun kabisat bulan Februari ditambahkan menjadi 29 hari kalender. Sehingga bagi anak yang lahir di hari ini hanya bisa berulang tahun satu kali dalam empat tahun

29 Februari 2016 menjadi tanggal yang sangat membahagiakan bagi pasangan suami istri Nur Sari Hijrahertanto (33) dan Yanita Andam Sari (24), warga Jalan Gunung Selamet Nomor 4 RT 03 RW 01, Kelurahan Tempelan, Blora. Putri kedua mereka lahir pada pukul 1.30WIB di RSU Permata Blora.

Nur Sari Hijrahertanto mengungkapkan, mengenai pemberian nama bayi perempuan yang lahir normal dengan bobot 3,25 kilogram dan panjang 47 sentimeter itu, dirinya akan berkonsultasi dulu dengan tokoh agama. “Kami akan ke kiai dulu, dan Insya Allah akan ke Gus Mus Rembang,” ujarnya.

Namun, menurutnya, dari petuah Kiai Maimun Zuber, jika anak perempuan bisa diberi nama dengan awalan huruf yang sesuai dengan nama bapaknya. Sementara, kalau laki-laki diberi nama sesuai dengan huruf awalan nama ibu. “Anak saya perempuan, jadi namanya akan diawali dengan huruf N,” imbuhnya.

Ia katakan, sebenarnya istrinya sudah merasakan kalau perutnya mulas, tanda-tanda melahirkan pada Sabtu lalu. Namun, ketika dibawa ke RSU Permata Blora, ternyata belum ada menunjukkan tanda-tanda si jabang bayi lahir, hingga pada Senin, pukul 1.30 WIB, sang jabang bayi yang ditunggu akhirnya lahir.

Selain putri pasangan Sari Hijrahertanto (33) dan Yanita Andam Sari (24), data yang dihimpun MuriaNewsCom dari RSU Permata Blora, ada tiga bayi lainnya yang lahir pada tanggal yang sama, yakni bayi laki-laki dari pasangan Yoto (42) dan Sulipah (32) warga Blumbangrejo, Kunduran. Kemudian, ada bayi perempuan dari pasangan Sartono (30) dan Catur (30), warga Sendangharjo, Blora dan bayi perempuan dari pasangan Dwi Setyono (25) dan Irma Dwi (23) warga Kamolan, Blora.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Jadi PNS Nyambi Bisnis Jilbab? Kenapa Tidak

Jembatan Trembes Ambrol, DPRD Rembang Salahkan Pemkab

Komisi C DPRD Rembang meninjau lokasi Jembatan Trembes yang ambrol, Senin (29/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Komisi C DPRD Rembang meninjau lokasi Jembatan Trembes yang ambrol, Senin (29/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jembatan Trembes penghubung Kecamatan Gunem – Pamotan, ambrol pada Minggu (28/2/2016) malam, sekira pukul 23.00 WIB. Mendengar kabar tersebut, Komisi C DPRD Rembang segera meninjau lokasi guna melaksanakan tugas pengawasan.

Ketua Komisi C DPRD setempat, Widodo, mengatakan ambrolnya jembatan dikarenakan pondasi di bawah tergerus oleh derasnya air. Selain itu, ia juga menyoroti terkait perawatan jembatan yang dilakukan Pemkab Rembang.

“Saya baru dapat informasi tadi malam. Ada jembatan penghubung Gunem dan Tegal Dowo, ambrol. Tadi kami sidak, hasilnya kerusakan pondasi jembatan akibat derasnya air. Selain itu, dari pihak Pemda agak telat pemeliharaannya,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Dijelaskan olehnya, jembatan yang berada di Desa Trembes Kecamatan Gunem itu sudah berumur tua dan sudah waktunya untuk diperbaiki. “Jembatannya sudah lama, sudah waktunya direnovasi. Kebetulan digerogoti sama air. Jadinya, ambrol,” jelas Widodo.

Menurutnya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang berencana untuk membuat jembatan melintang dari pohon glugu di atas jembatan ambrol. Sehingga untuk sementara waktu bisa dilewati, meskipun cukup berbahaya.

“Informasinya, rencana BPBD akan menindaklanjuti dengan beli glugu. Hari ini mau diselesaikan dengan pembuatan jembatan dari glugu. Yang terpenting, agar masyarakat tidak terisolasi,” tandasnya.

Ia menambahkan, ada usulan lain dari masyarakat setempat untuk pembuatan jembatan darurat di sebelah timur jembatan yang ambrol. “Ada usulan juga untuk membuat jembatan darurat,” tambahnya.

Pihaknya mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk sesegera mungkin membuatkan jembatan baru. “Kami akan berkoordinasi dengan DPU untuk segera menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Video – Nyatakan Maju di Pilkada Jepara, Arwin Klaim Dapat Restu dari Wakil Bupati

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto secara resmi menyatakan diri maju sebagai Bakal Calon Bupati, setelah mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon di kantor partai PDIP Jepara, Senin (29/2/2016). Dia mengaku telah mendapatkan restu dari sejumlah pihak, termasuk Wakil Bupati Jepara Subroto.

“Saya sudah mendapatkan restu dari orang tua, dan Pak Wabup. Saya sempat menghadap ke Pak Wabup dan beliau meminta keinginan saya untuk maju dilanjutkan saja,” ujar Arwin kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, meski bupati dan wakil bupati yang saat ini masih menjabat belum secara terang-terangan maju lagi sebagai bakal calon di Pilkada 2017,namun, dirinya tidak sungkan-sungkan untuk terlebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati.

“Ini saya mengawali untuk terang-terangan. Saya pilih partai PDIP karena yang sudah membuka pendaftaran dan beberapa pertimbangan lainnya,” ungkap Arwin.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sejauh ini dirinya cukup optimistis mampu berkompetisi di pilkada ini. Bahkan, dirinya siap menantang siapa saja, dengan berbagai acara agar memenangkan Pilkada 2017.

“Saya siap dan mantap untuk maju dan memenangkan Pilkada 2017 sebagai Bupati Jepara,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Pilkada Jepara Semakin Seru, Seorang PNS Ramaikan Bursa Pencalon Bupati

Pilkada Jepara Semakin Seru, Seorang PNS Ramaikan Bursa Pencalon Bupati

Arwin Nur Isdiyanto mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di kantor PDIP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Arwin Nur Isdiyanto mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di kantor PDIP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Jepara bernama Arwin Nur Isdiyanto meramaikan bursa Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017. Dengan berseragam PNS, dia mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon bupati di Kantor PDIP, Senin (29/2/2016) siang.

Arwin yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara, mengaku sangat siap menjadi orang nomor satu di Kota Ukir. Dia mengaku mendapatkan dorongan yang kuat, baik dari rakyat maupun maupun pejabat desa di sejumlah desa yang ada di Jepara.

“Saya memilih PDIP ini karena partainya besar dan bisa mengusung calon. Selain itu, visi dan misi PDIP juga sesuai arah dan tujuan saya untuk memajukan Jepara agar lebih baik,” ujar Arwin kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebagaimana pendapat masyarakat, dirinya dianggap layak menduduki posisi orang nomor satu. Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, juga tidak memiliki skandal. Sebelum menyatakan secara resmi keinginannya untuk mencalonkan diri dan mendaftar di PDIP, dirinya sudah memulai wacana tersebut beberapa pekan yang lalu melalui akun facebooknya.

“Banyak yang memberikan dukungan melalui sosial media. Hingga akhirnya saya memantapkan diri untuk mencalonkan diri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPC PDIP Jepara Dian Kristiandi mengatakan, pihaknya bertugas membuka penjaringan bakal calon saja. Untuk keputusan siapa yang akan diusung PDIP, bakal ditetapkan DPP.

“Setelah mendaftarkan, dengan mengambil formulir. Nantinya bakal calon mengembalikan formulir yang sudah diisi dan dipenuhi segala persyaratannya. Seperti KTP, NPWP dan  lainnya sebagaimana yang disyaratkan oleh KPU,” kata Dian.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Nyalon Bupati Jepara, Aris Isnandar : Ada yang Mendorong Saya Maju

Tak Sesuai Takaran, 1 Pompa di SPBU Proliman Tanjung Disegel

Petugas SPBU sedang menakar BBM ke alat ukur. (MuriaNewsCom)

Petugas SPBU sedang menakar BBM ke alat ukur. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 17 SPBU yang terdapat di Kudus telah selesai dilakukan tera ulang. Dari 17 SPBU tersebut, ditemukan satu buah pompa pengisian BBM yang bermasalah.

Hal itu diungkapkan Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Nurarti Sulistiyani kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, satu buah pompa yang rusak itu terdapat di SPBU Proliman Tanjung,Kecamatan Jati.

“Di tempat ini, ditemukan satu pompa pengisian BBM yang sudah tidak sesuai ukuran. Tapi, pompa tersebut memang sudah tidak digunakan lagi.Pemilik dan pengelola SPBU sudah tak menggunakan pompa tersebut sejak jauh hari sebelum ada tera ulang, jadi tak ada konsumen yang dirugikan,” katanya.

Menurutnya, oleh pemilik pompa tersebut bakal dilakukan perbaikan. Namun, ditegaskannya, setelah dilakukan perbaikan, terlebih dahulu harus dilakukan tera ulang sebelum digunakan kembali.

Melihat pompa yang rusak itu, pihak UPT Metrologi Wilayah Pati yang didampingi Dinas Dagsar juga melakukan penyegelan terdapat pompa tersebut. “Kalau misalkan pemilik sampai melakukan kecurangan dan ketahuan, maka ancaman dendanyabisa mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.

Proses tera di Kudus berlangsung selama lima hari. Dimana, hari ini adalah hari terakhir pengukuran ulang. SPBU di Desa Cendono,Kecamatan Dawe merupakan yang terakhir dilakukan tera.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Mulai Hari Ini 17 SPBU di Kudus Ditera Ulang

Biar Tak Angker, Air Mancur Pendapa Pemkab Kudus Akan Dibuat Seperti Ini

Pekerja melakukan perbaikan taman air di Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pekerja melakukan perbaikan taman air di Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus berencana akan memasang lampu hias di taman air yang ada di halaman depan kantor pendapa.

Tujuannya, supaya air mancur lebih semarak dan menghilangkan kesan angker mengingat sebelumnya, penerangan yang ada masih kurang maksimal.

Salah satu staf Bagian Umum Pemkab Kudus Joko Cahyono mengatakan, sebelumnya air mancur taman pendapa saat malam hari terlihat gelap. Sebab tidak ada lampu penerangnya.”Karenanya, ditambah lampu hias untuk penerangnya,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, nantinya taman yang berada di depan pendapa tersebut akan diberi lampu LED sebanyak 10 buah, yang akan dipasang di beberapa titik. Yakni untuk tegangan 50 watt dan lampu tembak 5 buah.

Lampu akan dipasang dekat gapura pendapa kanan dan kiri, di sebelah papan nama pendapa dan dekat air mancur. Sedangkan lampu tegangan 100 watt sebanyak 5 buah ini akan dipasang di sekitar air mancur.

Lampu tersebut yaitu tiga warna yakni merah, biru dan hijau. Selain keindahan yang akan ditunjukan oleh sorotan lampu hias tersebut, air mancur ini juga ada dua jenis gerakan. Yakni gerakan mancur ke atas dan melengkung. Namun dari kran air mancur tersebut selama 30 menit sekali akan bergantian. Yang mulanya memancurkan ke atas, nanti bisa berubah melengkung dan sebaliknya.

Editor : Akrom Hazami

Perempatan UMK Bakal Dipasang Traffic Light

Pengendara sedang melintas di Perempatan UMK (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengendara sedang melintas di Perempatan UMK (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Semakin padatnya arus lalu lintas di kawasan Universitas Muria Kudus (UMK) membuat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus mengambil kebijakan untuk memasang traffic light di perempatan dekat UMK.

Kabid LLAJ pada Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, pemasangan traffic light bakal dilakukan pada tahun ini.

“Kami sudah melakukan kajian lama, dan hasilnya memang di daerah itu membutuhkan pemasangan traffic light. Makanya tahun ini akan dipasang. Namun, untuk persisnya kapan masih belum tahu. Mungkin Maret atau April,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan, pihak Dishubkominfo juga sudah melupakan koordinasi dengan pihak Satlantas terkait pemasangan traffic light tersebut. Hasilnya, memang disana membutuhkan pemasangan traffic light.”Apalagi mahasiswa disana juga banyak. Sehingga membutuhkan traffic untuk mengatur arus lalu lintas di sana,” imbuhnya.

Selain disana, pihaknya juga sudah mengkaji tentang pemasangan traffic. Rencananya, traffic juga akan dipasang di Perempatan Desa Burikan, Kecamatan Kota.

Berbeda dengan di Perempatan UMK yang memang banyak pengguna jalan. Berdasarkan kajian,di Perempatan Burikan, pengendara yang melintas tidak setinggi di Perempatan UMK. Meski demikian kondisi disana membutuhkan traffic.

Editor : Kholistiono

Baca juga : 4 Traffic Light di Kudus Ini Sering Dilanggar Pengendara

Ada Kos di Pati yang Mencurigakan? Laporkan Saja ke Polisi

Rumah kos di Pati yang dijadikan tempat produksi uang palsu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rumah kos di Pati yang dijadikan tempat produksi uang palsu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menyatakan perang untuk memberantas penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pati. Karena itu, warga Pati diminta berperan aktif untuk melaporkan bila ada penyalahgunaan narkotika.

“Kami berharap agar masyarakat ikut berperan memberantas penyalahgunaan narkotika dengan sosialisasi, termasuk ikut aktif melaporkannya kepada polisi,” kata Setijo kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Ia juga berpesan kepada warga untuk selalu waspada kepada seseorang yang aktivitasnya mencurigakan. Misalnya, orang tak dikenal yang statusnya kos atau kontrak dengan aktivitas yang mencurigakan.

“Jangan biarkan lingkungan di sekitar kita menjadi tempat peracikan atau pembuatan narkotika. Segera laporkan kepada polisi setempat kalau ada yang mencurigakan,” imbuhnya.

Efek dari penyalahgunaan narkotika, lanjutnya, bisa menimbulkan ketagihan, hayalan, halusinasi, dan efek rangsangan yang berlebihan. Dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkotika bersifat mematikan.

“Sanksi hukum terkait dengan penyalahgunaan narkotika itu sangat berat. Jadi, jangan sampai hal itu menjadi preseden buruk bagi pelaku di masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga : 3 Kecamatan di Kabupaten Pati Rawan Peredaran Narkoba 

Editor : Kholistiono