Pengurusan e-KTP Sering Dikeluhkan Warga, Ini Kata Bupati Pati

Purwaka, warga Desa Blaru, Kecamatan Pati menunjukkan e-KTP yang baru saja ia buat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Purwaka, warga Desa Blaru, Kecamatan Pati menunjukkan e-KTP yang baru saja ia buat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pengurusan e-KTP di Kabupaten Pati selama ini dikeluhkan masyarakat, terutama menyangkut pelayanan yang membutuhkan waktu cukup lama. Selain itu, pungutan pembuatan e-KTP juga seringkali disuarakan masyarakat, meski belum ada buktinya.

Hal ini mendapatkan sorotan dari Bupati Pati Haryanto. Ia mengatakan, pelayanan e-KTP yang membutuhkan waktu cukup lama bukan disebabkan dari daerah, tetapi blanko dari pusat.

”Pengadaan blanko itu bukan dari daerah. Itu langsung dari Kementerian Dalam Negeri. Blanko dari pusat sendiri memang minim. Ini yang menyebabkan pengurusan e-KTP membutuhkan waktu cukup lama,” kata Haryanto kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Namun, saat ini warga Pati dinilai bisa bernapas lega setelah semua blanko dari Kementerian Dalam Negeri sudah dicetak. ”Minggu ini, semua e-KTP diserahkan secara serentak di sejumlah daerah dan bertahap di seluruh Kabupaten Pati,” imbuhnya.

Ditanya soal keluhan warga terkait dengan adanya pungutan yang dilakukan sejumlah oknum pegawai, ia menepis soal itu. Mestinya, kata dia, pengurusan e-KTP bebas pungutan karena pada dasarnya gratis.
Karena itu, ia meminta warga untuk melaporkan ke pihak yang berwajib ketika ada pungutan. ”Tentu harus ada buktinya. Jangan asal asumsi atau opini saja,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)