Warga Wonogiri Ini Rela Hijrah ke Rembang untuk Jualan Terompet

Purnomo menjajakan terompet dagangannya di Jalan Kartini depan Hotel Pantes Rembang, Selasa (29/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Purnomo menjajakan terompet dagangannya di Jalan Kartini depan Hotel Pantes Rembang, Selasa (29/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Perayaan tahun baru ternyata menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga, salah satunya warga Wonogiri yang bernama Sarmo Wartoyo (54). Tak tanggung-tanggung, demi mendapatkan laba dari jualan terompet yang digelutinya itu, dia rela merantau ke Rembang.

Ia mengaku sudah sangat lama mengais rezeki di Rembang dengan menjajakan terompet. “Saya sudah lama berjualan terompet, sudah sejak tahun 1970,” katanya ketika berbincang dengan MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Bahkan, dia rela datang ke Rembang dua kali dalam setahun untuk menjual terompet yang dibelinya dari Solo. Selain itu, dia ternyata tidak datang sendirian tetapi bersama keponakannya. “Keponakan saya juga saya ajak, jualan ke sini,” katanya.

Terpisah, keponakan Sarmo, Purnomo (34) mengatakan, setiap tahun laba yang didapatnya tidak bisa diprediksi, tergantung modal dan waktu untuk menjajakan terompet. “Untuk tahun ini modalnya hampir 5 juta. Sejak Sabtu kemarin mulai jualan, rencananya sampai tanggal 2 Januari. Semoga bisa membawa pulang uang 9 Juta,” imbuhnya.

Harga terompet yang ditawarkannya juga bervariatif, tergantung model terompetnya. Mulai dari kisaran Rp 5.000- Rp 13.000. “Kalau yang biasa harganya Rp 5 ribu, yang bentuk naga Rp 10 ribu. Sedangkan yang paling mahal Rp 13 ribu,” bebernya.

Kemudian, terkait dengan adanya adanya terompet yang berbahan kertas sampul Alquran, katanya, sempat ada pihak dari kepolisian Polres Rembang yang mengecek barang dagangannya. Namun dia menegaskan tidak ada terompet dari sampul Alquran yang dijualnya.

“Sudah lama saya mengetahui kabar itu, di daerah Kendal ditemukan terompet terbuat dari sampul Alquran. Kemarin juga ada pihak kepolisian mengecek terompet disini, namun memang terompet yang saya jual tidak ada yang terbuat dari sampul Alqur’an,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)