8 Karyawan Terancam Di-PHK

Warga yang tergabung dalam PETIR melakukan demo terhadap PT. Omya Indonesia, Rabu (27/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Warga yang tergabung dalam PETIR melakukan demo terhadap PT. Omya Indonesia, Rabu (27/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Buntut demo yang dilakukan warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Rembang, sekaligus karyawan yang mengatasnamakan Pemuda Terongan Independen Rasional (PETIR) terhadap PT Omya Indonesia, ada karyawan yang terancam di-PHK.

Hal tersebut diketahui setelah pertemuan antara demonstran dengan perwakilan PT Omya Indonesia dan PT Graha Sekar Kencana (GSK). Manajemen perusahaan tambang itu beralasan ada delapan karyawan yang hendak dikeluarkan. Karena dinilai tidak memenuhi standar tes tulis dan psikologis yang diadakan oleh perusahaan beberapa hari yang lalu.

Menurut perwakilan karyawan, Wahyu Haka, pertemuan dengan PT GSK diikuti oleh 42 karyawan. Mereka adalah warga asli Desa Wonokerto, lokasi PT Omya Indonesia beroperasi. Sesaat setelah pertemuan, hanya 34 karyawan saja yang melakukan tanda tangan kontrak.
Oleh karena itu, semua karyawan sepakat terus menuntut agar delapan rekan mereka tetap diperbolehkan kembali bekerja. Apalagi mereka merupakan warga lokal dan semestinya mendapatkan prioritas dari perusahaan.

“Kami akan kompak bagaimanapun juga delapan rekan lainnya jangan dikeluarkan. Sebab, mereka tidak memiliki kesalahan mendasar,”kata Wahyu.

Ia dan rekan karyawan lainnya akan mencoba meminta bantuan kepada Pemerintah Desa Wonokerto mendesak PT Omya Indonesia mempekerjakan delapan karyawan tersebut.
Kades Wonokerto, Eko Cahyanto mengaku, sudah melakukan pemanggilan kepada manajemen PT Omya Indonesia. Pertemuan dengan delapan karyawan yang statusnya tidak diperpanjang pun juga sudah diagendakan.

Menurutnya, PT Omya memberikan peluang agar delapan karyawan tersebut bisa kembali dipekerjakan. Salah satu catatannya adalah Pemerintah Desa Wonokerto memberikan sebuah jaminan tertentu.

Editor : Akrom Hazami