Hebat! Petani Pati Berhasil Panen Padi Merah Organik 9 Ton per Hektare

Wakil Bupati Pati Budiyono bersama dengan Dandim 0718 Pati Letkol Inf Heri Setiono memanen padi merah organik di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakil Bupati Pati Budiyono bersama dengan Dandim 0718 Pati Letkol Inf Heri Setiono memanen padi merah organik di Desa Kedumulyo, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani padi “Mustika” berhasil memanen padi merah organik sebanyak lebih dari sembilan ton gabah kering yang ditanam dalam lahan satu hektare di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo. Panen itu dilakukan Kamis (14/1/2016).

Panen itu terbilang sangat luar biasa, karena panen dengan sistem konvensional menggunakan bahan kimia hanya mampu panen 4,5 ton setiap hektarenya. Namun, dengan penanaman dengan metode System of Rice Intensification (SRI), petani tersebut berhasil memanen padi dua kali lipat dari sistem penanaman konvensional.

Wakil Bupati Pati Budiyono saat ditemui MuriaNewsCom mengaku terkejut dengan hasil panen yang dilakukan petani Mustika. Pasalnya, satu hektare sawah biasanya hanya mampu memanen 4,5 ton gabah kering.

”Kami benar-benar memberikan apresiasi. Bukan hanya soal panennya yang melimpah dan luar biasa, tetapi kualitasnya juga organik yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia,” tutur Budiyono.

Ia berharap agar petani Mustika bisa mengajarkan metode penanaman dengan sistem SRI organik kepada petani lainnya yang ada di Pati. ”Selama ini, Pati memang dikenal sebagai lumbung padinya Indonesia. Pati juga dikenal sebagai pioner ketahanan pangan Indonesia. Kami berharap petani Mustika bisa mengenalkan model penanaman itu kepada petani lainnya,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)