Siswa Ini Trauma Usai Ditampar Guru dan Enggan Berangkat ke Sekolah

 

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu siswa tingkat sekolah dasar di Kecamatan Bangsri, Jepara menjadi korban kekerasan oleh salah satu gurunya berinisial MD. Korban bernisial MI, kini mengalami gangguan pendengaran akibat tindak kekerasan tersebut. Tak hanya itu, korban pun syok dan enggan berangkat ke sekolah.

Kakak kandung korban Edy Purnomo mengatakan, adiknya tersebut sejak terjadi kekerasan pada Minggu (17/1/2016) lalu sampai saat ini masih tidak bersedia berangkat sekolah.

“Jelas, selain mengakibatkan gangguan fisik, juga gangguan psikologis. Adik saya tidak mau berangkat sekolah karena takut dengan guru itu,” ujar Edy Purnomo kepada MuriaNewsCom, Senin (25/1/2016).

Menurut dia, adanya gangguan di pendengaran korban dikuatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter spesialis THT RSUD Kartini, Sabtu (23/1/2016). Sehingga, perlu dilakukan pengobatan dan terapi secara bertahap.

Terkait kekerasan yang dilakukan oknum guru tersebut, dirinya melaporkan kasus ini ke kepolisian. Hal ini, agar tidak ada lagi korban kekerasan dari oknum guru tersebut. Edy menambahkan, pihak keluarga berencana memindahkan korban ke sekolah lain, hal ini karena permintaan sang anak.

Seperti diberitakan, berdasarkan cerita kakak korban, kronologi kejadian kekerasan tersebut, yakni ketika korban bersama lima siswa lainnya mendapatkan tugas untuk menyalin materi pelajaran sebanyak 12 halaman, dan harus diselesaikan hingga akhir jam pelajaran.

Tapi saat baru memperoleh sekitar enam halaman, korban terus menerus ditanya. Entah dengan alasan apa sang guru langsung menampar korban di bagian telinga kiri.

Editor : Kholistiono