Waspada, Kasus Demam Berdarah di Kecamatan Winong Pati Jadi Peringkat Pertama

Jajaran muspika Kecamatan Winong tengah membersihkan saluran air di desa-desa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jajaran muspika Kecamatan Winong tengah membersihkan saluran air di desa-desa. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Memasuki awal tahun, sedikitnya ada 18 kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) di Pati dalam kurun waktu 30 hari. Daerah yang paling banyak terkena DB adalah Kecamatan Winong.

Karena itu, sejumlah upaya dilaksanakan pemerintah Kecamatan Winong, mulai dari jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) Winong, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), kades se-Winong, polisi hingga TNI berbondong-bondong memberantas nyamuk penyebab demam berdarah.

”Awal tahun ini, Kecamatan Winong menyandang predikat sebagai daerah paling banyak yang terkena demam berdarah. Kami tidak akan biarkan. Kami lakukan fogging, pembagian abate, hingga membersihkan selokan, saluran air, dan temapat-tempat kotor,” kata Kapolsek Winong AKP Puji Raharjo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Ia sadar, nyamuk tidak akan bisa dibasmi hanya dengan gerakan serentak secara massal. Perlu kesadaran dan budaya hidup yang bersih dari masyarakat agar demam berdarah tidak menghantui masyarakat.

”Kami imbau agar masyarakat punya kesadaran untuk membudayakan hidup bersih. Barang-barang bekas sebaiknya dikubur. Kalau di rumah ada air yang menggenang, seperti bak mandi, kolam ikan, atau lainnya sebaiknya dikuras secara rutin. Aksi serentak tak cukup untuk membasmi nyamuk secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Namun begitu, aksi yang dilakukan jajaran muspika Kecamatan Winong cukup baik karena upaya pemberantasan bukan hanya nyamuknya saja, tetapi juga jentik-jentik hingga lingkungan. ”Kami juga sudah sosialisasikan kepada masyarakat terkait dengan upaya 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni