Beras Organik Bakal Jadi Ikon Baru Pertanian di Pati

Wakil Bupati Pati Budiyono tengah memanen padi yang ditanam menggunakan metode SRI Organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakil Bupati Pati Budiyono tengah memanen padi yang ditanam menggunakan metode SRI Organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Selama ini Pati dikenal sebagai daerah pertanian yang cukup berhasil di tingkat nasional hingga dinobatkan sebagai salah satu daerah yang sukses memberikan kontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Sayangnya, konsep pertanian yang dilakukan masih menggunakan bahan kimia, mulai dari pupuk hingga pestisida. Petani di Pati masih sangat jarang menggunakan konsep organik untuk menghasilkan beras yang berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi.

Kondisi tersebut akan digebrak sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Padi “Mustika” dengan menanam padi organik menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI). Padi tersebut ditanam menggunakan pupuk alami dan pestisida nabati dengan memanfaatkan mikro organisme lokal (MOL).

Suroto, salah satu petani Mustika kepada MuriaNewsCom, Kamis (14/1/2016) mengatakan, konsep organik tersebut sudah berhasil dilakukan dengan memanen sedikitnya 9,4 ton gabah kering dalam lahan seluas satu hektare.

Kendati begitu, perjuangan menanam padi dengan sistem SRI organik ternyata tidak mudah. Ia mengaku sudah pernah gagal dalam melakukan panen. ”Kami pernah gagal pada percobaan pertama di musim tanam ketiga tahun lalu. Waktu itu, kekeringan panjang melanda wilayah pertanian di Pati,” tuturnya.

Ia mengatakan, kelompok taninya tidak putus asa dan kembali menanam padi dengan metode SRI organik. Panen melimpah akhirnya berhasil dilakukan pada pertengahan Januari, setelah benih mulai ditanam pertengahan Oktober 2015 lalu.

Atas keberhasilannya tersebut, Wakil Bupati Pati Budiyono meminta agar kelompok tani Mustika terus melakukan agenda penanaman padi organik. Dengan begitu, produk padi organik akan menjadi ikon baru di dunia pertanian di Pati.

”Kami harap padi organik yang menghasilkan beras organik itu bisa jadi ikon baru pertanian di Pati. Selain sehat, harga jualnya mahal, yakni sekitar Rp 20 ribu di pasar modern. Itu bisa meningkatkan ekonomi petani di Pati,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)