Bupati Pati : Kalau Ada SKPD, Camat dan Kades yang Selewengkan Anggaran, Tanggung Sendiri Risikonya

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pejabat SKPD berjabat tangan dengan Bupati Pati usai tandatangani pakta integritas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Seluruh pejabat Pemkab Pati yang terdiri dari Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), camat, dan lurah atau kepala desa se-Kabupaten Pati menandatangani pakta integritas penggunaan anggaran 2016 di Ruang Pragola Setda Pati, Senin (4/1/2016).

Mereka diminta untuk menggunakan anggaran selama 2016 sesuai mekanisme dan aturan yang ada. “Jangan sampai ada yang menyimpang. Kalau ada yang melakukan penyimpangan dalam penggunaan anggaran, itu urusan mereka karena tanggung jawab sudah diserahkan kepada mereka,” kata Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Ia juga mengimbau kepada pejabat di Kabupaten Pati untuk melaksanakan program-program 2015 yang belum sempat terlaksana untuk dilanjutkan pada 2016. “Kenapa kita buat pakta integritas? Ya agar mereka patuh dan melaksanakan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada,” ujar Haryanto.

Untuk mempercepat serapan anggaran agar tidak seperti tahun sebelumnya, SKPD, camat dan lurah diimbau untuk segera menggunakan anggaran yang digelontorkan dari APBD tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

“Saya juga punya rumusan. Dana alokasi dana desa (ADD) yang semula masuk penghasilan tetap (siltap) yang semula pencairannya bersamaan, tahun ini kita serahkan siltap setiap bulan kepada perangkat dan kepala desa,” imbuhnya.

Pasalnya, siltap didefinisikan sebagai gaji para perangkat, sehingga siltap akan diserahkan setiap bulan dan tidak per semester seperti tahun sebelumnya. “Formula itu kami nilai akan meningkatkan serapan anggaran pada tahun ini,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)