454 Mahasiswa Unisnu Jepara Jalani KKN di 49 Desa

fkkn (e)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam acara pelepasan mahasiswa Unisnu Jepara di Pendapa Kabupaten Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sebanyak 454 mahasiswa Unisnu Jepara secara resmi dilepas untuk menjalani proses Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Jepara, Demak dan Pati. Pelepasan tersebut dilakukan di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (12/1/2016).

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, KKN masih menjadi salah satu program yang penting bagi mahasiswa. Sebab, KKN dapat dijadikan media untuk mengaplikasikan keilmuan mahasiswa yang didapatkan di bangku perkuliahan sebagai implikasi dari ilmu bermanfaat.

“Agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat, seseorang dalam hal ini mahasiswa harus mau mencari dan memperoleh doa restu dari dosen maupun unsur pendidik yang lain. Sehingga, dalam mengaplikasikan ilmunya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Marzuqi.

Dari 454 mahasiswa Unisnu Jepara yang ikut KKN terdiri dari Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan sebagai wahana dan sarana untuk menanamkan jiwa pengabdian yang dilakukan mahasiswa, dosen serta seluruh civitas akademika Unisnu Jepara.

Mahasiswa peserta KKN diterjunkan menuju lokasi di 49 desa yang tersebar di Kecamatan Kedung (164 mahasiswa), Pakis Aji (79 mahasiswa) dan Batealit (101 mahasiswa). Selebihnya di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus (37 mahasiswa), Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak (37 mahasiswa) dan Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati (36 mahasiswa).

Sementara itu, menurut Kabid Pengabdian Masyarakat Unisnu Jepara Adi Sucipto, pelaksanaan KKN tahun ini megusung tema yang tergolong berat, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan”.

Mahasiswa dituntut untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat di lokasi-lokasi pelaksanaan KKN. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)