Antisipasi Kejadian di Wilayah pada Bulan K3 Pura Group

Karyawan Pura Group Kudus sedang membersihkan lingkungan sekitar perusahaan, yang menjadi salah satu dari evaluasi kegiatan K3 tahun 2015. ISTIMEWA

Karyawan Pura Group Kudus sedang membersihkan lingkungan sekitar perusahaan, yang menjadi salah satu dari evaluasi kegiatan K3 tahun 2015. ISTIMEWA

 

MuriaNewsCom, Kudus – Evaluasi Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2015 di lingkungan Pura Group Kudus, dimaksudkan untuk mencegah terjadinya berbagai kemungkin negatif yang bisa saja terjadi.

Manager General Affair Pura Group FA Iwan Wijaya mengatakan, dalam mengisi bulan K3 tahun 2015, Pura Group memang melaksanakan berbagai kegiatan.

”Ini sebagai tindak lanjut evaluasi tahunan penerapan K3 di perusahaan. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi safety ridding, pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan pengecatan zebra cross di sekitar perusahaan,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Kegiatan lainnya adalah seminar kesehatan atas pencegahan dan penanganan dini terhadap penyakit-penyakit yang sekarang baru menjadi trend di masyarakat. Misalnya saja kanker servixs dan kanker payudara.

”Termasuk kita juga adakan lomba penanggulangan kebakaran, pelatihan penanganan terror, dan pembersihan lingkungan sekitar perusahaan,” jelasnya didampingi Humas Noor Faiz.

Menurut Iwan, hal tersebut dilakukan, sebagai pelaksanaan evaluasi K3 Tahhun 2015. Serta untuk mengingatkan dan antisipasi dini terhadap berbagai kejadian, yang mungkin bisa terjadi.

”Di antaranya masih banyaknya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya oleh karyawan, rawan dan maraknya penyakit kaum ibu. Karena jumlah karyawan di Pura juga banyak,” katanya.

Termasuk juga antisipasi penyakit musiman. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD), antisipasi penanganan terhadap kemungkinan yang bisa terjadi seperti teror, dan sebagainya.

Iwan menambahkan, dengan adanya kegiatan seperti di atas, diharapkan segenap karyawan dapat lebih waspada. Termasuk melakukan antisipasi dini terhadap kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi.

”Baik untuk diri sendiri maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Merie

Pemkab Blora Kewalahan Atasi Keberadaan Anak Jalanan, Ini Sebabnya

Beberapa anak sedang mengamen di salah satu perempatan jalan di wilayah Cepu (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Beberapa anak sedang mengamen di salah satu perempatan jalan di wilayah Cepu (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan anak jalanan di Blora cukup banyak ditemui di beberapa tempat strategis. Seperti halnya, di beberapa perempatan jalan protokol yang ada di wilayah Cepu. Di perempatan Jalan Dipenegoro Cepu contohnya, segerombolan anak jalanan tanpa alas kaki dengan cekatan mendekati kendaraan yang berhenti, untuk mengamen di hadapan pengendara.

Dodi, salah satu anak jalanan yang setiap harinya menenteng gitar, mengaku, jalanan merupakan tempat untuk mengais rezeki. Bocah yang duduk di bangku kelas VI tersebut juga menyatakan, jika di jalanan itu untuk mengisi waktu usai sekolah dan ketika libur.“Karena dengan seperti ini saya dapat duit,” kata Dodi.

Terkait dengan keberadaan anak jalanan, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora, mengaku belum bisa maksimal melakukan penanganan. Pasalnya, sampai saat ini anak jalanan sangat sulit untuk di koordinir dan dimasukkan ke dalam panti.

Selain itu, belum adanya panti khusus anak jalanan rupanya juga menjadi salah satu indikator ketidak maksimalan penanganan tersebut.

Hartanto Wibowo, Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Disnakertransos Blora mengaku, sampai saat ini pihaknya masih belum bisa menyebut jumlah anak jalanan di Blora. Menurutnya, pembinaan anak jalanan sejauh ini masih sering salah. Yakni, banyak anak jalanan yang berminat dengan dunia musik, namun justru dibina untuk mengikuti pelatihan bidang lain, di antaranya menjahit. “Hal iniyang mebuat mereka tidak betah di panti,” katanya.

Menurutnya, keberadaan panti khusus anak jalanan memang sangat diperlukan. Selain untuk mewadahi anak jalanan, juga bisa fokus dalam pembinaan anak jalanan.

Editor : Kholistiono

Lomba Melukis Potret Gus Dur Warnai Gebyar Seni Budaya Lesbumi

 Salah satu peserta lomba melukis potret Gus Dur sedang menunjukkan hasil karyanya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu peserta lomba melukis potret Gus Dur sedang menunjukkan hasil karyanya (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Lomba melukis potret Gus Dur tingkat pelajar meramaikan Gebyar Seni Budaya Lesbumi dan Haul ke-6 Gus Dur, yang diselenggarakan di Kampoeng Festival Bambu Wulung Jl. Kudus-Pati KM 5, Kudus, pada Sabtu (30/1/2016).

Ketua Panitia Lomba DwiSyaifullah mengatakan, jika kegiatan yang diadakan Lesbumi ini, berlangsung selama dua hari, yakni 30-31 Januari. Untuk hari ini, tidak hanya lomba melukis potret Gus Dur, namun juga ada lomba rebana dan lomba teater pelajar.

“Untuk peserta lomba melukis potret Gus Dur, ada 23 orang. Sedangkan, untuk lomba rebana, masing-masing organisasi NU tingkat kecamatan di Kudus mengirimkan utusan,” ujarnya.

Ia katakan, untuk pemenang lomba, bakal diumumkan pada Minggu (31/1/2016) malam, sekaligus penyerahan hadiah.
Dirinya menambahkan, selain berbagai lomba tersebut, ada juga pementasan teater oleh Teater Lesbumi Kudus. ”Pada pementasan ini, para awak Teater Lesbumi mengangkat lakon ‘Sumbadra Sayembara’,’’ lanjutnya.

Pada 31 Januari, juga diselenggarakan talkshow bertajuk ‘’Gus Dur Guru Bangsa’’ dengan menghadirkan narasumber Inayah Wulandari Wahid (putri Gus Dur) dan KH Yusuf Chudlori, pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang.

“Pada kesempatan itu, juga ada berbagai penampilan lain yang akan menyemarakkan kegiatan ini, seperti pembacaan puisi oleh sastrawan Jumari HS., musikalisasi puisi oleh Nuzumal Laily, dan juga dimeriahkan dengan kehadiran Binta Athivata Tabriez, yang populer berkat penampilan apiknya saat mengikuti Program Akademi Syiar Indonesiar (AKSI) Junior di salah satu televisi swasta nasional,’’ jelasnya.

Lebih lanjut dikemukakan, selain mengenang jasa-jasa Gus Dur dan membumikan pemikiran-pemikiran pluralisme sang guru bangsa itu, khususnya masyarakat Kudus, di tengah-tengah kegiatan juga akan dilaksanakan pelantikan pengurus Lesbumi.

“Kegiatan pembuka ini diharapkan mampu memunculkan spirit untuk menumbuhkembangkan seni-budaya di Kudus, terlebih di kalangan muda NU,’’ katanya.

Editor : Kholistiono

Penyusunan Raperda Bikin Galau, Puluhan Kades di Grobogan Wadul ke Komisi A

Pengurus PDM Grobogan menggelar audensi dengan anggota komisi A (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengurus PDM Grobogan menggelar audensi dengan anggota komisi A (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pulugan kades dan pengurus Paguyuban Demang Manunggal (PDM) Grobogan, menggelar audiensi dengan anggota komisi A DPRD, Sabtu (30/1/2016). Acara audiensi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna II itu dipimpin langsung Ketua Komisi A Riyadi. Hadir pula dalam kesempatan itu, plt Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

Audensi itu dilakukan terkait kegalauan para kades terkait bakal dibuatnya perda baru tentang kades dan perangkat desa. Dimana, dalam draf rancangan perda yang disiapkan pihak eksekutif dinilai belum mengakomodir keinginan dan harapan kades.

“Kami datang kesini adalah untuk menyampaikan aspirasi agar dimasukkan dalam perda nanti. Pada prinsipnya ada beberapa poin yang ingin kami sampaikan,” kata Ketua PDM Grobogan Masyudi.

Dijelaskan, salah satu poin utama, kades berharap agar upah bengkok yang mereka terima selama ini tidak dipangkas 30 persen untuk dikembalikan ke desa. Kemudian, soal penghargaan pensiunan juga harus diberikan dengan memperhatikan masa kerja kades.

Selain itu, penghargaan pensiunan berupa bengkok garapan nantinya bisa diberikan pada janda atau duda ketika mantan kades meninggal.

“Kami minta agar perda baru itu bisa mengacu pada aturan lama, yakni Perda Nomor 10 tahun 2009. Dalam perda itu sudah terakomodir semua keinginan kami. Selama menggunakan aturan itu, kami senang dan tidak pernah muncul persoalan,” cetus Yudi.

Menanggapi permintaan itu,Ketua Komisi A Riyadi berjanji akan memperjuangkan aspirasi para kades dalam pembahasan raperda yang dilakukan oleh pansus V. “Nanti akan kita sampaikan aspirasi ke pansus. Soalnya kewenangan pembahasan raperda ada di pansus,” katanya.

Sementara itu, HM Nurwibowo menambahkan, inisiatif kades untuk menggelar audiensi dinilai cukup tepat. Sebab lewat audiensi bisa mendapatkan banyak masukan. Sehingga apa yang diinginkan kades menjadi lebih jelas.

“Dalam menjalankan tugasnya, pansus akan berupaya untuk bisa menerbitkan keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Baik kades maupun warganya,” kata Nurwibowo yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus V yang membahas raperda itu.

Editor : Kholistiono

Keluarga Tak Mau Jenazah Edy Diautopsi

Polisi tengah mengidentifikasi mayat korban. Tapi, keluarga tidak mau jenazah dilakukan autopsi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Polisi tengah mengidentifikasi mayat korban. Tapi, keluarga tidak mau jenazah dilakukan autopsi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Peluru senapan angin yang mengenai dada kanan Edy Susanto (33), warga Dukuh Gatelan, Desa Sukoharjo, Wedarijaksa meninggalkan luka berdiameter 1,5 cm. Lokasi tembak itu berada di posisi 6 cm dari papila kanan, 8 cm dari sutura kosta dan 12 cm dari klafikula.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, perut dan dada pada batas normal. Punggung, kepala dan pantat dalam keadaan normal. Dada kanan terdapat luka berdiameter 1,5 cm,” ujar dr Novia Kartikasari, petugas medis dari Puskesmas Wedarijaksa I kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Ia mengatakan, korban meninggal karena peluru kaliber 4,5 mm bersarang di dada kanannya. “Keterangan lebih detail tidak bisa kami sampaikan, karena keluarga tidak mau bila korban dilakukan autopsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum sudah mengamankan barang bukti berupa lima pucuk senapan milik korban dan keempat temannya yang menjadi saksi.

“Senapan gas yang mengenai dada korban tidak bermerek dengan peluru kaliber 4,5 mm. Pihak keluarga sudah menerima kematian korban,” paparnya.

Dia mengatakan, kejadian tertembaknya Edy, bermula ketika korbanbersama empat temannya melakukan perburuan di kawasan tambak, Desa Tluwah, Kecamatan Juwana.

“Mereka berburu hewan. Sampai di area tambak, mereka melihat seekor biawak di dalam air. Korban langsung menembak biawak tersebut. Merasa tembakannya mengenai sasaran, korban bergegas menangkap biawak,” tutur Sulis.

Senapan yang digunakan untuk menembak itu kemudian disandarkan pada tanggul dengan laras senapan menghadap langit. Sementara itu, Edy gagal menangkap biawak dan ingin mengambil senapan untuk ditembakkan pada biawak kembali.

Saat itu, temannya bernama Karnoto berada di jarak satu meter dari korban. Saat mengambil senapan, tiba-tiba Karnoto mendengar letusan dan segera mendekati korban dengan bertanya, “Ada apa?”

Sembari memegang dada kanannya, korban sempat menjawab, “Untung saja tidak ada pelurunya.” Namun, korban tiba-tiba saja lemas dan rubuh. Mengetahui dada korban berdarah, teman-teman korban membawanya ke rumah sakit setempat.

“Nahas, nyawa korban tidak bisa diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit setempat. Jenazah korban dibawa pulang rumah sekitar pukul 14.00 WIB kemarin,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

ABG di Kudus Bakal Gelar Kirab Kebangsaan

 

Persiapan kirab kebangsaan yang diadakan Jamiyah Angudi Barokahe Gusti (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Persiapan kirab kebangsaan yang diadakan Jamiyah Angudi Barokahe Gusti (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jamiyah Angudi Barokahe Gusti (ABG) yang berada di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, bakal menggelar kirab merah putih kebangsaan yang akan berlangsung Sabtu (31/1/2016) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Kirab kebangsaan ini, merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad. Rencananya, kirab ini diikuti lebih dari seribu peserta, baik dari ormas, kelompok kesenian tradisional di Kudus, pelajar dan warga setempat.

Salah satu panitia koordinator kirab Masudi mengatakan, acara ini nantinya akan dilaksanakan pada pukul 13.30 hingga 17.00 WIB. Untuk kirab, akan dimulai dari perbatasan Desa Undaan Lor dengan Wates meuju ke selatan. “Bagi pengguna jalan,diharapkan untuk lebih hati-hati, karena kondisi jalan pasti akan ramai,” ungkapnya.

Ia katakan, melihat pada kegiatan sebelumnya, kirab kebangsaan ini selalu menyedot perhatian masyarakat, untuk lebih dekat melihatnya.

“Untuk jalur yang dilewati peserta kirab, memang nanti akan ramai. Untuk itu, kita selaku panita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI. Selain itu, untuk jalur ini akan diupayakan tidak ditutup, dan peserta kirab akan kita atur supaya bisa lancar,” paparnya.

Meski demikian, katanya, jika kondisi jalan ramai secara, maka pihak panitia akan menunjukan jalur alternatif. Yakni untuk pengendara sepada motor bisa melewati jalan timur desa, mulai dari Wates Gang Masjid hingga Undaan Lor Gang 12 atau sebaliknya.

“Sedangkan untuk untuk mobil bisa melewati Gang Masjid Desa Wates ke timur menuju Karangrowo langsung ke selatan Desa Larik Rejo. Setelah itu langsung ke barat hingga Undaan Lor Gang
12 atau sebaliknya,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Gara-gara Hewan Ini, Warga Sukoharjo Pati Tertembak Sendiri Hingga Tewas

Senapan yang digunakan untuk berburu Edy dan kawan-kawannya di kawasan Juwana hingga menyebabkan Edy tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Senapan yang digunakan untuk berburu Edy dan kawan-kawannya di kawasan Juwana hingga menyebabkan Edy tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Edy Susanto (33), warga Dukuh Gatelan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia tewas setelah senapan angin dengan peluru kaliber 4,5 milimeter yang digunakan untuk berburu biawak menembus dadanya sendiri.

Kapolres Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom mengatakan, kejadian itu bermula dari perburuan Edy bersama empat temannya di kawasan tambak, Desa Tluwah, Kecamatan Juwana.

“Mereka berburu hewan. Sampai di area tambak, mereka melihat seekor biawak di dalam air. Korban langsung menembak biawak tersebut. Merasa tembakannya mengenai sasaran, korban bergegas menangkap biawak,” tutur Sulis, Sabtu (30/1/2016).

Senapan yang digunakan untuk menembak itu kemudian disandarkan pada tanggul dengan laras senapan menghadap langit. Sementara itu, Edy gagal menangkap biawak dan ingin mengambil senapan untuk ditembakkan pada biawak kembali.

Saat itu, temannya bernama Karnoto berada di jarak satu meter dari korban. Saat mengambil senapan, tiba-tiba Karnoto mendengar letusan dan segera mendekati korban dengan bertanya, “Ada apa?”

Sembari memegang dada kanannya, korban sempat menjawab, “Untung saja tidak ada pelurunya.” Namun, korban tiba-tiba saja lemas dan rubuh. Mengetahui dada korban berdarah, teman-teman korban membawanya ke rumah sakit setempat.

“Nahas, nyawa korban tidak bisa diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit setempat. Jenazah korban dibawa pulang rumah sekitar pukul 14.00 WIB kemarin,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Kiat Smansa Purwodadi Agar Siswa Tidak Pusing Pilih Tempat Kuliah

Sejumlah siswa Smansa Purwodadi kelas XII terlihat antusias untuk mendapatkan informasi tentang universitas yang diidamkan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah siswa Smansa Purwodadi kelas XII terlihat antusias untuk mendapatkan informasi tentang universitas yang diidamkan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam rangka memberikan wawasan pada siswa yang akan melanjutkan pendidikan tinggi, SMAN 1 (Smansa) Purwodadi membuat sebuah kegiatan apik. Yakni, ajang “Smansa College Expo 2016” yang dilangsungkan di sekolah tersebut.

Dalam ajang ini, ada 34 universitas negeri maupun swasta yang ambil bagian. Melalui ajang inilah para siswa kelas XII yang nantinya mau melanjutkan kuliah sudah punya gambaran mengenai kondisi berbagai universitas yang jadi dambaan.

“Terus terang saya sangat senang ada kegiatan ini. Soalnya, saya bisa dapat informasi lengkap mengenai banyak hal. Mulai kondisi universitas, biaya, hingga jurusan yang ada di perguruan tinggi itu,” cetus Fransiska Ayuka, siswi kelas XIIyang punya niatan untuk melanjutkan kuliah di jurusan farmasi itu.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat menyatakan, pengenalan 34 perguruan tinggi itu dilakukan oleh mahasiswa yang saat ini masih kuliah disitu. Mahasiswa yang menyampaikan pengenalan tersebut semuanya adalah alumni Smansa Purwodadi yang sekarang masih kuliah di 34 perguruan tinggi tersebut.

“Untuk melaksanakan kegiatan ini, kami mengadakan kerjasama resmi dengan 34 perguruan tinggi negeri maupun swasta tersebut. Namun, untuk penyampaian informasi kita ambilkan dari alumni yang masih kuliah disitu,” jelasnya.

Dengan penyampaian oleh mahasiswa, maka para siswa bisa menjadi lebih santai ketika mau menggali informasi lebih detail. Disamping itu, dengan melibatkan alumi, diharapkan mereka nanti mau membantu atau membimbing adik- adiknya yang akan memilih kuliah satu tempat dengan mereka,” imbuh Amin.

Editor : Kholistiono

400 Bibit Pohon Matoa Ditanam di Undaan Lor Kudus

Penanaman bibit pohon matoa di Desa Undaan Lor (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penanaman bibit pohon matoa di Desa Undaan Lor (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 400 bibit pohon matoa ditanam di wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, pagi ini, Sabtu (30/1/2016). Tampak ikut berpartisipasi dalam kesempatan tersebut jajaran Koramil 03/Undaan, Polsek Undaan, camat dan tokoh masyarakat.

Penanaman bibit pohon matoa tersebu,t merupakan bagian dari program penghijauan pola padat karya dari Kodam 4 Diponegoro yang diinstruksikan ke seluruh kodim dan koramil.

Komandan Koramil 03/Undaan Kapten Infantri Sulikan mengatakan, program penghijauan pola padat karya ini merupakan kali pertama dari Kodam 4 Diponegoro di tahun 2016 ini.

“Untuk penanaman bibit pohon yang kita lakukan di wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan ini ada 400 pohon matoa. Nanti siang, kita akan kita juga akan menanam lagi di desa lain, yakni di Desa Kalirejo dan sekitarnya. Jumlahnya juga ada 400 bibit pohon matoa,” katanya.

Sementara itu, untuk perawatan terhadap pohon tersebut, nantinya akan ditangani oleh relawan yang merupakan warga desa setempat, dan dibantu dari jajaran koramil.

“Khususnya bagi 400 pohon yang ada di Desa Undaan Lor ini akan dirawat sebanyak relawan, jumlahnya ada 10 orang. Sehinga untuk satu relawan, akan merawat 40 pohon,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya penghijauan pola padat karya tersebut, bisa membuat wilayah yang gersang menjadi hijau. Sehingga, diharapkan dapat memberikan kondisi alam menjadi lebih baik.

Editor : Kholistiono

Ternyata Eks Gafatar Kudus Ada yang Pamitan ke Pemdes sebelum ke Kalimantan

 Warga eks Gafatar tampak berada di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga eks Gafatar tampak berada di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, Bambang Gunarjo mengatakan ada sembilan orang warganya yang tergabung Gafatar.

“Satu keluarga yang berjumlah sembilan orang memang secara resmi izin kepada desa untuk pindah ke Kalimantan. Semantara itu, harta bendanya yang ada di Tumpangkrasak juga sudah  dijual,” katanya.

Selain itu, lanjut Bambang, berhubung harta bendanya sudah dijual, maka nantinya kesembilan orang ini sementara akan tinggal di rumah saudaranya, di Getaspejaten, Jati.

Dari informasi, kesembilan orang warga sudah meninggalkan kampung halamannya semenjak bulan Oktober 2015.

Hal serupa juga diiyakan oleh Kepala Desa Ngembalrejo, Bae, Moh Zakaria. Kepergian warganya ke Kalimantan juga izin ke pemdes.

“Kalau warga saya ada 11 orang yang tergabung dalam 2 keluarga. Untuk lama kepergiannya ada yang 6 bulan dan ada yang 2 tahun,” kata Zakaria.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Dicurhati Warga Eks Gafatar

Bupati Kudus Musthofa tampak menyambut warga eks Gafatar di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Musthofa tampak menyambut warga eks Gafatar di Pendapa Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 55 orang eks Gafatar asal Kudus yang baru datang dari Asrama Donohudan, Boyolali, kini sudah tiba di pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (29/1/2016) malam.

Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Musthofa. “Selamat datang semua warga di Kudus. Saya harap panjenengan bisa berada di Kudus dengan baik, “ kata Musthofa.

Dia menyatakan pemerintah sangat membuka diri dengan warga eks Gafatar itu. Dia berharap, warga bisa berbaur kepada masyarakat setempat.

Sementara itu, salah satu warga eks Gafatar, Nur Kholik dari Papringan, Kaliwungu mengaku senang dengan keramahan bupati. Dia menceritakan, dia selama ini berada di Ketapang, Kaimantan Barat. Di wilayah itu, harga tanah sangat murah dan kondisinya sangat kondusif.

“Di Ketapang, harga tanahnya sangat murah. Yakni Rp 5000 sudah bisa membeli tanah seluas 1meter,” katanya diamini warga eks Gafatar lainnya, Kholik.

Mereka mengaku datang ke Kudus karena ingin mematuhi aturan negara. “Lalu, yang menjadi pertanyaan kami ialah bagaimana tangung jawab pemerintah untuk menanggung biaya hidup kita?. Sebab saya sudah tidak punya harta benda lagi,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Orang nomor satu di Kabupaten Jepara, Ahmad Marzuqi menanggapi terungkapnya kasus jaringan narkotika internasional di Kota Ukir.

Saat ditemui pada acara pelantikan pengurus Komisi Daerah Lanjut Usia di Pendapa Kabupaten Jepara, Marzuki menganggap terbongkarnya kasus narkotika jenis sabu pada Rabu (27/1/2016) kemarin mencoreng nama baik Kabupaten Jepara.

Dia juga mengatakan, gudang mebel di Jepara yang menyimpan sabu ratusan kilogram itu menjadi gelombang besar yang melanda Bumi Kartini.

“Kejadian ini (Kasus narkotika sabu-red), menampar muka kita bersama dan menjadikan Kabupaten Jepara masuk daftar hitam perdagangan narkotika,” tegas Marzuqi, Jumat (29/1/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, meski demikian dengan terungkapnya kasus tersebut dia bersyukur. Sebab, narkoba yang terungkap tersebut masih dalam kondisi utuh. Serta disimpan di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, dan belum sempat diedarkan.

“Dapat dibayangkan jika telah beredar berapa ratus ribu anak negeri yang menjadi korbannya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, satu hal yang menjadi tugas bersama yang penting lagi adalah memberikan pengertian iman dan agama. Agar Jepara bisa terhindar dari kasus narkoba.

Editor : Akrom Hazami

Oalah! 10 Orang Eks Gafatar dari Grobogan Perjalanan Pulang dari Kalimantan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemulangan eks Gafatar asal Grobogan ternyata tidak berhenti pada Jumat (29/1/2016). Kabar terbaru menyebutkan, dalam waktu dekat ada10 orang lagi yang akan tiba dari Kalimantan.

Kesepuluh orang ini dipulangkan melalui jalur laut bersama ratusan eks Gafatar lainnya. Kemungkinan, kalau tidak Sabtu (30/1/2016) besok, rombongan ini akan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Minggu lusa.

“Saat melakukan penjemputan di Asrama Haji Donohudan, kita sempat dapat kabar kalau masih ada 10 eks Gafatar lagi yang harus dijemput dalam waktu dekat. Saat ini, kabarnya masih dalam posisi perjalanan,” kata Sekretaris Dinsosnakertrans Grobogan Sartono.

Hanya, dia belum bisa menyebutkan identitas 10 orang itu. Soalnya, informasi yang didapat masih secara lisan. Belum ada surat resmi yang didapat.

“Soal nama saya sendiri belum tahu karena belum ada pemberitahuan resmi. Meski demikian informasi ini cukup membantu karena kita bisa lakukan persiapan,” katanya.

Untuk delapan orang eks Gafatar yang dijemput hari ini, semuanya sudah sampai di kampung asalnya. Yakni, keluarga Sujono beserta istri dan empat anaknya yang kembali ke Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan. Kemudian, Feri dan istrinya Tori Dian menuju Desa Belor, Kecamatan Ngaringan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Dalami Tewasnya Warga Wedarijaksa Pati yang Tertembak Senapan Angin Sendiri

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum melihat senapan angin yang menyebabkan warga Desa Sukoharjo tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum melihat senapan angin yang menyebabkan warga Desa Sukoharjo tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati saat ini tengah mendalami penyebab tertembaknya Edi Susanto (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati hingga meninggal dunia, Sabtu (29/1/2016).

Pihak kepolisian sampai saat ini masih menduga Edi tertembak ketika memompa senapan anginnya sendiri. “Kami menduga, kejadian itu bermula saat korban hendak memompa senapan anginnya untuk menembak hewan buruan. Tapi nahas, senapan angin dengan peluru kaliber 4,5 milimeter yang dipompa itu tiba-tiba meletus dan mengenai dadanya sendiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo saat dikonfirmasi MuriaNewsCom.

Kendati begitu, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. “Sementara, kami simpulkan itu memang kecelakaan akibat kelalaian sendiri. Tapi, kami masih mendalami masalah kecelakaan itu,” tambahnya.
Ia menambahkan, informasi yang diterima dari pihak rumah sakit menyatakan Edi sudah dalam keadaan meninggal dunia saat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Budi Agung Juwana.

“Korban sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit. Luka tembak memang cukup vital karena mengenai dada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

2 Pekerja Luka saat Pipa Pertamina di Blora Terbakar

Kebakaran pipa minyak Pertamina di Desa Kali Rejo, Sambong, Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kebakaran pipa minyak Pertamina di Desa Kali Rejo, Sambong, Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pipa milik Pertamina yang dikelola PT Geo Cepu Indonesia (GCI) terbakar di Desa Kali Rejo Km 10,6, Kecamatan Sambong, Blora, Jumat (29/01/2016). Kebakaran diduga akibat dari api lembah yang merambat dan menyambar ke titik kebocoran pipa.

Api dapat dipadamkan setelah ada pertolongan dari Unit Pemadam Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) 4 field Cepu dan Pusdiklat Migas Cepu.
“Semula ada karyawan KSO Pertamina EP- Geo Cepi Indonesia ( KSO PEP-GCI) yang sedang melintas dari Blora menuju Ledok. Lalu ia menyampaikan kepada kepala distrik 2 Nglobo,” kata Danardono Hermawan selaku Legal Ralation Staf PT GCI.

Lokasi kebakaran merupakan lokasi hutan milik PT Perhutani Persero. Kepala distrik yang telah menerima laporan dari karyawan tersebut langsung memerintahakan tim tanggap darurat dan HSE KSO PEP-GCI untuk menuju lokasi kebakaran dan dilengkapi peralatan penanggulangan.

Akibat kejadian tersebut, ada dua korban yang terkena paparan api. “Satu orang sedang dirawat di Rumah Sakit PPKU Muhammadiyah Cepu dan satu orang lagi lagi rawat jalan. Itu hasil investigasi tim kami di rumah sakit tersebut. Kedua korban bernama Sobri dan Tabri,” kata Danardono.

Sementara untuk menindak lanjuti kebakaran itu, lanjut Danardono, pihaknya akan melakukan pembersihan oil spill sampai bersih yang ada di lokasi kebakaran dan spill yang mengalir ke parit. Juga akan mengganti pipa segmen lokasi yang terkena paparan api.

“Kami juga akan melakukan kordinasi dengan aparat terkait untuk reklamasi lingkungan antara lain dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora dan dinas yang menangani lingkungan hidup di Kabupaten Blora. Kami (KSO PEP-GCI) juga akan menanggung biaya perawatan korban. Kami juga akan melakukan penanggulangan kebakaran dengan Pertamina EP Field Cepu, Pemkab dan Muspida Blora,” tandas Danardono.

Editor : Akrom Hazami

55 Orang Eks Gafatar Asal Kudus Tiba di Pendapa Pemkab

Anggota eks Gafatar Kudus turun dari bus di halaman Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Anggota eks Gafatar Kudus turun dari bus di halaman Pendapa Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 55 orang anggota eks Gafatar asal Kudus, akhirnya tiba di pendapa Pemkab Kudus, sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (29/1/2016).

Mereka dijemput oleh Pemkab Kudus, yakni Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dipimpin langsung Djati Solecha selalu kepalanya.

“Kita berangkat dari Kudus, Jumat (29/1/2016) pukul 05.00 WIB dan sampai di Donohudan Boylali pukul 09.00 WIB,” kata Djati.

Dalam penjemputan itu, pihaknya menyiapkan 3 kendaraan. Yakni bus, truk dan colt. Totalnya ada sekitar empat kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

Pendekar Pagar Nusa Pati juga Siap Dukung Pemkab Eksekusi Karaoke Bandel

Pendekar Pagar Nusa bersama anggota Banser tengah berlatih silat. Mereka akan turun pada awal Februari untuk mengawal penegakan Perda. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pendekar Pagar Nusa bersama anggota Banser tengah berlatih silat. Mereka akan turun pada awal Februari untuk mengawal penegakan Perda. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Pimpinan Cabang Pencak Silat Pagar Nusa NU Pati Edi Suyono memastikan bakal turun di jalan untuk mendukung pemkab dalam melakukan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2013.

Hal itu rencananya akan dilakukan pada awal Februari, saat pemkab tidak bisa merealisasikan janjinya untuk menertibkan tempat karaoke pada akhir Januari 2016.

“Kami akan turun di jalan bersama dengan ribuan Barisan Serbaguna NU. Tapi, kami turun di jalan bukan untuk berhadapan dengan pengusaha karaoke. Kami turun untuk mendukung pemkab,” kata Edi kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016).

Aksi turun jalan itu dilakukan untuk mengingatkan pemkab agar lebih tegas dalam menegakkan produk hukumnya sendiri. Hal itu diharapkan supaya bisa menguatkan tekad pemkab untuk menegakkan Perda.

“Kalau Perda sudah dibuat sebagai produk hukum warga Pati tetapi tidak kunjung ditegakkan, itu sama saja mencederai nurani masyarakat Pati sendiri. Kami berharap pemkab benar-benar merealisasikan janjinya untuk menegakkan Perda hingga akhir Januari 2016,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ketua Komda Lansia Jepara Dilantik

Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan Komda Lansia Jepara dilakukan di pendapa kabupaten, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan Komda Lansia Jepara dilakukan di pendapa kabupaten, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melantik Wakil Bupati Jepara, Subroto sebagai Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Jepara periode 2016-2018. Pelantikan bersama segenap jajaran kepengurusan dilakukan di pendapa kabupaten setempat, Jumat (29/1/2016).

Ketua Komda Lansia yang baru, Subroto mengatakan, pihaknya sangat berharap dukungan, kerja sama, serta bantuan semua pihak. Apalagi dalam kepengurusan ini sebagian besar anggotanya adalah kepala SKPD/dinas/instansi.

“Saya menyadari keberadaan saya secara pribadi tidak mungkin dapat membawa kemajuan dan keberhasilan dalam organisasi, jika tanpa bantuan dan dukungan semua pihak,” kata Subroto dalam sambutannya.

Menurut dia, pengurus Komda lansia adalah tugas mulia. Karena memuliakan orang tua merupakan kewajiban semua yang muda atau sebagai anak. Kehadiran orang tua sangat diharapkan dalam memberikan bnimbingan dan masukan kepada anak cucu.

“Demikian pula Komda Lansia hendaknya dapat membantu tugas pembangunan. Termasuk di dalamnya membantu dalam membebaskan masyarakat dari segala bentuk penyakit masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Marzuqi mengatakan kaum lansia di Jepara ini punya potensi luar biasa. Karena rata-rata anggotanya adalah mantan teknokrat maupun birokrat.

“Sehingga di samping merupakan kewajiban kita yang muda menghormati yang tua, akan sangat sayang sekali bila tidak diorganisasi untuk membantu kemajuan Jepara Bumi Kartini,” katanya.

Dia berharap keberadaan pimpinan SKPD dalam jajaran kepengurusan Komda Lansia, dapat menumbuhkan sinergitas kinerja dan kebersamaan. Sehingga Lansia yang notabenenya beranggotakan mantan pejabat, pegawai, TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat ini dapat sejahtera dan bermanfaat dalam mendukung kemajuan dan pembangunan Jepara Bumi Kartini.

Apalagi pada tahun depan Jepara akan melaksanakan pilkada dan Februari 2016 ini sudah mulai tahapannya. Harapannya, Komda Lansia dan segenap anggotanya dapat memberikan pencerahan.

Editor : Akrom Hazami

Paman Korban Tertembak Senapannya Sendiri Minta Jenazah Divisum

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana duka di rumah keluarga korban di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Edi Susanto (35), warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Ia meninggal dunia, setelah dada kanannya tertembak peluru senapan berburu kaliber 4,5 milimeter, Jumat (29/1/2016).

Menurut paman korban, Suharno, Edi bersama dengan tiga temannya tengah berburu binatang di kawasan Juwana. Saat memompa senapan seharga Rp 5 juta yang diperoleh dari Bandung, Jabar, tersebut, peluru diduga melesat dan mengenai dadanya.

“Itu bedil gas dengan putaran sampai seratus kali. Saya juga tidak tahu sendiri kok sampai begitu. Cuma, informasinya Edi pegang-pegang senapan hingga mengenai dadanya sendiri,” ujar Suharno saat ditanya MuriaNewsCom.

Ia meminta agar jenazah korban divisum untuk memastikan penyebab kematian Edi. “Saya minta jenazah divisum, biar jelas. Jangan sampai sudah dikebumikan, nanti dibongkar lagi untuk autopsi,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengaku keluarga korban sampai sekarang sudah merelakan kepergian korban. “Edi itu anak pendiam. Orangnya baik,” paparnya.

Editor : Akrom Hazami

SEAT Ikuti Even Trabas Berskala Internasional Akhir Bulan Ini

Anggota Komunitas Sukun Executive Adventure Team (SEAT) sedang berlaga di salah satu even yang mereka ikuti. (ISTIMEWA)

Anggota Komunitas Sukun Executive Adventure Team (SEAT) sedang berlaga di salah satu even yang mereka ikuti. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus-Sebanyak 20 orang anggota komunitas Sukun Executive Adventure Team (SEAT), akan mengikuti event trabas berskala nasional, pada akhir Januari ini.

Even yang diikuti SEAT ini, akan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-80 Kabupaten Kebumen ke-80. Event tersebut akan berlangsung pada 31 Januari 2016 mendatang.

Tercatat 5.000 orang telah terdaftar sebagai peserta dalam acara ini. Selain dari lokal Kebumen, peserta berasal dari seluruh pulau Jawa dan luar Jawa. Bahkan ada pendaftar dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, juga akan ikut serta.

Para peserta akan menempuh rute bervariasi, sepanjang 110 kilometer dengan start dan finish di Alun-alun Kebumen. Rute awal dimulai dari alun-alun, Tegalrejo, Tirtomoyo, Kalipuru, Manisan, hingga Kumejing, Wadasmalang.

Sedangkan rute kembali adalah melalui Lancar, hutan pinus Pujegan, hutan Banda Sadang, Krakal, Widoro, Mertokondo, dan kembali ke alun-alun.

Panitia telah menyediakan hadiah menarik pada ajang tersebut, yaitu dua unit motor Husqvarna, dua unit mobil Daihatsu Ayla, dan 15 unit motor matic.

Selain puluhan hadiah tersebut, panitia juga memberikan tambahan hadiah berupa uang saku untuk 60 peserta yang beruntung. Masing-masing peserta tersebut akan menerima tambahan uang saku sebesar Rp 1 juta.

Berbagai persiapan telah dilakukan para anggota komunitas yang disupport oleh Sukun Executive tersebut. Di antaranya, mempersiapkan kondisi motor dan fisik mereka, supaya bisa berlaga dengan baik.

Editor: Merie

Ada Kabar Bom Tapi Warga Malah Mendekat, Ini Jawaban Polres Kudus

Polres Kudus ketika mengamankan sebuah bungkusan yang diduga bom di Melati, Kecamatan Kota, Kudus kemarin Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polres Kudus ketika mengamankan sebuah bungkusan yang diduga bom di Melati, Kecamatan Kota, Kudus kemarin Kamis (28/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar adanya bom yang sempat menghebohkan warga Kudus kemarin Kamis (28/1/2016), terbilang aneh. Sebab mendengar kabar itu, masyrakat bukannya menghindar atau melarikan diri, melainkan mereka malah mendekat dan menyaksikan.

Melihat hal itu, Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, masyarakat dihimbau supaya menjauhi dari lokasi kejadian. Cara yang dilakukan kemarin sudah berbagai hal mulai dari mengungsikan warga dari rumah hingga memasang gari polisi.

”Kami sudah meminta masyarat untuk menjauh dari daerah yang mungkin berpotensi. Dan untuk batasannya, kami memasang police line yang mengelilingi daerah yang diduga ada barang yang tidak diinginkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, petugas juga disiagakan di sekitar daerah lengkap dengan senjata. Mereka menghalau warga yang hendak datang untuk melihat karena dianggap berbahaya.

Pihak kepolisian mengucapkan terimakasih kepada warga yang melaporkan hal tersebut. Dia berharap warga lainnya dapat melakukan hal yang sama, jika mendapati hal yang demikian.

”Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan. Seperti halnya kemarin, dan syukur isinya bukan bom. Jadi warga tidak perlu khawatir. Meski demikian kami berharap jika menemukan hal yang mencurigakan langsung lapor kepada petugas,” jelasnya.

Dalam menjalankan tugas, keamanan masyarakat merupakan prioritas. Sebab keberadaan petugas adalah untuk mengayomi dan membantu masyrakat secara umum. Kasus tersebut masih diselidiki petugas kepolisian. Meski demikian dia meyakinkan Kudus masih dalam taraf aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Amri, warga Rendeng, Kecamatan Kota yang menyaksikan hal itu mengatakan penasaran dengan kabar itu. Sehingga dia langsung datang ke lokasi untuk melihatnya secara langsung karena dekat dengan rumahnya.

”Iya kemarin penasaran, jadi lihat langsung datang karena ramai. Bahkan bukan hanya saya tapi banyak yang menyaksikannya,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sebarkan! Masa Berlaku E-KTP Habis Tidak Perlu Diperpanjang

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi warga yang memiliki e-KTP dan saat ini masa berlakunya hampir atau sudah habis, tidak perlu melakukan pengurusan lagi. Sebab, kendati masa berlaku sudah kedaluwarsa namun e-KTP lama itu masih tetap berlaku.

”Bagi yang masa berlaku e-KTP-nya habis, tidak perlu mengurus perpanjangan atau bikin baru. Soalnya, e-KTP tersebut masih tetap bisa dipakai kendati dalam kolom masa berlaku terdapat tanggal kedaluwarsanya,” ungkap Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo menanggapi masih banyaknya warga yang belum tahu masalah ini.

Dijelaskan, bagi pemegang e-KTP yang dicetak pada tahun 2010, 2011 memang ada kolom masa kedaluwarsa. Tetapi pencetakan tahun selanjutnya e-KTP berlaku seumur hidup. Oleh sebab itu, warga tidak perlu lagi memperpanjang e-KTP yang dimilikinya kendati habis masa berlakunya.
Pergantian e-KTP itu bisa dilakukan dengan beberapa kondisi. Seperti, adanya perubahan lantaran pindah alamat rumah, hilang atau rusak.

”Meski habis, tidak harus diperpanjang. Kecuali ada perubahan data, pindah alamat, rusak, hilang, dan status perkawinan berubah. Ketentuan ini sudah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2013,” ujar Susilo.
Meski sudah habis masa berlaku namun e-KTP itu tetap bisa digunakan. Jadi, ketika mengurus surat penting di kantor atau instansi manapun tidak perlu khawatir akan ditolak. Sebab, semua instansi pemerintahan maupun swasta sudah dapat pemberitahuan masalah tersebut.

Susilo meminta agar informasi ini bisa disebarluaskan pada masyarakat. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari adanya oknum yang menawarkan jasa untuk mengurus e-KTP baru yang masa berlakunya tertulis seumur hidup.

Editor : Titis Ayu Winarni

Distributor Pupuk Urea di Rembang Berpindah Tangan, Petani Wajib Baca Ini

Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pendistribusian pupuk bersubsidi jenis urea, mulai tahun 2016 kembali ditangani oleh PT Pusri. Namun, untuk jenis lainnya misalnya ZA, SP-36, Phonska, dan Petroganik masih ditangani oleh PT Petrokimia Gresik.

Hal itu diungkapkan Sales Supervisor PT Petrokimia Gresik wilayah Rembang Haryanto ketika ditemui MuriaNewsCom, Jumat (29/1/2016). Menurutnya, per 1 Januari 2016 pendistribusian pupuk urea sudah ditangani oleh PT Pusri.

”Tata niaga pupuk bersubsidi jenis urea mulai tahun 2016, pendistribusian pupuk urea sudah tidak lewat PT Petrokimia. Jadi, per satu Januari kemarin, pendistribusiannya sudah di-handle oleh Pusri,” ungkapnya.

Namun, Haryanto menjelaskan, untuk awal Januari hingga pertengahan bulan ini, PT Petrokimia masih menangani pendistribusian pupuk urea, dikarenakan dari pihak PT Pusri belum memiliki stok barang untuk didistribusikan.

”Kemarin, karena dari pihak Pusrinya di awal Januari belum mengirimkan barang atau stok, kami ada koordinasi dengan pihak Pusri untuk di-handle Petrokimia dulu. Dari tanggal 1-14 Januari 2016, sehingga di tingkat kios, pasti masih ada pupuk Petrokimia yang merupakan stok lama,” jelas Haryanto.

Soal alasan produsen yang meng-cover urea di Rembang sering berganti, Haryanto menyebut itu wewenang Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). ”Intinya pergantian produsen tak akan memicu masalah, meski suplai yang Pusri melewati pelabuhan,” katanya.

Direktur CV Yunita Jaya, Joko Budi Cahyono selaku salah satu distributor pupuk bersubsidi di Rembang mengaku mengikuti saja aturan baru dari PIHC, salah satunya mengenai suplai urea yang berganti dari Petrokimia ke Pusri. ”Soal pemberitahuan ke kios akan ada sosialisasi segera,” terangnya.

Menurutnya, sosialisasi ke kios-kios resmi di wilayah 7 distributor pupuk di Rembang, akan dilakukan pada tanggal 4 atau 5 Februari mendatang. ”Pergantian suplai urea bersubsidi di Rembang tidak akan ada masalah,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pihak Petrokimia atas penyaluran pupuk di Rembang, sepanjang 2015, urea tersalur 23.500 ton, SP-36 4.350 ton, ZA 10.758 ton, NPK atau Phonska 15.261 ton, dan organik 7.000-an ton. Dari lima jenis pupuk bersubsidi itu, 3 jenis di antaranya yaitu ZA, NPK, dan urea, justru dialokasikan lebih rendah pada 2016.

Editor : Titis Ayu Winarni

Kakek di Jekulo Ini Gantung Diri, Karena Sakitnya yang Tak Kunjung Sembuh

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian bunuh diri, kembali terjadi di Kudus. Kali ini kejadian yang mengakhiri diri sendiri itu terjadi di Desa Honggosoco RT 4 RW 1 Kecamatan Jekulo, Kudus.

Hal itu diutarakan Kapolsek Jekulo AKP Mardi. Menurutnya, kejadian bunuh diri itu terjadi pada Kamis (29/1/2015) sekitar pukul 17.00 WIB. Dari keterangan yang dihimpun, ternyata kakek tersebut, Abdul Basir (70) sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun selalu gagal.

”Dari keterangan yang kami dapat dari istrinya, Jumini, korban sudah tiga kali mencoba untuk bunuh diri. Namun selalu digagalkan lantaran diketahui anggota keluarga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kejadian pertama, kata dia mencoba bunuh diri dengan racun serangga. Saat itu diketahui oleh istrinya dan berhasil dicegah. Namun hal itu tidak mengurungkan niat untuk bunuh diri, sehingga percobaan kembali dilakukan kali kedua dengan cara memakan obat sakit kepala jenis Bodrex langsung enam biji ditambah dengan minuman bersoda jenis sprite.

Kejadian percobaan kali kedua juga kembali digagalkan lantaran diketahui oleh anggota keluarga. Namun kemarin, saat kondisi rumah dalam keadaan sepi, kembali sang kakek mencoba untuk kembali bunuh diri dengan menggantung pada rumah bagian tengah.

”Kemarin rumah pas keadaan kosong. Sehingga aksi bunuh dirinya tidak ada yang melarang dan menghentikan,” ujarnya.

Kejadian itu diketahui kali pertama oleh Riana Anggraeni yang juga sebagai menantu korban. Saat itu saat pulang kerja, kaget karena melihat mertuanya sudah terbujur kaku dengan tali berbahan kain yang mengikat pada lehernya.

Melihat hal itu, lanjutnya, menantu langsung mencari ibu mertuanya yang tidak berada di rumah. Namun di tengah jalan bertemu dengan suaminya sehingga langsung diberi tahu kalau ayahnya sudah meninggal.
Mendengar hal itu dia langsung pulang untuk melihatnya. Setelah itu, mereka meminta bantuan tetangga Nono, untuk melaporkan kejadian itu kepada kantor polisi Jekulo.

”Kemudian petugas datang untuk melihat kondisi. Setelah itu petugas langsung membawa ke puskesmas Jekulo untuk diperiksa,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Ani Fatmawati, korban murni melakukan bunuh diri. Sebab tidak ada luka lain selain bekas gantung diri yang menjerat pada leher bagian kiri.

Dari keterangan yang dihimpun kepolisian. Korban memang mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Bahkan selama hidupnya kakek itu harus rutin mengonsumsi obat.

Editor : Titis Ayu Winarni

Wow! Ini Sekolah Dasar Terkaya di Rembang

Kasi Kurikulum TK / SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, mengatakan satu-satunya SD yang tidak menerima PIP adalah SD Islam Al Furqon, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kasi Kurikulum TK / SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, mengatakan satu-satunya SD yang tidak menerima PIP adalah SD Islam Al Furqon, Jumat (29/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu-satunya sekolah dasar di Rembang yang menolak dan tidak menerima penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2015 adalah SD Islam Al-Furqon. Karena semua siswa di sekolah tersebut, berasal dari keluarga yang terbilang mampu secara ekonomi.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Kusrini, kepada MuriaNewsCom. Kusrini mengatakan Dinas Pendidikan setempat, telah menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun anggaran 2015 kepada 374 sekolah baik negeri maupun swasta di 14 kecamatan di Kabupaten Rembang.

”Dana PIP sudah dibagikan kepada 43.487 siswa SD dari keluarga tidak mampu se-Kabupaten Rembang, baik sekolah negeri maupun swasta. Namun, ada satu sekolah yang tidak mengajukan, karena semua siswa berasal dari keluarga yang terbilang mampu secara ekonomi. Yakni, SD Islam Al-Furqon Rembang,” ungkapnya.

Dijelaskan olehnya, penyaluran dana PIP itu melalui 16 tahap dan rampung bulan November kemarin. Masing-masing siswa mendapatkan Rp 450 ribu untuk siswa yang duduk di kelas II hingga kelas V dan khusus siswa kelas I Rp 225 ribu.

”Syarat siswa bisa menerima PIP di antaranya memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kemudian siswa yang tidak memiliki KPS juga boleh diusulkan pihak sekolah dengan menggunakan Formulir Usulan Sekolah atau FUS,” terangnya.

Dana PIP, kata Kusrini, merupakan bantuan pendidikan yang diperuntukkan untuk membantu siswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan belajar mengajar. Yaitu membeli peralatan sekolah berupa tas atau juga bisa untuk biaya transportasi sesuai petunjuk teknis yang ada.

”Dari kuota 21.123 siswa yang ditetapkan Pemerintah, Rembang akhirnya mendapatkan jatah 43.487 siswa. Jadi, membengkak banyak dari kouta pemerintah pusat. Berapapun yang diusulkan sekolah asalkan memenuhi syarat bisa berpeluang untuk menerima PIP,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni