Cegah Korupsi, Pemkab Grobogan Teken MoU dengan Kejari Purwodadi

Pengunjung berada di tempat wisata Dinding Kalinanas, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pengunjung berada di tempat wisata Dinding Kalinanas, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Pemkab Grobogan dan Kejaksaan Negeri Purwodadi melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) dalam bidang pengawasan pembangunan, Rabu (20/1/2016).

Acara penandatanganan yang dilangsungkan di Ruang Riptaloka itu dilakukan oleh Bupati Grobogan Bambang Pudjiono dan Kajari Purwodadi Abdullah. Sejumlah pimpinan Forkopimda dan semua pimpinan SKPD hadir pula dalam kesempatan itu.

“Semua pihak perlu mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional dan daerah. Salah satunya, melalui pengawalan dan pengamanan, mulai dari tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah timbulnya penyimpangan dan kerugian negara,” ungkap Bambang Pudjiono.

Dengan adanya MoU tersebut, Bambang meminta, para pejabat yang berkaitan dengan pelaksanaan lelang proyek diminta tidak perlu takut dalam melaksanakan tugasnya.

Jika semua pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai prosedur, maka para pejabat tersebut bisa dipastikan tidak akan terjerat masalah hukum. Terlebih, saat ini sudah ada Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari aparat penegak hukum yang menjadi mitra dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

Sementara itu, Kajari Purwodadi Abdullah menyatakan, pembentukan TP4D ini salah satu latar belakangnya adalah munculnya ketakutan dan kekhawatiran dari pelaksana atau pengguna anggaran terhadap aparat penegak hukum. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab rendahnya penyerapan anggaran di berbagai daerah.

Tugas TP4D ini dinilai cukup berat, karena harus membantu pemerintah daerah dan mencegah adanya kerugian negara dari proyek pembangunan yang dilakukan. Namun, dalam menjalankan tugas, TP4D ini tidak mengintervensi masalah teknis

“Tugas TP4D ini memang membantu mengawasi proyek pembangunan mulai dari proses awal. Dengan adanya TP4D ini, kami berupaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono