Puluhan Santri Pati Belajar Kewirausahaan di Kudus

Sejumlah santri tampak berjalan di kebun buah naga untuk belajar kewirausahaan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah santri tampak berjalan di kebun buah naga untuk belajar kewirausahaan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sedikitnya 60 santri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Remaja Masjid Kabupaten Pati, Forum Aktivitas Remaja Masjid Agung Baitunnur, dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama mengikuti kegiatan Orientasi Kewirausahaan untuk Masjid Mandiri.

Mereka dikenalkan dengan dunia kewirausahaan secara teoritis dan praktis. Hal itu diharapkan agar santri dan masjid tidak sebatas berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tetapi juga fungsi pemberdayaan umat.

“Masjid mestinya bisa memiliki banyak fungsi. Tak sekadar sebagai tempat ibadah, masjid harus dihidupkan sebagai pendidikan, kaderisasi keislaman, dan pemberdayaan umat,” kata Ketua Forum Komunikasi Remaja Masjid Kabupaten Pati Irsyaduddin kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Usai mengikuti workshop, puluhan santri tersebut dikenalkan dengan dunia kewirausahaan secara praktis dengan berkunjung ke Pesantren Enterpreneur Al Mawaddah di Honggosoco, Jekulo, Kudus.

“Para santri diajarkan tentang spiritual business kemudian dilanjutkan pelatihan kewirausahaan, seperti pengenalan budidaya sayur dan buah organik, proses pembuatan tepung mocaf dan aneka produknya, misalnya keripik dan aneka kue,” tuturnya.

Tak hanya itu, mereka juga dilatih dengan budidaya buah naga dan aneka macam produk yang dibuat dari buah naga, seperti sirup dan keripik buah naga. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk terjun di dunia kewirausahaan. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Satu gagasan untuk “Puluhan Santri Pati Belajar Kewirausahaan di Kudus

  1. Ping-balik: Pilih Ngaji Kitab Kuning saat Libur Imlek, Itulah yang Dilakukan Santri di Ponpes Yasin Kudus | Muria News

Komentar ditutup.