Innalillahi, 17 Warga Kudus Tewas Diserang Penyakit Ini

Ilustrasi DBD

Ilustrasi DBD

 

KUDUS – Kasus DBD di Kudus, termasuk dalam kategori tinggi. Bukan hanya jumlahnya saja yang sangat banyak yakni 600 kasus, namun juga akibat dari penyakit itu sampai membuat 17 warga meninggal.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata melalui Kasi Pencegahan Penyakit dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Subiyono. Menurutnya, jumlah yang meninggal juga tinggi, tercatat hingga 17 orang yang meninggal akibat gigitan nyamuk.

“Kalau kasus kematian DBD, terjadi sepanjang bulan pada semester I tahun 2015 yakni Januari hingga Juni. Sedangkan Semester II Juli hingga Desember tidak terjadi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, temuan kasus DBD terbanyak terjadi di wilayah Puskesmas Kaliwungu sebanyak 73 kasus, sedangkan puskesmas lainnya berkisar antara 14-45 kasus. Jumlah itu didapat berdasarkan data dari masing-masing puskesmas.

Tingginya temuan kasus DBD di Kaliwungu, salah satunya diduga karena banyaknya industri yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

“Biasanya, ketika terdapat satu orang terserang DBD, biasanya mudah menular ke warga lainnya. Jaraknya bisa mencapai 100 meter,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, masih banyak faktor lain yang bisa memicu banyaknya kasus DBD di daerah tertentu. Seperti adanya banyak kubangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD, sudah berulang kali dilakukan, termasuk adanya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara pengurasan bak mandi atau penampungan air, menutup bak penampung air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan agar tidak dijadikan tempat untuk berkembang biak jentik nyamuk yang dimungkinkan membawa virus DBD.

Cara lain dalam penanganan adalah dengan penanaman tanaman bunga lavender dengan media pot bunga juga perlu digalakkan karena bisa mengusir nyamuk di dalam rumah.

Dia mengimbau hindari kebiasaan menanggalkan pakaian di pintu atau gantungan pakaian setelah dipakai karena bau keringat yang menempel di pakaian disenangi nyamuk. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)