55 Karyawan Unilever di Rembang Di-PHK, Ada Apa?

Ilustrasi PHK (AKROM HAZAMI)

Ilustrasi PHK (AKROM HAZAMI)

 

REMBANG – Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) dilakukan oleh Manajemen Perusahaan gudang distributor Unilever PT Fajar Mulia Abadi di Rembang, Senin (4/1/2016). Diduga PHK terpaksa dilakukan lantaran terkait kasus penggelapan.

Sebanyak 55 orang karyawan gudang distributor Unilever yang berlokasi di jalan raya Rembang – Blora, Dukuh Mbesi, Desa Kedungrejo, Kecamatan/Kabupaten Rembang, dirumahkan. Belum diketahui pasti penyebab dirumahkannya seluruh karyawan tersebut.

Namun dari info yang dihimpun, perusahaan terpaksa melakukan PHK, karena karyawan melakukan penggelapan uang hasil penjualan.

Tak tanggung-tanggung, akibat dari penggelapan itu perusahaan mengalami pailit setelah merugi sekitar Rp 1 miliar. Pihak pemilik akhirnya menutup usahanya dan merumahkan karyawan.

Sebagaimana diketahui pula, terkait dugaan penggelapan tersebut, Manajer Agus Rahmad telah lebih dulu dikeluarkan pihak perusahaan pada Oktober 2015 lalu. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak pemilik perusahaan terkait persoalan tersebut.

Kepala Satuan Samapta Bhayangkara Polres Rembang, AKP Bhinuka yang bertugas mengawal di kantor perusahaan mengatakan, selama proses PHK tidak ada gejolak dari karyawan, sehingga kegiatan berlangsung aman dan lancar.

“Pesangon yang diberikan kepada 55 karyawan berkisar antara Rp 1.200.000, sampai Rp 1.900.000,- tergantung posisi atau kedudukan dan masa kerja masing masing karyawan,” katanya.

Namun soal terkait adanya dugaan penggelapan, Bhinuka belum bisa memastikan. “Silakan konfirmasi ke Dinsosnakertrans soal penyebab PHK dan GM-nya dipecat dengan dugaan penggelapan belum jelas,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)