Anak-anak di Kudus Ini Mengisi Waktu Luangnya dengan Kegiatan yang Menakjubkan

Jpeg

Beberapa anak yang mengikuti pendidikan membuat robot di Rumah Aksi menunjukkan robot hasil buatannya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – 18 anak dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kudus, diajak mengisi waktu liburnya di markas komunitas Omah Aksi Jalan Ekapraya No 34, Gang 1 Rendeng, RT 1 RW 1, Kecamatan Kota. Anak-anak tersebut distimulus untuk kreatif dan berimajinasi menjadi profesor cilik dengan membuat robot, pada Minggu (31/1/2016).

Anggota komunitas Omah Aksi Kudus M Ichsan Nugroho mengatakan, Omah Aksi itu merupakan wadah bagi berbagai komunitas yang ada di Kudus yang berkeinginan dan peduli untuk meningkatkan pendidikan pada anak-anak usia sekolah. ”Khusus untuk kegiatan robotik ini, kami memilih anak seusia kelas 4 SD hingga kelas 1 SMP saja,” katanya.

Penyelenggara kegiatan robotik pun menghadirkan pengajar yang ahli di bidangnya. Yaitu dengan menggendeng lembaga kursus IT Smart Kudus. Dengan begitu, anak-anak dibimbing mulai dari merangkai, memprogram serta menjalankan robot yang sudah jadi.

Hal senada diiyakan Resinta, salah satu pembimbing kegiatan robotik dari Lembaga Kursus IT Smart, Kerjasan, Kudus. Dia mengatakan, kegiatan robotik ini sudah kali kedua diselenggarakan. Yakni dengan SD Pasuruhan, Kecamatan Jati dan yang kedua yakni dengan komunitas Omah Aksi.

Tentunya dengan pendidikan membuat robot ini menjadi tambahan pengetahuan bagi anak-anak. Khususnya peningkatan psikomotoriknya.

”Dalam perangkaian ini, kami berikan perangkat robot yang berjenis Lego Education. Yaitu perangkat robot yang bisa dibongkar pasang. Perangkat tersebut pun juga bisa diprogram dan dijalankan layaknya robot. Dengan cara menggunakan baterai dan remot control,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, hasil robot buatan anak-anak diadu sesama robot yang lain. Jika robot salah satu dari anak-anak tersebut menang, maka diberi hadiah.

”Setelah jadi, nanti robot itu kita adu. Yakni dengan cara pertarungan di dalam lingkaran. Misalmya salah satu robot tersebut keluar dari lingkaran, maka dianggap kalah. Untuk hadianya, juara satu kita berikan peralatan sekolah, dan runer up-nya kita berikan topi,” papar Resinta.

Dia menambahkan, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak. Karena dalam membuat robot melatih kreativitas dan imajinasi anak. Sehingga membantu proses kembang berpikir anak, yang tidak hanya diperoleh dari sekolah formal saja.

Editor : Titis Ayu Winarni