Remaja Masjid di Pati Digembleng Agar ‘Melek Bisnis’

Sejumlah remaja masjid tengah belajar teknik menanam dan bisnis tanaman dengan hidroponik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah remaja masjid tengah belajar teknik menanam dan bisnis tanaman dengan hidroponik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Puluhan remaja masjid yang tergabung dalam Forum Aktivitas Remaja Masjid Agung Baitunnur, Forum Komunikasi Remaja Masjid se-Kabupaten Pati dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama mengikuti Orientasi Kewirausahaan untuk Masjid Mandiri.

Ketua Forum Komunikasi Remaja Masjid Se-Kabupaten Pati Irsyaduddin kepada MuriaNewsCom mengatakan, takmir masjid saat ini harus mulai melek dengan bisnis. Dengan bisnis akan menjadi kaya.

“Setelah kaya akan dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup umat di sekitar lingkungan masjid. Setidaknya, peran masjid juga bisa memerangi kemiskinan di sekitar masjid,” ujarnya, Selasa (29/12/2015).

Ia menekankan, saat ini banyak sekali masjid megah, tetapi tak sedikit lingkungan di sekitarnya banyak yang kurang mampu. Hal itu yang harus diantisipasi agar masjid juga punya peran sosial dan ekonomi.

“Jangan sampai masjid megah, tetapi lingkungan di sekitarnya sulit untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jangan hanya mengandalkan infaq dari jamaah, tetapi juga harus melek bisnis agar bisa mandiri,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh masjid di Kabupaten Pati sudah memiliki takmir. Sayangnya, banyak di antara takmir yang belum bisa memfungsikan masjid secara optimal, lebih dari sekadar tempat ibadah.

“Masjid mestinya punya peran multifungsi. Selain tempat ibadah, juga harus punya peran sosial, pendidikan, hingga ekonomi,” pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)