Ini Fakta, Petani Undaan Kudus Belum Panen tapi Sudah Bergelimang Uang

Petani mengolah lahan sawahnya di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Petani mengolah lahan sawahnya di Undaan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS –  Meski waktu panen masih sekitar 10 hingga 15 hari ke depan. Akan tetapi, rata-rata petani yang berada di wilayah Undaan, Kudus, sudah bisa menjual padinya ke penebas padi.

Oleh sebab itu, saat ini petani tersebut sudah bisa merasakan hasil dari penanaman padinya selama 3,5 bulan yang lalu.

Salah satu petani dari Medini, Undaan, Zayid mengatakan,  saat ini para petani sudah mengantongi uang sebagai bentuk uang muka dari pembayaran padi. “Dengan harga yang sudah disepakati antara petani dan pembeli,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, saat ini harga padi
masih stabil. Bahkan harga itu masih bisa meningkat. Yakni sekitar Rp 450 ribu hingga Rp 480 ribu per kuintalnya.

Bila saat musim panen nanti tiba dengan cuaca cerah, maka secara otomatis harga padi akan meningkat.

Selain itu, lanjut Zayid, untuk lahan seluas 1.400 meter saja, petani sudah bisa mendapat uang sekitar Rp 4, 5 juta.

Tidak semua petani telah menerima uang muka karena padinya sudah dijual. Ada juga petani yang belum bersedia menjualnya lantaran ingin menunggu harga bagus. Dan kemungkinan akan dijual saat masa panen tiba.

Salah satu pembeli padi dari Ngawi, Jawa Timur, Sunaryo Ngadi mengatakan, dirinya memang sengaja datang ke Undaan, Kudus, sebelum masa panen. Selain untuk memantau padi, juga membelinya.

“Saya datang sebelum panen, karena saya puas bisa melihat padi ini. Nanti saat panen tiba,tinggal memotong padi, memprosesnya dan membayar kepada petani,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)