Disediakan Lahan, Petani Grobogan Diminta Tidak Merusak Tanaman Milik Perhutani

Sejumlah warga tengah bersiap melakukan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, KPH Semarang pada bulan Desember tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga tengah bersiap melakukan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, KPH Semarang pada bulan Desember tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk membantu meningkatkan pendapatan, Perum Perhutani selama ini sudah menyediakan lahan untuk bercocok tanam petani di sekitar kawasan hutan. Oleh sebab itu, sebaliknya para petani juga diminta untuk tidak merusak tanaman yang menjadi milik Perhutani.

Hal itu disampaikan Administratur KPH Semarang Yuda Suswardanto saat melangsungkan kegiatan penanaman pohon bertajuk ’Penghijauan Dengan Pola Padat Karya’ di Dusun Kali Ceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

”Lahan yang sudah disediakan buat petani silahkan dimanfaatkan sebaik mungkin. Tetapi perlu diperhatikan jangan merusak tanaman milik Perhutani. Sebab, jika kedapatan melakukan perusakan akan diproses secara hukum,” tegas Yuda.

Acara penanaman pohon yang diikuti siswa sekolah dan tokoh masyarakat itu dihadiri sejumlah pejabat. Antara lain, Plt Ketua DPRD Grobogan Nurwibowo, Kasdim 0717/ Purwodadi Mayor Inf Arif Isnawan, dan Kabag Ops Polres Grobogan Kopol Jenda Pulung.

Dalam acara tersebut Arif Isnawan mengatakan Gerakan Penghijauan Padat Karya tersebut harus melibatkan berbagai kalangan. Tidak hanya kalangan pemerintahan saja, masyarakat dan pengusaha juga diminta ikut terlibat di dalamnya. Sehingga semua pihak merasa peduli untuk ikut menyukseskan program penghijauan yang sedang digalakan pemerintah.

Pada bulan Desember tahun lalu, pihak KPH Semarang juga sudah melangsungkan penanaman pohon di petak 79a, BKPH Deras, yang masuk wilayah Desa Deras, Kecamatan Kedungjati. Acara penanaman pohon yang juga melibatkan masyarakat itu digelar dalam rangka Bulan Menanam Nasional.

Editor : Titis Ayu Winarni