Ibu-ibu PKK di Blora Ini Ubah Sampah Jadi Rupiah

PKK Japah saat menyusun sampah plastik menjadi tas belanja cantik dan unik (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

PKK Japah saat menyusun sampah plastik menjadi tas belanja cantik dan unik (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sampah biasanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Namun, di tangan ibu-ibu kelompok PKK Desa Japah, Kecamatan Japah, Blora, sampah justru disulap menjadi rupiah.

Sampah-sampah berupa plastik sisa kemasan kopi, sampah gelas plastik air mineral, dan bungkus makanan ringan, dimanfaatkan menjadi tas. Di tangan kreatif ibu-ibu, tas yang berasal dari sampah tersebut menjadi sangat menarik dan memiliki nilai ekonomi.

Ide memanfaatkan sampah tersebut, bermula dari keresahan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK Japah terhadap onggokan sampah rumah tangga, terutama sampah plastik sisa kemasan kopi dan sampah gelas plastik air mineral.

Dari situ, Juli Astuti (46) Ketua PKK Japah mengajak seluruh anggotanya agar mengasah kreativitas dengan memanfaatkan sampah plastik tersebut menjadi sebuah karya yang mampu mendatangkan rupiah. “Akhirnya terfikirkan oleh kami, untuk menjadikan sampah plastik itu menjadi tas,” ujar Yulia, sapaan akrab Juli Astuti.

Rupanya, hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Desa Japah, dengan mendatangkan instruktur untuk memberikan pengarahan atas pengolahan sampah menjadi karya yang ada nilai jualnya. Sebelumnya mereka telah mengumpulkan dua karung sampah untuk dijadikan modal dalam pelatihan yang tersebut.

“Selain kami berkreasi sendiri, dari pihak desa telah membantu kami dengan memberikan pelatihan. Kamipun siap dengan dua karung besar sampah,” katanya.

Selain itu, kemajuan teknologi rupanya mampu menjadikan hasil karya mereka menjadi semakin bervariatif. Dengan bermodalkan sedikit pemahaman terhadap internet, Yulia bersama dengan ibu-ibu yang lain mencoba mengembangkan karyanya dengan mencari hal-hal baru di internet untuk dipraktekkan terhadap karyanya.

Untuk mendapat bahan baku, rupanya mereka tidak merasa kesulitan. Masing-masing dari anggota PKK diimbau agar tidak membuang sampah plastik dari masing-masing kediaman mereka.

Ketika sampah sudah terkumpul, maka akan dijadikan satu untuk dirakit menjadi karya berupa tas belanja, tempat tisu, ada juga tempat air mineral. “Kalau sampah tali plastik, kami kerjasama dengan pemilik fotokopi. Sedangkan sisa kemasan oli kami ambil dari bengkel. Sampah tali plastik tersebut sebagi pengait antarsatu sampah dengsan sampah yang lain hingga menjadi tas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono