Lagi, Ditemukan Fosil Gajah Purba Seberat 1 Kuintal di Kebun Jati Desa Banjarejo

Empat warga Desa Banjarejo tengah memikul fosil gajah purba dari lokasi penemuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Empat warga Desa Banjarejo tengah memikul fosil gajah purba dari lokasi penemuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Penemuan fosil bagian tubuh hewan purbakala lagi-lagi ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Yang terbaru berupa bagian tubuh gajah purba yang ditemukan Kaur Kesra Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo Budi Setyo Utomo, Minggu (03/01/2016) sore.

Lokasi penemuan fosil baru ini berada di areal kebun jati di Dusun Ngrunut. Dari perkampungan menuju ke lokasi kebun jati milik Dul Karman itu jaraknya sekitar 1 km.

Fosil tersebut terpendam dalam tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter. Untuk menggali fosil yang dilakukan empat orang itu butuh waktu sekitar lima jam. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses evakuasi itu disebabkan butuh kehati-hatian agar proses penggalian tidak merusak fosil yang terkubur dalam tanah tersebut.

”Kalau hanya sekedar bikin galian sedalam 1 meter paling butuh waktu satu jam saja. Tetapi karena proses mengangkat fosil ini butuh hati-hati makanya jadi cukup lama,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik yang memimpin langsung proses pengangkatan fosil tersebut.

Menurut Taufik, fosil yang ditemukan itu memiliki panjang 60 cm, lebar 40, tinggi 35 cm. Meski tidak terlalu besar, namun bobot fosil itu ternyata cukup berat. Diperkirakan, beratnya sekitar 1 kuintal dan butuh empat orang untuk memikul fosil itu dari tempat penemuan hingga ke perkampungan.

Penemuan fosil terbaru itu, sudah dikoordinasikan dengan pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Selain itu, foto-foto fosil juga dikirimkan pula ke sana melalui email.
Dari keterangan pihak BPSMP, fosil tersebut merupakan rahang atas gajah purba. Hal itu dilihat dengan adanya deretan gigi yang terdapat pada fosil tersebut. Meski demikian, pihak BPSMP belum bisa memastikan jenis gajah purba tersebut. Apakah jenis mastodon, stegodon, atau elephas.

”Keterangan ini diberikan berdasarkan dari foto yang saya kirim. Untuk memastikan, perlu melihat langsung fosil dan lokasi penemuan untuk melakukan serangkaian kajian. Dalam waktu dekat, pihak BPSMP melakukan penelitian ke Banjarejo,” imbuh Taufik. (DANI AGUS/TITIS W)