Ini Reaksi Pemkab Rembang Dengar Karyawan Unilever di Rembang di-PHK

Ilustrasi PHK (AKROM HAZAMI)

Ilustrasi PHK 

 

REMBANG – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Rembang menyatakan belum menerima laporan dari PT Fajar Mulia Abadi terkait dirumahkannya puluhan pekerja dan ditutupnya perusahaan gudang distributor Unilever itu.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Rembang Waluyo ketika dihubungi MuriaNewsCom, mengaku belum mendapatkan laporan dirumahkannya 55 karyawan lantaran dugaan penggelapan. ”Belum dapat laporan,” jelasnya singkat.

Disinggung apakah pihak perusahaan wajib melaporkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tersebut, Waluyo masih enggan berkomentar. Dia menegaskan masih menunggu informasi. “Maaf sampai saat ini belum ada laporan ke dinas saya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PHK besar-besaran dilakukan oleh pihak managemen perusahaan gudang distributor Unilever PT Fajar Mulia Abadi di Rembang, Senin (4/1/2016). Diduga PHK terpaksa dilakukan lantaran terkait kasus penggelapan.

Tak tanggung-tanggung, akibat dari penggelapan itu perusahaan mengalami pailit setelah merugi sekitar Rp 1 miliar. Sehingga memaksa pihak pemilik untuk menutup usahanya dan merumahkan karyawan. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)