Tak Hanya Nelayan, Semua Warga Diminta Waspada Terkait Ancaman Bencana di Musim Hujan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ancaman bencana alam di musim hujan ini tidak hanya kepada nelayan yang berlayar dilaut. Warga di daratan juga diminta untuk lebih waspada. Apalagi, saat ini cuaca tak menentu dan sulit diprediksi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno menjelaskan, pihaknya mengkhawatirkan bencana di darat seperti banjir bandang di wilayah Jepara. Karena, dengan cuaca yang saat ini sulit diprediksi, maka kemungkinan warga kurang siap.

“Saat ini cuaca sulit diprediksi, sehingga ancaman datangnya bencana mendadak pun semakin besar. Untuk itu, kami imbau kepada semua warga harus lebih waspada,” ujar Lulus kepada MuriaNewsCom, Sabtu (23/1/2016).

Menurut dia, sejak Desember hingga jelang akhir Januari ini, hujan yang mengguyur Jepara belum merata. Hujan hanya di sebagian wilayah, tapi di bagian wilayah lainnya tidak diguyur hujan. Selain itu, lokasi hujan cenderung berganti-ganti. Hal ini mengakibatkan tanah menjadi labil dan akan mudah ikut tergerus aliran air.

“Cuaca yang tidak bisa diprediksi menjadikan warga kurang waspada. Dimungkinkan warga akan menganggap remeh hujan yang turun, mengingat pengalaman beberapa bulan tidak membahayakan. Untuk itu, kami mengimbau waspada sebagai upaya mengingatkan kepada warga,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, antisipasi dari relawan sendiri kemungkinan sedikit terganggu. Sebab, meski di sebagian kawasan lain tidak hujan, tapi ternyata di lereng Pegunungan Muria Jepara hujan deras dan menyebabkan banjir bandang maupun longsor.

“Untuk relawan BPBD sendiri, solusinya memang kami tuntut untuk selalu bersiaga. Tapi yang kami khawatirkan adalah kewaspadaan warga, karena terkait dengan keselamatan jiwa,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono