Bocah 14 Tahun Asal Kembang Pati Dianiaya dengan Belati

Ilustrasi kekerasan anak (www.rmol)

Ilustrasi kekerasan anak (www.rmol)

 

MuriaNewsCom,Pati – Lagi-lagi pentas dangdut memakan korban. Di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati pada akhir 2015 lalu terjadi penganiayaan pada bocah berusia 14 tahun usai pentas dangdut di desanya.

Bocah berinisial DP itu ditusuk menggunakan belati pada bagian kepala dan dipukuli hingga babak belur, setelah bersama gerombolan orang yang melempari batu kepada gerombolan orang yang melintas. Insiden ini diamini Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

“Informasi yang kami terima dari Kanit Reskrim Polsek Dukuhseti, ada salah seorang yang lewat di jalan setelah menonton dangdut. Tiba-tiba saja, seseorang itu dilempari menggunakan batu dari segerombol orang di Desa Kembang,” ujar Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/1/2016).

Tak terima dilempari batu, seseorang tersebut akhirnya memanggil teman-temannya dan mendatangi gerombolan tadi. Di sana, beberapa orang dianiaya karena telah melempari batu orang yang lewat.

“Salah satu yang terkena penganiayaan secara bersama-sama, bocah berusia 14 tahun. Ia mengalami luka cukup serius, antara lain luka robek pada bagian kepala, memar di perut dan wajah hingga dilarikan ke RSI Margoyoso,” tuturnya.

Ia mengatakan, kasus tersebut memang cukup rumit, karena bisa jadi korban yang dianiaya juga merupakan pelaku yang melempari batu. Karena itu, pihaknya saat ini sedang mendalami kasus tersebut.

“Saat ini, kami sudah mengantongi identitas tersangka. Namun, kami masih mendalami kasus ini karena memang cukup rumit. Korban bisa jadi tersangka dan sebaliknya. Kami terus dalami kasus ini,” pungkasnya

Editor : Kholistiono