Ribuan Suporter Padati Pertandingan Voli di GOR Sukun

Para suporter tumpah ruah di GOR Sukun menyaksikan pertandingan bola voli. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para suporter tumpah ruah di GOR Sukun menyaksikan pertandingan bola voli. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Pertandingan bola voli yang diadakan oleh PR Sukun pada Kamis, (31/12/2015) berlangsung meriah. Kemeriahan tersebut dibuktikan dengan ribuan suporter yang berada di GOR Sukun, Gebog.

Salah satu panitia pertandingan bertajuk Volley Ball Friendly Match Sugiono mengatakan,pertandingan berlangsung sangat meriah. Sebab para supoter datang dari dalam atau luar kota. “Ramai sekali,” katanya.

Selain itu,lanjut Giono, mengantisipasi berjubelnya penonton, panitia telah menyediakan layar lebar di halaman GOR. Sehingga bagi penonton yang tidak bisa masuk ke dalam GOR lantaran penuh, maka mereka bisa nonton bareng di luar GOR.

Pertandingan persahabatan yang akan menyuguhkan lawan antara tim Sukun Putra (Kudus Selection) vs  tim Putra Yuso Yogyakarta dan tim Sukun Putri (Kudus Selection) vs tim putri PPLP Semarang, tentunya dapat memberikan semangat tersendiri bagi pencinta voli.

“Acara ini memang diselenggarakan untuk mendongkrak semangat, motivasi, bagi atlet dan masyarakat di Kudus dan lainya,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain penonton umum dari dalam dan luar Kudus yang memenuhi GOR Sukun ini, pihak panitia juga mengundang para pejabat Kecamatan Gebog, KONI Kudus, PBVSI Kudus, polres, kodim, dan lainnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

KALEIDOSKOP 2015 : Ada  24.422 Pengguna Jalan di Pati Ditilang Polisi Selama 2015

Puluhan kendaraan terjaring operasi gabungan di Jalan Lingkar Conge, Juwana, Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan kendaraan terjaring operasi gabungan di Jalan Lingkar Conge, Juwana, Oktober 2015 lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pengguna jalan di wilayah Kabupaten Pati selama tahun 2015 ternyata banyak yang tidak mematuhi aturan dan melanggar lalu lintas. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pelanggaran lalu lintas selama setahun.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati, Kamis (31/12/2015), sedikitnya ada 24.422 lembar bukti pelanggaran dari berbagai operasi yang digelar kepolisian.

Tak hanya bukti pelanggaran, polisi juga memberikan teguran kepada pengguna jalan sebanyak 23.451 lembar. “Total pelanggaran lalu lintas ada 47.873 lembar. Tilang sebanyak 24.422 lembar dan teguran 23.451 lembar,” kata Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho.

Ia mengatakan, sebagian besar pengguna jalan yang dikenakan tilang disebabkan tidak membawa surat-surat kelengkapan berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

“Beberapa di antaranya, karena tidak mengenakan helm sebagai bagian dari kelengkapan keselamatan lalu lintas. Kami imbau kepada masyarakat untuk membawa surat-surat kendaraan, helm, sabuk keselamatan, dan hati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi kecelakaan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

6.293 Botol Miras di Jepara Dimusnahkan

Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Jepara pada Kamis (31/12/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ribuan botol miras dimusnahkan di Mapolres Jepara pada Kamis (31/12/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Di akhir tahun 2015 ini, Polres Jepara kembali memusnahkan Minuman Keras (Miras) beserta botolnya, itu dari hasil Operasi Pekat Candi Semester II tahun 2015. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat ada sebanyak 6.293 botol miras berbagai merek berhasil diamankan. Polres bersama tim operasi terkait juga berhasil mengamankan 1.287 liter miras oplosan, 3.404 liter miras curah ginseng, ciu dan arak.
Di samping itu juga menyita 80 buah petasan besar, 336 buah petasan kecil, 100 buah petasan sedang serta 7 bungkus bubuk petasan. Selanjutnya, tim juga menangkap 9 tersangka judi dan 52 kasus miras. Seluruh barang tersebut selanjutnya dimusnahkan bersama di Mapolres Jepara.
Acara pemusnahan tersebut diawali dengan acara penandatanganan berita acara dan dilanjutkan pemusnahan secara simbolis oleh Bupati yang diwakili Sekda Jepara, Kapolres dan segenap Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Jepara.
Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, banyaknya miras hasil operasi ini menunjukkan tingginya peredaran miras di Kabupaten Jepara.
”Padahal secara agama sudah jelas ini adalah minuman haram dan menyesatkan,” kata Samsu, Kamis (31/12/2015).
Menurutnya, miras juga merupakan pemicu keributan masyarakat, maka pihaknya dalam hal ini sangat getol terhadap operasi dan pemusnahan. Harapannya adanya operasi dapat meminimalisasi dan mengeliminisasi berbagai potesi kerawanan.
Secara khusus jajaran Polres Jepara juga sangat berterima kasih kepada sejumlah pihak. Pada kesempatan ini memberikan bantuan berupa alat deteksi alkohol, recording pengamanan serta alat-alat keamanan lainnya. Harapannya melalui bantuan tersebut pihaknya ke depan dapat mendeteksi dini keberadaan alkohol pada pentas hiburan dan lainnya. Sehingga dapat dicegah potensi keributan, kerawanan maupun kejahatan lainnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Facebook Bikin Kamtis Serbu Rembang

 

Kamtis Family Alas Roban berfoto bersama di Alun-alun Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kamtis Family Alas Roban berfoto bersama di Alun-alun Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Menjelang penyelenggaraan konser Endank Soekamti di Stadion Krida Rembang Kamis (31/12/2015) malam nanti, ribuan Kamtis, sebutan fannya, dari berbagai daerah mulai berduyun-duyun datang ke Kota Rembang.

Salah satu Kamtis asal Batang yang menamakan diri Kamtis Family Alas Roban. Salah satu anggota, Nur Fathoni (14) Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, mengaku mengetahui adanya konser Endank Soekamti dari MuriaNewsCom.

“Tahu adanya konser Endank Soekamti dari Facebook. Ada teman yang posting berita dari MuriaNewsCom, setelah itu kami langsung mencari informasi lebih lanjut dan mengumpulkan teman-teman untuk berangkat,” katanya ketika berbincang dengan MuriaNewsCom di Alun-alun Rembang, Kamis (31/12/2015).

Fathoni yang berangkat bersama 12 Kamtis lainnya, juga mengaku tidak pernah absen datang ke konser band idolanya itu. “Bersama teman-teman sebanyak 12 orang. Semuanya dari satu desa, tetangga semua. Kalau denger ada Endank Soekamti manggung kami langsung berangkat,” tambahnya.

Salah satu tetangganya, Imam Fuad (14) mengatakan mereka berangkat dari Batang pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Bahkan, Imam bersama teman-temannya rela menyewa mobil untuk datang ke Rembang. “Dari Batang jam tiga pagi, sampai sini jam tujuh tadi. Berangkatnya dengan mobil carteran iuran bareng seratus ribu per orang,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, malam nanti Endank Soekamti bakalan menghibur para Kamtis dari berbagai daerah yang datang ke Stadion Krida Rembang. Konser tersebut dalam rangka perayaan pergantian tahun baru 2016. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

 

Jangan Sampai Mobil untuk Liburan Tahun Barumu Payah, Perhatikan Hal Ini

Seorang mekanik memperbaiki mesin mobil di salah satu bengkel di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang mekanik memperbaiki mesin mobil di salah satu bengkel di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Meski suku cadang karbon brush yang gunanya untuk menghidupkan nyala mesin pada dinamo berbentuk sebesar biji kacang. Namun suku cadang berwarna hitam pekat serta berkabel sekitar 10 cm tersebut juga perlu diperhatikan berkala.

Sebab onderdil tersebut merupakan alat pembantu dinamo untuk bisa menyalakan mesin saat distarter. Karenanya para pemilik mobil harus selalu mengecek kendaraannya secara berkala. Baik itu saat masih normal atau sudah ada tanda tanda kemacetan ketika mesinnya dinyalakan.

Salah satu pemilik bengkel mobil di Gulang, Mejobo, Ngalim Sukarto mengatakan, meskipun mobil masih bisa distarter dengan baik, tapi pemiliknya juga harus peka. Yaitu harus bisa membandingkan proses starter mobil yang lancar atau kurang lancar.

“Bila proses starter itu terdapat bunyi ngek,ngek,ngek…. dan langsung mati, secara otomatis dinamo mobilnya harus dikroscek. Khususnya suku cadang karbon brushnya,” kata Sukarto.

Dengan adanya pengecekan secara berkala pada karbon brush tersebut, tentunya dapat membuat mesin mobil mudah dinyalakan. Terutama saat akan bepergian jauh.

“Untuk pengecekan dinamo, khususnya bagi suku cadang tersebut, untuk mobil yang dibuat tahun 1990 ke bawah, supaya dikroscek secara berkala. Yakni satu tahun sekali. Sedangkan untuk mobil yang dibuat tahun 2000 ke atas maka bisa di kroscek secara berkala tiga tahun sekali,” ujarnya.

Pengecekan tersebut juga tidak harus berdasarkan dengan kondisi tahun pembuatan mobi tersebut. Akan tetapi pengecekan harus bisa dilakukan secara berkala. Karena itu bisa membuat mobil terawat dengan baik.

“Yang penting pemilik mobil itu bisa selalu memperhatikan kondisi kendaraan. Bukan berarti harus dicek secara setahun sekali atau tiga tahun sekali. Akan tetapi pemilik mobil juga harus tanggap terhadap tanda-tanda starter penghidupan mesin tersebut,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pengecekan dinamo khususnya penggantian bagi karbon brush tersebut memang terbilang murah. Yakni antara Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu. Akan tetapi suku cadang tersebut memang penting untuk melancarkan mesin bisa nyala. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Banyak Remaja Jepara Doyan Balap Liar

Aktivitas yang dilakukan remaja sebelum balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aktivitas yang dilakukan remaja sebelum balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Remaja di Jepara ternyata doyan melakukan balap liar. Itu terjadi dari dulu sampai sekarang. Hampir di semua wilayah Kecamatan atau Polsek di Jepara ada laporan mengenai kasus balap liar.

Parahnya lagi, mayoritas pelaku balap liar justru masih berusia muda bahkan remaja.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama menjelaskan, polisi kerap menjumpai kasus balap liar yang memang dilakukan oleh remaja. Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri lantaran mereka yang semestinya belum diizinkan naik motor malah melakukan balap liar.

“Banyak balap liar yang dilakukan oleh remaja. Mereka biasanya kumpul-kumpul dengan teman-temannya naik motor. Mungkin karena baru bisa naik motor kemudian suka gaya-gayaan saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pihaknya meyakini jika balap liar tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Jepara saja tetapi juga di pelosok-pelosok desa. Sebab, sebelumnya hampir semua Polsek di Jepara pernah melaporkan adanya balap liar di masing-masing wilayahnya.

Dia juga menambahkan, secara spesifik pelanggaran balap liar memang sedikit lantaran keterbatasan pihak kepolisian untuk menangkap basah para pelaku balap liar. Hal ini dikarenakan sulit membedakan mana yang pelaku balap liar dan mana yang hanya sekadar menonton.

“Jadi, kami paling banyak memang mengenakan pasal pelanggaran lalu lintas biasa seperti tidak mengenakan helm, dan kelengkapan surat kendaraan,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

179 Orang Tewas dan 1.043 Luka-luka Kecelakaan Lalu Lintas di Pati

Kecelakaan karambol di Jalan Pati-Tayu Km 3 beberapa waktu lalu yang menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kecelakaan karambol di Jalan Pati-Tayu Km 3 beberapa waktu lalu yang menyebabkan dua orang tewas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Ngeri, 179 orang meninggal dunia dan 1.043 mengalami luka-luka dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kabupaten Pati.

Ya, itulah kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Pati selama 2015. Jumlah itu mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketimbang tahun sebelumnya.

Total kecelakaan mencapai 871 kasus. Dengan total biaya rumat kecalakaan lalu lintas mencapai Rp 271 juta.

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015) mengatakan, kasus tersebut cukup meningkat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi hal meningkatkan angka kecelakaan di Pati.

“Sebagian besar disebabkan faktor kelalaian. Karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam berkendara. Terutama, ketika menyalip pastikan dari arah yang berlawanan tidak ada pengendara,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

55 Polisi Jepara ‘Tertawa’ Lebar

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin memberikan ucapan selamat kepada anggota yang menerima kenaikan pangkat di Mapolres Jepara, Kamis (31/12/2015)

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin memberikan ucapan selamat kepada anggota yang menerima kenaikan pangkat di Mapolres Jepara, Kamis (31/12/2015)

 

JEPARA – Sebanyak 55 anggota kepolisian dari Polres Jepara ‘tertawa’ lebar atau bersyukur menerima kehormatan berupa kenaikan pangkat. Penyematan tanda kehormatan kenaikan pangkat tersebut dipimpin Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin di halaman Mapolres Jepara, Kamis (31/12/2015).

AKBP Samsu Arifin mengemukakan bahwa kenaikan pangkat personel kepolisian merupakan hak anggota melalui proses yang panjang dan penuh dengan perjuangan. Sebab, kenaikan pangkat di kepolisian tidak gampang.

“Jangan dianggap sesuatu yang mudah dan periodic. Kenaikan pangkat itu tidak mudah, ada beberapa tahap yang harus dilalui,” kata Samsu Arifin, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, kenaikan pangkat di kepolisian harus dimulai dari seleksi, penilaian mental idiologi dan seterusnya. Harapannya dengan kenaikan pangkat dapat memberikan kontribusi lebih dalam tugas Polres Jepara dalam segala aspek.

“Harapan besar diberikan kepada semua anggota kepolisian, terutama yang menerima kenaikan pangkat. Sehingga kinerja harus dapat lebih dimaksimalkan,” tandasnya.

Dia menambahkan, dalam rangka menyambut tahun baru ini, pihaknya juga meminta semua anggota kepolisian Polres Jepara untuk lebih waspada. Sebab, keramaian diprediksi terjadi sehingga jumlah personel yang terbatas dapat dimaksimalkan dengan kerja cerdas.

“Khusus dalam pengamanan tahun baru, segenap anggota Polres dan Tim Operasi Candi Lilin 2015 jangan sampai terlena. Terus tingkatkan kewaspadaan dan sikapi dengan cara cerdas untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh masyarakat Jepara,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Jujur, Polisi Pusing Jalan Jepara Mulus tapi Dibuat Balap Liar

 Salah satu jalan yang selesai dibeton di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara yang kerap dijadikan balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu jalan yang selesai dibeton di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara yang kerap dijadikan balap liar. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Jepara sudah diperbaiki. Meski belum sempurna, tapi sebagian besar mulus. Namun, mulusnya infrastruktur jalan tersebut justru menjadi tempat oleh sejumlah pemuda untuk melakukan ajang balap liar.

Hal itu disampaikan Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurutnya, ada beberapa titik di wilayah Kabupaten Jepara yang dijadikan sirkuit balap liar. Termasuk di wilayah kota Jepara.
Pertama, di kawasan stadion Gelora Bumi Kartini dan kedua, di jalan utama Jepara-Kudus di Desa Senenan dan Tahunan Jepara.

“Masih banyak pemuda yang balap liar di malam hari. Biasanya mereka balapan di jalan-jalan yang kondisinya mulus, termasuk yang baru selesai dibeton seperti di sekitar Stadion Gelora Bumi Kartini,” ujar Andhika kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, meski banyak melakukan razia balap liar, tapi mayoritas kasus yang dikenakan adalah pelanggaran lalu lintas pada umumnya seperti tidak mengenakan helm, kondisi kendaraan yang tidak standard, maupun surat menyurat seperti SIM dan STNK.

“Kalau langsung mengenakan pelanggaran balap liar kami kesulitan. Ada, tapi sedikit, sebab untuk membuktikan jika memang orang itu balap liar atau sekadar menjadi penonton itu susah,” terangnya.

Dia mengaku, setiap kali ingin merazia balap liar harus bekerjasama dengan intel kepolisian menggunakan pakaian preman. Itu dilakukan untuk memastikan siapa yang terlibat balap liar dan siapa saja yang hanya menonton. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Atlet Panahan Pati Dilirik Daerah Lain, Pemkab Justru Cuek

Jantan, salah satu atlet panahan asal Pati akan melepas anak panah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jantan, salah satu atlet panahan asal Pati akan melepas anak panah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Atlet panahan di Kabupaten Pati dilirik daerah lain mengingat prestasinya yang luar biasa. Namun sikap pemerintah setempat justru cuek. Padahal, prestasi bagusnya mampu mengharumkan nama kotanya.

Sejumlah atlet panahan pemula di Kabupaten Pati berhasil mendulang prestasi dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, sederet nama atlet panahan asal Pati mulai dilirik daerah lain.

Hal ini diakui Ketua Persatuan Panahan Nasional Indonesia (Perpani) Kabupaten Pati Kartono. “Kemarin waktu dapat tiga medali, atlet asal Pati sudah mulai dilirik daerah lain. Padahal, mereka tergolong atlet pemula. Tapi, prestasinya tak kalah dengan atlet yang dipersiapkan untuk PON,” ujar Kartono kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Di satu sisi, kata dia, hal itu menjadi kebanggaan tersendiri karena ada daerah lain yang melirik atlet asal Pati. Di sisi lain, hal itu dinilai sebuah ironi, karena pemkab justru acuh tak acuh atau cuek.

“Fadhil itu beberapa kali sudah dilirik daerah lain. Memang membanggakan, tapi mestinya ini ironi karena Pemkab tak peduli. Padahal, Fadhil sudah beberapa kali menyabet medali dalam kejuaraan panahan tingkat nasional,” katanya.

Bahkan, Kabupaten Pati saat ini mulai diperhitungkan saat ada kejuaraan panahan yang digelar di kota-kota besar, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya.

“Sampai saat ini, kami ikut kejuaraan dengan swadaya dan partisipasi orangtua atlet. Kami berharap pemkab, terutama KONI bisa membuka mata bahwa ada atlet panahan asal Pati yang membawa harum nama Pati,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

100 Polisi Grobogan dapat ‘Kado’ Tahun Baru

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto memberikan ucapan selamat pada anggota yang naik pangkat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto memberikan ucapan selamat pada anggota yang naik pangkat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sebanyak 100 anggota Polres Grobogan dari berbagai kesatuan dapat kado. Yaitu berupa kenaikan pangkat.

Mereka yang dapat kenaikan pangkat diberi pengarahan langsung oleh Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto di halaman mapolres setempat.

Kenaikan pangkat anggota Polres Grobogan itu diberikan berdasarkan surat Kapolda Jateng No: SPRIN/516/XII/2015 tentang pemberitahuan kenaikan pangkat Polri periode 1 Januari 2016.

Dari 100 anggota yang naik pangkat itu, sebanyak 3 orang naik pangkat dari Iptu ke AKP. Kemudian, dari Ipda menjadi Ipda ada 8 personrl, Aiptu ke Ipda 4 personel, 18 personel naik pangkat dari Aipda ke Aiptu. Selanjutnya, ada 16 personel naik pangkat dari Bripka ke Aipda, 30 personel berpangkat Brigadir ke Bripka, dan 21 personel Briptu naik Brigadir.

Dalam acara tersebut, kapolres berharap agar kenaikan pangkat yang didapat bisa memacu semangat kerja. “Tugas yang dihadapi anggota Polri ke depan semakin berat. Saya berharap agar kenaikan pangkat ini bisa makin memacu semangat kerja,” tegasnya. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Malam Ini, Alun-alun dan Stadion Joyokusumo Pati Dijaga Ketat Polisi

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho (kanan) meminta jajarannya untuk memprioritaskan Alun-alun dan Stadion Joyokusumo agar dijaga ketat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho (kanan) meminta jajarannya untuk memprioritaskan Alun-alun dan Stadion Joyokusumo agar dijaga ketat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menerjunkan sedikitnya 371 personel untuk mengamankan malam tahun baru di Kabupaten Pati. Dua titik fokus yang akan dijaga ketat, yakni Alun-alun dan Stadion Joyokusumo Pati.

Hal ini ditegaskan Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. ”Untuk tempat yang kami jadikan prioritas dalam pengamanan, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, objek-objek vital dan pusat perayaan,” kata Setijo saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kata dia, dua tempat prioritas yang akan dijaga ketat, antara lain Alun-alun dan Stadion Joyokusumo. ”Dua tempat itu menjadi pusat perayaan di Pati. Kami akan jaga ketat,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin merayakan di pusat keramaian untuk tidak membawa barang-barang yang berpotensi menyebabkan tindak kejahatan dan kerusuhan. ”Kami imbau warga untuk tidak membawa barang yang berpotensi menyebabkan kejahatan dan kerusuhan. Kami sudah tempatkan pasukan keamanan di sana,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau kepada pengendara roda empat untuk tidak melalui wilayah Pati Kota. Pasalnya, wilayah Pati Kota dipastikan macet usai Magrib. ”Kami sarankan untuk lewat Jalan Lingkar Selatan Pati,” pesannya. (LISMANTO/TITIS W)

371 Polisi Disiagakan untuk Pengamanan Malam Tahun Baru di Pati

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho (kanan) menginstruksikan jajarannya untuk siap mengamankan malam tahun baru di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho (kanan) menginstruksikan jajarannya untuk siap mengamankan malam tahun baru di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sedikitnya ada 371 personel Polres Pati yang akan diterjunkan di lapangan untuk mengamankan malam tahun baru di Pati. Mereka akan diterjunkan di sejumlah titik, seperti pusat keramaian.

Tak hanya itu, polisi juga ditempatkan di sejumlah penggal jalan untuk mengatur lalu lintas. ”Kami sudah menyiapkan 371 personel untuk mengamankan malam tahun baru di Pati. Mereka dibagi untuk pengamanan dan pengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Sejumlah personel juga disiagakan untuk melakukan sweeping kepada para pengunjung tempat keramaian, seperti di Alun-alun. Hal itu untuk menghindari masuknya minuman keras dan benda-benda berbahaya yang dibawa pengunjung. Misalnya, senjata tajam, bahan peledak, petasan dan lain sebagainya.

”Dengan tegas, kami menyatakan, silakan rayakan tahun baru dengan bersuka cita, selama tidak mengganggu dan melakukan keributan. Jangan sampai ada miras, apalagi membawa senjata tajam. Itu tidak diperbolehkan,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Untuk Ketemu, Warga Satu Dukuh Ini Harus Jalan 1 Kilometer

ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS – Jembatan yang ambruk di Dukuh Boto Lor, Desa Ngembal Rejo, menjadikan masyarakat susah. Pasalnya, hanya untuk ketemu, warga disana harus berjalan sejauh satu kilometer.

Hal itu dikatakan Nur zainuri (56) warga Desa Ngembal Rejo. Dia mengatakan, kalau putusnya jembatan benar-benar mengganggu. Bahkan untuk bertemu dengan warga yang lain saja harus berjalan memutar dengan jarak yang jauh.

”Sangat terganggu dengan adanya jembatan yang roboh. Jadinya harus berjalan memutar sampai dengan satu kilometer. Otomatis memakan waktu yang lebih lama,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jembatan disana memang dulunya usianya sudah tua.jembatan itu dibangun pada tahun 66. Bahkan, dia menjelaskan kalau yang membangun adalah ayahnya sendiri.

”Itu jembatan sudah tua, tidak ada cor, dan hanya batu bata. Itu pun dengan ruang di tengah sehingga membuat sampah menumpuk,” ujarnya.

Dia berharap jembatan baru segera dibangun. Sehinga masyarakat tidak lagi susah dalam aksesnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Berniat Liburan, Satu Keluarga Nyemplung Ke Sawah di Jalan Lingkar Kudus

Salah satu korban kecelakaan tunggal mobil Xenia Barkah (50) sedang dirawat di RS Mardirahayu karena mengalami luka berat di bagian wajah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu korban kecelakaan tunggal mobil Xenia Barkah (50) sedang dirawat di RS Mardirahayu karena mengalami luka berat di bagian wajah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Nasib nahas menimpa Barkah (50) warga Sidoarjo yang merencanakan liburan ke Purbalingga. Sebab mobil Xenia putih yang bernomor polisi W 1219 PV yang ditumpangi beserta keluarganya, mengalami kecelakaan terjun ke persawahan di Jalan Lingkar Kudus-Ngembal. Lebih tepatnya di sebelah barat kantor PO Pahala Kencana.

Anton (45) sopir Xenia mengatakan, kejadian kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Dalam kejadian tersebut mobil Xenia putih yang ditumpangi satu keluarga berjumlah 5 orang dan satu sopir tiba-tiba tergelincir ke arah selatan. Sehingga jatuh ke selatan jalan lingkar menuju sawah.

”Satu keluarga tersebut diantaranya Barkah (50) luka berat, Abidin Zaki seusia siswa kelas satu SMA luka berat, Beril (P) seusia siswa kelas 5 SD, Khusnul (P) seusia siswa kelas satu SD, dan istrinya yang bernama Eni (45),” papar Anton.

Dari pantauan MuriaNewsCom, untuk korban atas nama Barkah (50) dan anaknya Abidin Zaki masih dalam penanganan dokter rumah sakit Mardirahayu. Sedangkan untuk Beril, Khusnul dan istrinya dalam kondisi masih di ruang UGD Rumah sakit Mardirahayu.

”Untuk yang parah ada 2 orang. Yakni pak Barkah dan Abidin Zaki. Sedangkan istri dan kedua anaknya yang lain luka ringan,” ujarnya.

Selain itu, terkait penyebab kecelakaan pihaknya mengutarakan kondisi mobil berjalan dengan kecepatan 50 higga 60 km/jam dan tiba-tiba tergelincir.

”Tiba tiba tergelincir dan oleng langsung terjun ke sawah. Saya tidak ngantuk. Sebab sebelum menuju Kudus juga sempat istirahat dan tidur,” pungkasnya.

Untk saat ini mobil tersebut diamankan Polres Kudus di lapangan ujian SIM Mobil Bae, Kudus guna penyelidikan. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Peziarah yang Hilang di Makam Sunan Kudus Bawa KTP Lama

Keluarga Sakur menunjukkan foto dan EKTP Sakur (67) yang hilang saat berziarah di Makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Keluarga Sakur menunjukkan foto dan EKTP Sakur (67) yang hilang saat berziarah di Makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – H Sakur, (67), peziarah asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang hilang saat berziarah di makam Sunan Kudus 15 hari lalu, diketahui tidak membawa apa-apa. Terkecuali sebuah KTP lama.
Misran, adik ipar dari Sakur, mengatakan jika saat hilang, kakaknya itu memakai kemeja putih dengan motif kotak-kotak.

”Dia juga memakai kopiah putih dan celana hitam,” katanya kepada sejumlah wartawan di Bagian Humas Setda Kudus, Kamis (31/12/2015).

Selain itu, Sakur diketahui hanya membawa kartu tanda penduduk (KTP) tapi dengan jenis yang lama. Belum yang E-KTP. ”KTP-nya itu disimpan di saku kemejanya. Dan lagi, saat itu, dia tidak membawa uang sama sekali. Jadi kami bingung sekali memikirkan nasibnya,” jelasnya.

Sakur diketahui hilang pada Jumat (18/12/2015) lalu, saat berziarah di makam Sunan Kudus. Saat itu rombongan keluarga meninggalkan Sakur yang sedang tertidur di mobil, karena mengaku capek. Saat itu, mobil parkir di depan Taman Menara Kudus.

Misran mengatakan, sampai saat ini pihak keluarga masih terus berupaya mencari keberadaan Sakur. ”Kami sudah dua kali ini ke Kudus untuk mengetahui informasi di mana kakak saya itu. Tapi belum ketemu juga,” jelasnya.

Pihak kepolisian yang dilapori soal kejadian ini, juga belum memberikan informasi yang diharapkan. ”Kami disuruh menunggu. Nah, sambil menunggu itu, kami juga mencarinya sekali lagi kemana-mana,” tuturnya.

Keluarga sendiri sangat berharap ada informasi mengenai Sakur. Jika ada yang hendak memberikan informasi, dimohon menghubungi nomor 081347872417 atau 085389764201. (MERIE)

Jembatan Roboh Ini Pisahkan Warga Desa Ngembal Kulon

Jembatan roboh di RT 4 Dukuh Boto Lor Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus sampai saat ini belum ada pembenahan dari pihak terkait. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jembatan roboh di RT 4 Dukuh Boto Lor Desa Ngembal Kulon, Jati, Kudus sampai saat ini belum ada pembenahan dari pihak terkait. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Keinginan Bupati Kudus untuk tidak ada akses jalan yang terputus, nampaknya masih belum sepenuhnya terpenuhi. Sebab, di Kudus masih ada daerah yang terpisah hanya karena tidak adanya jembatan penyeberangan.

Nur Zainuri (56) warga Desa Ngembal Kulon mengatakan, dulunya terdapat jembatan tua yang menghubungkan satu dukuh disana. Hanya, karena jembatan sudah roboh maka akses disana juga sangat terganggu.

”Jembatan disini roboh 2013 lalu. Namun sampai sekarang masih belum ada yang membangun kembali. Sehingga jembatan Dukuh Boto Lor yang ada di RT 4 ini tidak bisa lagi digunakan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Setelah roboh terkena banjir 2013 lalu, warga sebenarnya sudah berinisiatif membuat jembatan sementara dari bambu. Hanya, karena terbuat dari bambu dan alat seadanya membuat jembatan tidak awet. Sehingga pada banjir beberapa waktu lalu jembatan bambu kembali ambruk.

Dan sampai sekarang, Nur Zainuri melanjut, jembatan baru belum juga ada. Bahkan jembatan bambu juga tidak ada di sana. Sehingga akses benar-benar putus.

”Padahal jembatan sangat dibutuhkan masyarakat, para pelajar juga kesulitan jika tidak ada jembatan ini. Bahkan para mahasiswa STAIN juga kesulitan melintas jika jembatan ambruk,” keluhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Tolong Siapa Saja, Bantu Temukan Pak Sakur dari Kalimantan yang Hilang saat Ziarah

H Sakur (67) seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

H Sakur (67) seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. Nama peziarah tersebut adalah H Sakur, (67), warga Jalan Masma R Iswahyudi, Nomor 39, RT 070, Desa Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sakur diketahui menghilang dari rombongan keluarganya, yang saat itu sedang berziarah di makam Sunan Kudus. Menurut istri Sakur, Kholilah (55) yang ditemui di Bagian Humas Setda Kudus, Kamis (31/12/2015), suaminya itu tidak diketahui keberadaannya, saat menjelang salat Subuh.

”Waktu itu, kami sampai di kawasan Menara Kudus pukul 23.00 WIB. Kami rombongan keluarga sebanyak dua mobil. Kami parkir di kawasan Taman Parkir Menara,” tuturnya kepada sejumlah wartawan.

Usai parkir, rombongan itu kemudian menuju masjid. Hanya saja, Sakur tidak ikut karena merasa kecapekan. Akhirnya, Sakur ditinggal rombongan dan tidur di mobil. Keluarga lainnya kemudian berziarah ke makam Sunan Kudus.

Menjelang Subuh, salah satu saudara ipar Sakur bernama Misran, kemudian mengecek ke mobil untuk melihat kondisi Sakur. Saat itulah, diketahui bahwa Sakur ternyata sudah tidak ada di mobil. Keluarga yang panik kemudian berupaya mencari ke sekitar lokasi. Namun tidak ditemukan juga.

”Kami juga melapor ke petugas Menara, makam, sampai ke polisi. Termasuk juga menyiarkannya di radio. Tapi belum ketemu juga,” terangnya.

Sampai hari ini, terhitung sudah hampir 15 hari Sakur menghilang. Karena saat itu tidak juga menemukan Sakur, keluarga tersebut kembali ke rumahnya yang ada di Bangkalan, Madura.

”Soalnya kami memang asli Madura. Juga untuk memudahkan proses pencarian bapak. Kami sudah dua kali ke Kudus untuk mencari bapak. Tapi belum ketemu juga,” kata Kholilah.

Kholilah berharap siapa saja yang menemukan suaminya itu, diharap bisa menghubungi keluarganya di nomor 081347872417 dan 085389764201. (MERIE)

Hebat! Pati Sabet Tiga Medali Kejurnas Panahan Jogja Open

Jantan Pangestu Insani, atlet panahan asal Pati foto bersama pelatih usai menerima medali di kejurnas panahan Jogja Open 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jantan Pangestu Insani, atlet panahan asal Pati foto bersama pelatih usai menerima medali di kejurnas panahan Jogja Open 2015. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dua atlet panahan asal Kabupaten Pati berhasil menyabet tiga medali dalam kejuaraan nasional Jogja Open 2015 “Indoor Archery Tournament” di GOR Amongraga Yogyakarta.

Jantan Pangestu Insani berhasil membawa juara tiga sesi aduan kelas SMA putra kategori compound bow. Sementara itu, Muhammad Fadhil Nurida berhasil menyabet dua juara sekaligus, yakni juara dua sesi 2 dan juara tiga sesi aduan kelas SD putra kategori nasional bow.

”Kami bersyukur bisa meraih juara. Padahal, lawan kami di tingkat nasional merupakan atlet-atlet daerah yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2018 mendatang,” kata Jantan saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Kendati begitu, ia tidak minder saat bertanding. Dengan penuh optimistis, akhirnya Jantan dan Fadhil berhasil menyabet tiga medali sekaligus.
”Olahraga panahan itu harus fokus, tenang, tidak grogi dan penuh kesabaran. Jadi, sekali grogi pasti susah untuk menang. Ini hasil dari buah kerja keras kami dalam berlatih setiap hari selama sebulan, sebelum bertanding,” pungkasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Asik Berjudi, Oknum Kades di Grobogan Dibekuk Polisi

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Oknum kades yang terlibat kasus perjudian saat gelar perkara di Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Seorang oknum kepala desa (Kades) terpaksa ditangkap polisi. Karena, Kades yang tugas di Desa Bugel, Kecamatan Godong bernama Imam Setiyadi itu kedapatan main judi jenis dadu kopyok. Akibat tindakan yang dilakukan, Kades ini terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

”Penangkapan terhadap pelaku judi dadu yang dilakukan anggota Polsek Godong ini dilakukan Selasa (22/12/2015) lalu sekitar pukul 11.15 WIB. Dari sejumlah pelaku, hanya satu orang ini yang tertangkap di lokasi kejadian,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto pada wartawan saat gelar perkara, Kamis (31/12/2015).

Dijelaskan, penangkapan yang dilakukan di sekitar Pasar Ayam Godong itu bermula dari laporan warga tentang adanya aktivitas perjudian disitu. Setelah ditelusuri, memang ada permainan judi dadu yang melibatkan beberapa orang. Selanjutnya, anggota melakukan penggerebekan di lokasi perjudian.

Selain mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai bandar judi, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, alat yang dipakai berjudi berupa batok kelapa berikut alas kayu dan mata dadu. Selain itu, ada uang tunai sebesar Rp 1.510.000 dan satu buah handphone.

”Pelaku dan barang bukti saat ini sudah kita amankan. Pelaku ini kita jerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian,” imbuh Agung. (DANI AGUS/TITIS W)

Tahun Baru Belum Ada Agenda? Berikut Lokasi Wisata di Kudus yang Pastinya Seru

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Liburan panjang akhir tahun, identik dengan adanya pergi ke tempat wisata. Baik itu dengan teman, keluarga atau pacar. Jika hendak liburan di Kudus, berikut merupakan lokasi wisata yang ramai di kunjungi saat tahun baru.

Sancaka Dwi Supani, Kabid Pariwisata pada Disbudpar mengungkapkan ada tempat wisata di Kudus yang cocok dikunjungi saat liburan saat ini. Dijamin, pengunjung bakalan ramai dan penuh.

”Kudus juga banyak tempat wisata, baik yang dikelola pemkab maupun swasta,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Lokasi pertama yang menjadi sasaran masyarakat adalah gunung Muria. Kawasan Desa Colo itu memang sudah tidak disangsikan lagi kalau soal wisata. Sebab sekali menapakkan kaki disana, banyak obyek wisata yang dapat dikunjungi.

”Colo banyak objek wisata, mulai dari taman ria Colo atau Pesanggrahan, kemudian yang terkenal dengan air terjun Montelnya,” katanya.

Tidak hanya itu, jika berniat mencicipi air dengan rasa soda, Air Tiga Rasa juga terdapat di tempat yang tidak begitu jauh dari sana. Dan di Colo juga terdapat makam Sunan Muria, satu dari sembilan Wali Songo. Keluar dari makam, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan yang luar biasa.

Selain Colo, wilayah wisata lain adalah di Hutan Pinus Kajar. Dengan penataan yang apik itu, pastinya lokasi wisata alam dapat dinikmati oleh keluarga atau rombongan.

Capek berjalan di kawasan muria, kolam renang di Desa Lau Kecamatan Dawe sudah menanti untuk diminati. Disana juga terdapat suguhan keamanan yang beraneka macam.

Selain di Lau, kolam renang di Mountain utara UMK juga menjadi buruan wisata. Bukan hanya hari libur, melainkan pada hari biasanya juga ramai.

Lokasi wisata lain yakni Museum Kretek. Di sana terdapat wahana edukasi dan sejarah kretek. Rumah adat Kudus juga masih kokoh berdiri. Apalagi pada tahun baru mendatang Museum Kretek menyuguhkan musik dangdut, yang semakin ramai.

Selain itu, Taman Krida juga mejadi objek wisata yang bagus. Sama halnya dengan museum, Taman Krida juga memiliki lokasi yang luas. (FAISOL HADI/TITIS W)

Sehari Berjualan Terompet di Kudus, Suyanto Raup Untung Rp 1 Juta

Suyanto menjual terompetnya dengan dipikul dan berkeliling di kawasan Jati dan Wergu, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suyanto menjual terompetnya dengan dipikul dan berkeliling di kawasan Jati dan Wergu, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Meski pergantian tahun baru 2016 masih sekitar 14 jam lagi, akan tetapi para penjual terompet sudah banyak yang mengantongi pundi-pundi rupiah. Suyanto (35) misalnya, dirinya yang baru menjual terompet Rabu (30/12/2015) kemarin. Tetapi dirinya mampu meraup pendapatan sekitar Rp 1 juta.

”Alhamdulillah penjualan lancar dan bisa mendapatkan keuntungan Rp 1 jutaan. Keuntungan tersebut didapat dari berjualan mulai hari Rabu kemarin,” paparnya.

Suyanto menuturkan, terompetnya yang rata-rata titipan dari penjual grosir tersebut mulai laku. Meski sebelumnya ia pesimis dengan penjualan terompet tahun ini. Namun dengan keuntungan yang sudah diperolehnya, membuat pria asal Pati ini bernafas lega.

”Asal mulanya pesimis dengan tahun baru ini. Sebab ada informasi, malam tahun baru nanti tidak ada hiburan. Otomatis pengunjung kota berkurang serta mengakibatkan penurunan daya beli. Tetapi setelah saya coba berjualan dengan sistem konsinyasi (titipan), malah bisa meraup untung banyak,” ujarnya.

Dengan pendapatan hasil berjualannya di wilayah Jati dan Wergu, Suyanto kini menambah dagangannya yang ia beli secara grosir. ”Awalnya saya hanya modal sekadar menjualkan saja. Akan tetapi setelah mendapat bagi hasil keuntungan, maka saya langsung membeli terompet secara grosiran,” tuturnya.

Dia menambahkan, ramainya pembeli terompet bukan hanya untuk perayaan tahun baru saja. Melainkan hanya sekadar untuk mainan anak-anak. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Malam Tahun Baru di Jepara Diprediksi Hujan

Data BMKG, tercatat wilayah Kabupaten Jepara bercuaca hujan ringan. (Data BMKG Jepara)

Data BMKG, tercatat wilayah Kabupaten Jepara bercuaca hujan ringan. (Data BMKG Jepara)

 

JEPARA –  Malam nanti, Kamis (31/12/2015) adalah malam terakhir di tahun 2015, sebelum memasuki tahun baru 2016. Sebagian masyarakat biasanya tak ingin melewatkan momen pergantian tahun tersebut, dengan merayakannya di sejumlah titik keramaian yang dimeriahkan dengan hiburan dan kembang api. Namun, bagi yang berencana menikmati suasana pergantian tahun di wilayah Kabupaten Jepara harus lebih berhati-hati, karena malam nanti sebagian wilayah di Jepara diprediksi hujan.

Prediksi tersebut berdasarkan prakiraan cuaca pada Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah dan dari situs accuweather.com. Kedua sumber tersebut menyebutkan hujan ringan diprediksi mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Jepara.

Dari data BMKG, tercatat wilayah Kabupaten Jepara bercuaca hujan ringan, dengan suhu 26-31derajat, kelembaban 80-95 persen, dengan kecepatan angin 20 km/jam, serta arah angin ke barat.

Data accuweather.com lebih detail disebutkan pada malam tahun baru nanti di wilayah Kabupaten Jepara akan diguyur hujan. (accuweather.com)

Data accuweather.com lebih detail disebutkan pada malam tahun baru nanti di wilayah Kabupaten Jepara akan diguyur hujan. (accuweather.com)

Sedangkan dari sumber accuweather.com, lebih detail disebutkan pada malam tahun baru nanti di wilayah Kabupaten Jepara akan diguyur hujan, dengan rincian data suhu 25 derajat, kelembaban 91 persen, dan wilayah yang terguyur hujan ada 51 persen.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda yang ingin merayakan malam tahun baru nanti di wilayah Kabupaten Jepara menyediakan payung sebelum hujan. Selain itu, ketika di jalan raya bisa lebih berhati-hati jika kondisi jalan licin.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama pun mengimbau agar semua warga yang mengendarai kendaraan diharap tetap mematuhi aturan lalu lintas, meskipun dalam rangka perayaan malam tahun baru.

”Aturan tetap berlaku, jadi jangan kemudian saat malam tahun baru dibebaskan melanggar aturan,” kata Andhika kepada MuriaNewsCom. (WAHYU KZ/TITIS W)

Berikut Daftar Even Tahun Baru 2016 di Kudus

kapanpun.com

kapanpun.com

 

KUDUS – Hari ini Kamis (31/12/2015) merupakan penghujung tahun 2015. Dan pastinya banyak masyarakat yang ingin membuat momen pergantian tahun dengan acara yang spesial juga semarak bersama teman, keluarga atau kerabat. Berikut MuriaNewsCom berikan daftar agenda malam tahun baru di Kudus pada Kamis (31/12/2015).

1. Hiburan Musik Akhir Tahun. Gelar Musik 1 Tahun Tabloid Simpangtu7uh News
Kamis 31 Desember2015 di Lapangan GOR Wergu Wetan Kudus.
2. Firework Party, gebyar tahun baru 2016 ”Kalirejo Baru dan Bersatu”. Live musik, kesenian daerah, layar tancep, doorprize, angkringan bersama di Babalan, Kecamatan Undaan, Kudus. Kamis, 31 Desember 2015.
3. Live Musik di Omah Mode, Jl. Jend. A. Yani, Kota Kudus. Malam Kamis (31/12/2015).
4. Sukun Spirit of Sport gelar pertandingan bola voli bertajuk Volleyball Friendly Match yang akan digelar pada Kamis (31/12/2015) mulai pukul 19.00 WIB di Sukun Sport Center.
5. Live musik di Museum Kretek Kudus pada Jumat (1/01/2016).

Bagi Anda yang memiliki info acara tahun baru, silahkan berbagi informasi bersama kami. Selamat Tahun Baru 2016. (TITIS W)

Bencana Ancam Kudus? Begini Solusinya

Rumah warga di Rahtawu, Gebog, beberapa waktu lalu. (FOTO WARGA RAHTAWU)

Rumah warga di Rahtawu, Gebog, beberapa waktu lalu. (WARGA RAHTAWU)

 

KUDUS – Bencana masih mengancam Kudus. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Mulai dari pegunungan Muria yang pernah kebakaran, September 2015 lalu dan longsor di Desa Rahtawu, Gebog, pertengahan Desember 201. Hal itu berujung Pemerintah desa Desa meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Desa Colo Joni Awang Rastihadi mengatakan, akhir-akhir ini bencana banyak terjadi di Kudus. Khususnya di wilayah pegunungan. Baik itu kebakaran yang melalap wilayah Argopiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe, longsor di Rahtawu, Gebog ataupun yang lainnya.

Oleh sebab itu, pihak Desa Colo dan Japan akan selalu meningkatkan kewaspadaan. “Kewaspadaan itu harus tetap dijaga. Yakni dengan cara mengajak seluruh warga atau pencinta alam supaya bisa merawat Gunung Muria Kudus ini,” paparnya.

Dia menilai, pegunungan Muria merupakan salah satu wisata alam yang menjadi kebanggaan Kota Kretek ini. Sehingga seluruh jajaran baik masyarakat atau yang lain harus bisa ikut serta menjaga kelestarian alam ini.

Hal serupa juga diiyakan oleh Sekretaris Desa Rahtawu, Gebog Sungkono. Dia mengatakan mencegah terjadinya bencana, seluruh warga harus dilibatkan. Sebab pencegahan itu bukan urusan dari pemerintah saja. Namun yang paling mutlak ialah seluruh warga tanpa terkecuali.
“Kewaspadaan itu bisa kita lakukan dngan cara pengecekan lingkungan hutan secara rutin.

Imbauan kesadaran untuk menanam pohon, kesadaran untuk menggarap lahan dengan baik, serta untuk mendidik warga untuk tanggap bencana dengan cepat,” tuturnya.

Salah satu anggota Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH) Kudus Sofil Fuad mengatakan, sebijak bijaknya seseorang itu harus bisa merawat hutan atau gunung. Sehingga kekayaan alam ini bisa diturnkan ke anak cucu. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)