Ini Tanggapan Penghuni Kos Terkait Razia yang Dilakukan Polres Grobogan

Petugas gabungan Polres Grobogan saat mengecek identitas penghuni kamar kos-kosan di Purwodadi

Petugas gabungan Polres Grobogan saat mengecek identitas penghuni kamar kos-kosan di Purwodadi

 

GROBOGAN – Kegiatan razia kamar kos-kosan yang dilakukan aparat Polres Grobogan pada Kamis (7/1/2016) lalu, mendapat tanggapan dari salah satu penghuni kos. Yakni, Muslicha Herma yang beralamat Kampung Brambangan, Kelurahan Purwodadi.

Pemuda 22 tahun yang fotonya terpampang dalam pemberitaan itu merasa tidak melakukan perbuatan yang aneh-aneh ketika razia digelar. Dimana, saat itu dia tengah ngobrol berdua dengan teman lelakinya di kamar kos di Jalan Ampera, Purwodadi. Tidak lama berselang, tunangannya datang ke kos-kosan untuk mengambil paketan yang baru tiba dari luar kota.

“Saat ada petugas masuk melangsungkan razia di lokasi kos-kosan, saya sedang ngrobrol di teras kamar. Kemudian ketika didatangi petugas, saya masuk kamar untuk ambil KTP. Jadi tidak mungkin saya melakukan tindakan yang melanggar aturan,” kata Herma yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernihakan dengan tunangannya tersebut.

Herma perlu meluruskan hal ini untuk menjernihkan suasana. Sebab, terpampangnya fotonya di dalam kamar kos itu menyebabkan beberapa famili dan teman dekatnya bertanya-tanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas gabungan Polres Grobogan, Kamis (7/1/2016) melangsungkan kegiatan razia sejumlah tempat kos yang ada Kota Purwodadi Sedikitnya, ada 10 lokasi yang disasar petugas dalam razia kali ini.

Dalam razia tersebut, petugas mendapati ada beberapa pasangan berlainan jenis yang berada dalam satu kamar kos. Ditengarai, mereka ini adalah pasangan kumpul kebo lantara tidak bisa menunjukkan bukti sebagai suami istri. Saat diperiksa KTP nya, pasangan ini juga berbeda alamat. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

 

Berita terkait : Antisipasi Teroris, Polisi Razia Kamar Kos di Purwodadi