Bingung Kerja? Jadi TKI saja, kata Pemkab Blora

Chris Hapsoro Kepala Diana tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Chris Hapsoro Kepala Diana tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Minimnya peluang kerja yang ada di Blora membuat pemkab mendorong masyarakat setempat untuk jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara Asia Timur dan Australia.
Karena negara-negara itu dalamnya memiliki aturan kerja yang baik.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, pada 2014 ada 40 warga Blora yang menjadi TKI pada 2015 naik menjadi 70 warga. Ini artinya ada peningkatan yang signifikan. Naiknya jumlah TKI tersebut disebabkan oleh meningkatnya kualitas ekonomi TKI yang telah bekerja di negara itu. Hingga membuat mereka yang belum meningkat secara ekonominya, tergiur mengikuti langkahnya.

Di Blora sendiri persebaran TKI terbanyak di Kecamatan Todanan, Banjarejo, Randublatung dan Japah.

“Sebagian besar mereka jadi sopir dan penjaga panti jompo,” ungkap Chris Hapsoro, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) kepada MuriaNewsCom (18/01/2016).
Pihaknya, lanjut Hapsoro, tidak sembarangan dalam memberangkatkan TKI. Harus melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang direkomendasi dari Disnakertransos. “Harus melalui kami untuk diberi pembekalan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dari pembekalan, menurutnya, selalu diberikan kepada para TKI yang mau diberangkatan. Pembekalan meliputi regulasi kerja dan pengetahuan umum. Jadi, TKI sudah matang dan siap terkait pekerjaaanya.

Meski begitu, Hapsoro mengaku, tidak ada pekerjaan yang lebih menyenangkan selain bekerja dekat dengan rumah sendiri. Menjadi TKI adalah alternatif jika tidak ada peluang kerja di daerah.
Ia juga berharap, bagi TKI agar tidak lena bekerja di luar negeri. Bagi yang sudah mumpuni untuk berwirausaha memutuskan kembali ke daerah dan berwirausaha. “berharap sepulang dari sana bisa mengumpulkan modal untuk berwirausahaujarnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)