Video – Buwas Beberkan Modus Peredaran Narkoba di Jepara

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) kerap dijadikan pemulus peredaran narkotika di Indonesia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sindikat narkoba jenis Sabu Pakistan yang ditemukan di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Menurut dia, modus yang digunakan warga asing pengedar narkoba adalah dengan bekerjasama dengan WNI. Kerja sama dalam bidang bisnis tertentu menjadi alat untuk mengelabui WNI maupun aparat untuk mendistribusikan barang haram tersebut.

“Seperti pelaku yang mengawini WNI, dan mengatasnamakan orang lain dalam setiap geraknya agar dipermudah. Ini yang harus diwaspadai,” ujar pria yang kerap disapa Buwas, dalam konferensi Pers di gudang ditemukannya ratusan narkoba jenis sabu di Jepara itu, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, jaringan peredaran narkoba ini merupakan jaringan internasional, yakni sindikat Pakistan dengan barang bukti berasal dari Tiongkok. Jaringan ini disinyalir merupakan penyuplai sabu di wilayah Jakarta, Semarang dan kota-kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

“Rencananya, jaringan ini akan mengedarkan sabu ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, dan kota lain di Jawa Tengah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam penggerebekan di gudang mebel pada Rabu (27/1/2016). Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti ratusan kilogram sabu, timbangan digital, genset sejumlah 194 unit, uang senilai Rp 700 juta, ponsel dan buku tabungan.

Editor : Akrom Hazami