Gunung Kendeng Bakal Ditanami Ribuan Pohon Bertuah

Kekeringan melanda wilayah pegunungan Kendeng beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kekeringan melanda wilayah pegunungan Kendeng beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Beragam bencana mulai dari kekeringan panjang, banjir bandang, hingga angin puting beliung yang melanda Kabupaten Pati bagian selatan membuat sejumlah kalangan prihatin. Salah satunya, komunitas yang tergabung dalam Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP).

Mereka menilai, penyebab beragam bencana yang melanda Pati bagian selatan ditengarai karena rusaknya hutan di pegunungan Kendeng. Karena itu, sebuah agenda untuk menanam seribu pohon non profit akan dicanangkan di sana pada Minggu (27/12/2015) mendatang.

Koordinator KAAP Nashiruddin kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/12/2015) mengatakan, sedikitnya ada 1.100 pohon non profit yang akan ditanam, seperti pohon beringin, asem, juwar, jambu mete, dan beragam tanaman non profit lainnya.

“Sebelum ditanam, kami bersama dengan penduduk setempat akan menggelar doa bersama agar pohon yang ditanam kelak bisa melindungi warga yang hidup di dalamnya dari beragam bencana seperti banjir bandang, longsor maupun kekeringan. Kami benar-benar berharap pohon-pohon itu kelak bisa mengayomi dan menghidupi,” katanya.

Ia menambahkan, tak ada ritual khusus dalam mendoakan pohon-pohon itu agar bisa menjadi “benteng” atau “pagar” bagi Pegunungan Kendeng. “Tidak ada ritual khusus. Kami hanya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebelum melepas ribuan pohon itu agar menjadi berkah,” imbuhnya.

Ribuan pohon itu didapatkan dari penggalangan dana yang dilakukan KAAP mulai awal Desember hingga 15 Desember 2015. Dana yang terkumpul tersebut dibelanjakan hingga mendapatkan sekitar 1.100 pohon.

“Kami nanti akan bekerja sama dengan masyarakat Sumber Sentul, Dukuh Misik, Sukolilo, Pati, komunitas motor SGRC, dan beberapa SD seperti SD Tambaharjo, Tambakromo, Sukolilo dan Jatiroto. Warga Pati bisa ikut bersama kami untuk mendukung dan menyelamatkan Gunung Kendeng,” Pungkasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)