Polisi Temukan Seperangkat Alat Hisap Sabu Lengkap di Rumah Warga Lasem Ini

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

REMBANG – Penangkapan Priyono alias Segi yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu, tidak berhenti pada penggeledahan pada orangnya saja.

Pihak kepolisian Satnarkoba Polres Rembang segera bergerak cepat menggeledah rumahnya juga, Selasa (12/1/2016) malam. Benar saja, dari penggeledahan di rumah yang terletak di Desa Karangturi, RT 01 RW 04 Kecamatan Lasem, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan Priyono sebagai pengedar sabu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi pada Rabu (13/1/2016). Menurutnya, berbagai barang bukti ditemukan di rumah pelaku setelah dilakukan pengembangan dari kasus penangkapan Priyono yang kedapatan membawa sabu di tepi jalan.

”Setelah kami lakukan pengembangan penggeledahan di dalam rumah tersangka, kami juga menemukan sejumlah barang bukti lain,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti lain, lanjut Bambang, di antaranya sebuah bong untuk membakar sabu, sebuah pipet warna bening yang terbuat dari kaca yang di bungkus dengan kertas tisu warna putih, hingga uang tunai seratus ribuan sebanyak Rp 2.500.000.

”Selain itu, sebuah korek api gas warna merah, satu set alat hisap bong yang terbuat dari tutup botol minuman suplemen yang telah dilubangi dan di beri dua selang karet warna bening. Ada juga sebuah korek api gas warna biru yang telah diberi jarum pengatur api yang terbuat dari jarum suntik bekas,” tandasnya.

Guna penyidikan lebih lanjut saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Rembang. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyono kedapatan membawa sabu ketika petugas Polres Rembang yang berpatroli melintas di Jalan Desa Karangturi, Gang VII, Lasem. Melihat gerak-gerik Priyono yang mencurigakan, petugas segera menghampiri dan melakukan penggeledahan. (AHMAD WAKID/TITIS W)